Renungan Pagi 24 Mei 2024

Ayat Bacaan MAZMUR 139

Hanya sedikit orang yang menyadari bahwa mengendalikan pikiran dan angan-angan atau imajinasi adalah suatu kewajiban. Sulit untuk menjaga pikiran yang tidak disiplin yang terpaku pada hal-hal yang sekedar menguntungkan. Namun jika pikiran tidak digunakan dengan benar, agama tidak akan dapat berkembang dalam jiwa. Pikiran harus disibukkan dengan hal-hal yang kudus dan kekal, jika tidak, maka pikiran akan menyukai pemikiran-pemikiran yang sia-sia dan dangkal. Baik kekuatan intelektual maupun moral harus didisiplinkan, dan keduanya akan meningkat melalui latihan dalam kehidupan sehari-hari.
Agar dapat memahami hal ini dengan benar, kita harus ingat bahwa hati kita pada dasarnya sudah rusak, dan kita sendiri tidak akan mampu menempuh jalan yang benar. Hanya oleh berkat kasih karunia Allah, yang dipadukan dengan upaya sungguh-sungguh dari pihak kita saja maka kita bisa meraih kemenangan. Akal, begitu pula hati, harus disucikan untuk dapat melayani Allah. Dia mempunyai hak atas segala sesuatu yang ada dalam diri kita.
Jika Kristus tinggal di dalam hati, maka Dia akan ada dalam segala apapun dalam pikiran kita. Pikiran terdalam kita akan tertuju pada Dia, kasih-Nya, dan kemurnian-Nya. Dia akan memenuhi segenap ruang dalam pikiran. Kasih sayang kita akan berpusat pada Yesus. Segala pengharapan dan kesukaan kita akan terhubung dengan-Nya. Menjalani kehidupan yang kita jalani sekarang dengan iman kepada Anak Allah, menantikan dan mencintai penampakan-Nya, akan menjadi kebahagiaan jiwa kita yang tertinggi. Dia akan menjadi mahkota kegembiraan kita.
Mereka yang telah melatih pikiran untuk menikmati kegiatan rohani adalah mereka yang dapat diubahkan dan tidak diliputi oleh kemurnian dan kemuliaan surga yang melampaui segala akal.
(OFC 177.2).

MAZMUR 139

Doa di hadapan Allah yang maha tahu

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku; 2 Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. 3 Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi. 4 Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN. 5 Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku. 6 Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. 7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? 8 Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. 9 Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, 10 juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. 11 Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” 12 maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. 13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. 14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. 15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. 17 Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya! 18 Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau. 19 Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, ya Allah, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah, 20 yang berkata-kata dusta terhadap Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia. 21 Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, ya TUHAN, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau? 22 Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku. 23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; 24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!