Ayat Bacaan MAZMUR 65, 66
Ketika kita mempunyai jaminan, yang terang dan jelas, akan keselamatan kita sendiri, maka kita akan memperlihatkan keceriaan dan kegembiraan, yang menjadi ciri khas setiap pengikut Yesus Kristus. Pengaruh kasih Allah yang melembutkan dan menenangkan yang dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari akan memberikan kesan dalam pikiran yang akan menjadi aroma kehidupan bagi kehidupan. Namun semangat kecaman yang keras, jika dibiarkan, akan membuat banyak jiwa menjauh dari kebenaran dan menjadi musuh. Betapa serius hal ini! Untuk menghadapi godaan dengan sabar menuntut kita berperang melawan diri sendiri…
Segala hal yang baik di bumi telah ditempatkan di sini oleh tangan Allah yang melimpah sebagai ungkapan kasih-Nya kepada umat manusia. Orang miskin adalah milik-Nya, dan landasan agama adalah milik-Nya. Dia telah menempatkan berbagai sarana di tangan manusia, sehingga karunia ilahi-Nya dapat mengalir melalui saluran manusia dalam melakukan pekerjaan yang ditetapkan bagi kita untuk menyelamatkan sesama kita manusia. Setiap orang mempunyai tugasnya masing-masing di ladang yang besar ini; namun tak seorang pun boleh menerima gagasan bahwa Allah bergantung pada manusia. Dia dapat saja berfirman, dan setiap orang miskin seketika menjadi kaya. Dalam waktu singkat Dia juga dapat saja menyembuhkan umat manusia dari segala penyakitnya. Dia juga bisa saja meniadakan pelayan / hamba manusia sama sekali dan menjadikan malaikat sebagai duta kebenaran-Nya. Dia bisa saja menulis kebenaran di cakrawala, atau di dedaunan pohon dan bunga di ladang; atau dengan suara yang dapat didengar mengumumkannya secara langsung dari surga. Namun Allah Yang Maha Bijaksana tidak memilih salah satu dari cara-cara ini. Dia tahu bahwa manusia harus melakukan sesuatu agar kehidupannya dapat menjadi berkat baginya. Emas dan perak adalah milik Allah, dan Dia dapat saja seketika menghujaninya dari surga jika memang Dia menghendaki; namun alih-alih melakukan hal ini, Dia telah menjadikan manusia sebagai pengurus-Nya, mempercayakan kepadanya harta benda, bukan untuk ditimbun sendiri, melainkan untuk digunakan demi memberi manfaat bagi orang lain. Dengan demikian Dia menjadikan manusia sebagai media untuk menyalurkan nikmat-Nya di muka bumi. Allah telah merencanakan suatu sistem kemurahan hati agar manusia, seperti Penciptanya, menjadi orang yang baik hati dan tidak mementingkan diri sendiri, dan akhirnya nanti dapat mengambil bagian bersama-Nya dalam pahala yang kekal dan mulia.
(Letter 1a, 1894, Ev 630.6; 4T 472.4).
MAZMUR 65
Nyanyian syukur karena berkat Allah
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. (65-2) Bagi-Mulah puji-pujian di Sion, ya Allah; dan kepada-Mulah orang membayar nazar. 2 (65-3) Engkau yang mendengarkan doa. Kepada-Mulah datang semua yang hidup 3 (65-4) karena bersalah. Bilamana pelanggaran-pelanggaran kami melebihi kekuatan kami, Engkaulah yang menghapuskannya. 4 (65-5) Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat untuk diam di pelataran-Mu! Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, di bait-Mu yang kudus. 5 (65-6) Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami, ya Allah yang menyelamatkan kami, Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi dan pulau-pulau yang jauh-jauh; 6 (65-7) Engkau, yang menegakkan gunung-gunung dengan kekuatan-Mu, sedang pinggang-Mu berikatkan keperkasaan; 7 (65-8) Engkau, yang meredakan deru lautan, deru gelombang-gelombangnya dan kegemparan bangsa-bangsa! 8 (65-9) Sebab itu orang-orang yang diam di ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai. 9 (65-10) Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: 10 (65-11) Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya. 11 (65-12) Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; 12 (65-13) tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; 13 (65-14) padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba, lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi.
MAZMUR 66
Nyanyian syukur karena orang Israel tertolong
1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, 2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! 3 Katakanlah kepada Allah: “Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu. 4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu.” Sela 5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia: 6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia, 7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela 8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. 10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak. 11 Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami; 12 Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas. 13 Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku, 14 yang telah diucapkan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah. 15 Korban-korban bakaran dari binatang gemuk akan kupersembahkan kepada-Mu, dengan asap korban dari domba-domba jantan; aku akan menyediakan lembu-lembu dan kambing-kambing jantan. Sela 16 Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku. 17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian. 18 Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar. 19 Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. 20 Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.