Renungan Petang 29 Mei 2024

Ayat Bacaan MAZMUR 150

Adakah di antara kita yang sudah mengingat dan merenung-renungkan seberapa banyak kita seharusnya bersyukur? Apakah kita ingat bahwa belas kasihan Allah adalah selalu baru setiap pagi, dan bahwa kesetiaan-Nya tidak pernah berkurang? Apakah kita mengakui ketergantungan kita kepada-Nya, dan menyatakan rasa syukur kita atas segala nikmat-Nya? Sebaliknya, kita nyatanya terlalu sering lupa bahwa “setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang.” (Yakobus 1:17)…
Allah adalah tempat perlindungan kita baik dalam penyakit maupun dalam kesehatan. Namun banyak yang tidak menyerahkan urusan mereka kepadanya; mereka mendorong kelemahan dan penyakit dengan mengkhawatirkan diri mereka sendiri. Jika saja mereka mau berhenti mengeluh, dan mau mengatasi depresi dan kesuraman mereka, maka kesembuhan mereka akan lebih terjamin. Mereka hendaknya mengingat dengan rasa syukur berapa lama mereka telah menikmati berkat kesehatan; dan jika anugerah berharga ini dikembalikan kepada mereka, mereka tidak boleh lupa bahwa mereka mempunyai kewajiban yang diperbaharui kepada Pencipta mereka…
Banyak orang yang mengaku Kristen, namun seperti semak belukar di padang gurun, dan tidak dapat “melihat datangnya keadaan baik.” (Yeremia 17:6). Mereka membiarkan kegelisahannya terhadap anak-anaknya membayangi kehidupannya, sehingga mereka hampir meremehkan kasih Allah yang telah dilimpahkan pada dirinya. …. Mereka seharusnya menghargai anugerah kehidupan kekal, dan memuji Allah karena belas kasihan-Nya yang mengampuni…
Allah adalah kasih. Dia peduli terhadap makhluk-makhluk yang telah Dia ciptakan… Betapa berharganya hak istimewa ini, agar kita dapat menjadi putra dan putri Yang Maha Tinggi, ahli waris Allah dan sesama ahli waris bersama Yesus Kristus. Maka janganlah kita bersedih dan berduka bilamana dalam hidup ini kita tidak terbebas dari cobaan, kekecewaan, dan kesengsaraan. Janganlah kita mengeluh atas ketidaknyamanan dan penderitaan. Jika dalam pemeliharaan Allah kita dipanggil untuk menanggung pencobaan, marilah kita menerima salib ini, dan meminum cawan yang pahit, dengan mengingat bahwa tangan Bapa-lah yang menempelkannya ke bibir kita. Mari kita percaya kepada-Nya dalam kegelapan malam maupun dalam terang siang hari. Tidakkah kita percaya bahwa Dia akan memberi kita segalanya demi kebaikan kita? … Bahkan di malam penderitaan sekalipun, bagaimana mungkin kita dapat menolak untuk mengangkat hati dan suara dalam pujian syukur, ketika kita mengingat kasih-Nya kepada kita yang dinyatakan oleh salib Golgota?
(BEcho 1 Jan 1888).

MAZMUR 150

Haleluya

1 Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! 2 Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! 3 Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! 4 Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! 5 Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! 6 Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Leave a comment