Renungan Pagi 7 Mei 2024

Ayat Bacaan MAZMUR 77

Hal-hal besar ada di hadapan kita, dan kita rindu untuk memanggil orang-orang dari ketidakpedulian mereka, untuk dapat bersiap-siap menghadapi hari itu…. Kita sekarang tidak boleh membuang kepercayaan kita, tetapi memiliki keyakinan yang kokoh dan teguh, lebih teguh dari sebelumnya. Sampai sekarang Allah telah menolong kita, dan Dia akan menolong kita sampai akhir. Kita akan melihat pilar-pilar monumen kenangan dan pelajaran, sebagai pengingat akan apa yang telah Allah lakukan bagi kita, untuk menghibur dan menyelamatkan kita dari tangan si perusak. Mari kita jaga tetap segar dalam ingatan kita, tiap-tiap air mata yang telah Allah hapus dari mata kita, tiap kepedihan yang telah diredakan-Nya, tiap kegelisahan yang dihalaukan-Nya, tiap ketakutan yang sirna oleh-Nya, tiap kekurangan yang tercukupi-Nya, tiap rahmat yang dikaruniakan-Nya, dan menguatkan diri kita untuk segala yang ada di hadapan kita dalam melalui sisa perjalanan hidup kita… Kita tidak memiliki pilihan selain menantikan peristiwa baru dalam konflik yang akan datang ke hadapan kita, namun kita juga dapat melihat apa yang telah terjadi dan juga apa yang akan datang, dengan berkata, “Sampai disini Tuhan telah menolong kita” ( 1 Samuel 7:12). “Selama umurmu, kiranya kekuatanmu” (Ulangan 33:25). Cobaan yang datang tidak akan melebihi kekuatan yang diberikan kepada kita untuk menanggungnya. (TDG 58.1, 2).

MAZMUR 77

Perbuatan Allah di masa lampau

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf. (77-2) Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku. 2 (77-3) Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan; malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu, jiwaku enggan dihiburkan. 3 (77-4) Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang, apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku. Sela 4 (77-5) Engkau membuat mataku tetap terbuka; aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata. 5 (77-6) Aku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala, tahun-tahun zaman dahulu aku ingat. 6 (77-7) Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku, aku merenung, dan rohku mencari-cari: 7 (77-8) “Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? 8 (77-9) Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? 9 (77-10) Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” Sela 10 (77-11) Maka kataku: “Inilah yang menikam hatiku, bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah.” 11 (77-12) Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. 12 (77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu. 13 (77-14) Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami? 14 (77-15) Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa. 15 (77-16) Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf. Sela 16 (77-17) Air telah melihat Engkau, ya Allah, air telah melihat Engkau, lalu menjadi gentar, bahkan samudera raya gemetar. 17 (77-18) Awan-awan mencurahkan air, awan-gemawan bergemuruh, bahkan anak-anak panah-Mu beterbangan. 18 (77-19) Deru guntur-Mu menggelinding, kilat-kilat menerangi dunia, bumi gemetar dan bergoncang. 19 (77-20) Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan. 20 (77-21) Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.