Renungan Pagi 3 April 2024

Ayat Bacaan 1 SAMUEL 29

Ini adalah pekerjaan sehari-hari yang harus diwujudkan, yakni iman yang bekerja oleh kasih (Galatia 5:6), dan yang menyucikan jiwa … Apakah kehendak Allah yang difirmankan itu telah ditempatkan sebagai otoritas tertinggi diri kita? Jika Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan (Kolose 1:27), dibentuk di dalam hati kita, maka kebenaran Allah akan berkarya membentuk sifat alami kita, sehingga hasil perubahan ini akan dinyatakan dalam tabiat kita yang berubah, …. Dengan demikian kita akan menunjukkan bahwa otoritas Allah atas diri kita bukan hanya sekedar dalam nama saja, tetapi dalam kenyataan dan kebenaran. Harus ada pemisahan dari segala hal yang tidak dikenan-Nya atau yang tidak sesuai dengan Kristus, betapapun sulitnya hal itu, bagi orang percaya sejati. (CE 148.1).

1 SAMUEL 29

Daud dikirim pulang oleh orang-orang Filistin

1 Orang Filistin mengumpulkan segala tentara mereka ke Afek, sedang orang Israel berkemah dekat mata air yang di Yizreel. 2 Maka ketika raja-raja kota orang Filistin berjalan lewat dalam pasukan-pasukan seratus dan seribu, dan ketika juga Daud beserta orang-orangnya berjalan lewat di belakangnya bersama-sama dengan Akhis, 3 berkatalah para panglima orang Filistin itu: “Apa gunanya orang-orang Ibrani ini?” Jawab Akhis kepada para panglima orang Filistin itu: “Bukankah dia itu Daud, hamba Saul, raja Israel, yang sudah satu dua tahun bersama-sama dengan aku, tanpa kudapati sesuatupun kesalahan padanya sejak saat ia membelot sampai hari ini?” 4 Tetapi para panglima orang Filistin itu menjadi marah kepadanya; serta berkata kepadanya: “Suruhlah orang itu pulang, supaya ia kembali ke tempat, yang kautunjukkan kepadanya, dan janganlah ia pergi berperang, bersama-sama dengan kita, supaya jangan ia menjadi lawan kita dalam peperangan. Sebab dengan apakah orang ini dapat menyukakan hati tuannya, kecuali dengan memberi kepala-kepala orang-orang ini? 5 Bukankah dia ini Daud yang dinyanyikan orang secara berbalas-balasan sambil menari-nari, demikian: Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa?” 6 Lalu Akhis memanggil Daud, dan berkata kepadanya: “Demi TUHAN yang hidup, engkau ini orang jujur dan aku memandang baik, jika engkau keluar masuk bersama-sama dengan aku dalam tentara, sebab aku tidak mendapati sesuatu kejahatan padamu, sejak saat engkau datang kepadaku sampai hari ini; tetapi engkau ini tidak disukai oleh raja-raja kota. 7 Sebab itu, pulanglah, pergilah dengan selamat dan jangan lakukan apa yang jahat di mata raja-raja kota orang Filistin itu.” 8 Tetapi Daud berkata kepada Akhis: “Apa yang telah kuperbuat? Dan kesalahan apa yang kaudapati pada hambamu ini, sejak saat aku menjadi hamba kepadamu, sampai hari ini, sehingga aku tidak boleh ikut pergi berperang melawan musuh tuanku raja?” 9 Lalu Akhis menjawab Daud: “Aku tahu, engkau ini memang kusukai seperti utusan Allah. Hanya, para panglima orang Filistin telah berkata: Ia tidak boleh pergi berperang bersama-sama dengan kita. 10 Jadi, bangunlah pagi-pagi beserta orang-orang tuanmu ini yang datang bersama-sama dengan engkau; bangunlah kamu pagi-pagi, segera sesudah hari cukup terang bagimu, dan pergilah.” 11 Lalu bangunlah Daud dan orang-orangnya pagi-pagi untuk berjalan pulang ke negeri orang Filistin, sedang orang Filistin itu bergerak maju ke Yizreel.