Renungan Pagi 29 Agustus 2024

Ayat Bacaan 1 TAWARIKH 24, 25

Jika orang-orang dalam bidang pekerjaan apa pun mau meningkatkan kesempatan mereka untuk menjadi bijak dan efisien, maka mereka akan menjadi orang-orang yang menggunakan kemampuan mereka dalam pekerjaan membangun kerajaan Allah di dunia kita. Mengingat kenyataan bahwa kita sedang hidup begitu dekat dengan akhir sejarah bumi ini, maka sudah seharusnya ada ketelitian yang lebih besar dalam bekerja, terlebih untuk dapat waspada dalam menunggu, berjaga, berdoa, dan bekerja. Semua pelayanan keagamaan dan setiap cabang bisnis harus memiliki tanda tangan surga.
“Kekudusan bagi Tuhan” harus menjadi motto para pekerja di setiap bidang apapun. Agen manusia harus berusaha untuk mencapai kesempurnaan, agar ia dapat menjadi orang Kristen yang ideal, dan sempurna dalam Kristus Yesus.
(RH 5 Oktober 1905, par. 23, 24)

1 TAWARIKH 24

Para imam dibagi dalam rombongan

(1) Inilah rombongan-rombongan anak-anak Harun. Anak-anak Harun ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. (2) Tetapi Nadab dan Abihu mati lebih dahulu dari pada ayah mereka dengan tidak mempunyai anak laki-laki, maka yang memegang jabatan imam ialah Eleazar dan Itamar. (3) Daud, bersama-sama Zadok dari bani Eleazar dan Ahimelekh dari bani Itamar, membagi-bagi mereka menurut jabatan mereka dalam penyelenggaraan ibadah. (4) Lalu ternyata bahwa di antara keturunan Eleazar ada lebih banyak kepala kaum dari pada di antara keturunan Itamar, sebab itu orang membagi-bagi mereka sebagai berikut: untuk bani Eleazar enam belas orang kepala puak, tetapi untuk bani Itamar delapan orang kepala puak. (5) Dan orang membagi-bagi mereka dengan membuang undi tanpa mengadakan perbedaan, sebab ada “pemimpin-pemimpin kudus” dan “pemimpin-pemimpin Allah”, baik di antara keturunan Eleazar maupun di antara keturunan Itamar. (6) Dan Semaya bin Netaneel, panitera itu, seorang Lewi, menulis nama mereka di depan raja, di depan pembesar-pembesar, imam Zadok, Ahimelekh bin Abyatar dan di depan kepala-kepala puak para imam dan orang Lewi; setiap kali satu puak diambil dari Eleazar, dan demikian pula satu puak dari Itamar. (7) Undian yang pertama jatuh pada Yoyarib; yang kedua pada Yedaya; (8) yang ketiga pada Harim; yang keempat pada Seorim; (9) yang kelima pada Malkia; yang keenam pada Miyamin; (10) yang ketujuh pada Hakos; yang kedelapan pada Abia;(11) yang kesembilan pada Yesua; yang kesepuluh pada Sekhanya;(12) yang kesebelas pada Elyasib; yang kedua belas pada Yakim; (13)yang ketiga belas pada Hupa; yang keempat belas pada Yesebeab; (14)yang kelima belas pada Bilga; yang keenam belas pada Imer; (15) yang ketujuh belas pada Hezir; yang kedelapan belas pada Hapizes; (16)yang kesembilan belas pada Petahya; yang kedua puluh pada Yehezkel; (17) yang kedua puluh satu pada Yakhin; yang kedua puluh dua pada Gamul; (18) yang kedua puluh tiga pada Delaya; yang kedua puluh empat pada Maazya. (19) Itulah jabatan mereka dalam menyelenggarakan ibadah setelah mereka masuk rumah TUHAN, sesuai dengan peraturan yang diberikan kepada mereka dengan perantaraan Harun, bapa leluhur mereka, seperti yang diperintahkan kepadanya oleh TUHAN, Allah Israel.

Puak-puak orang Lewi

(20) Golongan yang masih tinggal dari bani Lewi, dari anak-anak Amram ialah Subael, dari anak-anak Subael ialah Yehdeya; (21) dari anak-anak Rehabya ialah Yisia, seorang kepala; (22) dari orang Yizhar ialah Selomot; dari anak-anak Selomot ialah Yahat. (23)Anak-anak Hebron ialah Yeria, seorang kepala, Amarya, anak yang kedua, Yahaziel, anak yang ketiga, dan Yekameam, anak yang keempat. (24) Anak Uziel ialah Mikha; dari anak-anak Mikha ialah Samir. (25) Saudara Mikha ialah Yisia; dari anak-anak Yisia ialah Zakharia. (26) Keturunan Merari ialah Mahli dan Musi, juga anak-anak Yaazia, anaknya. (27)Keturunan Merari dari pihak Yaazia, anaknya, ialah Syoham, Zakur dan Hibri. (28) Dari Mahli ialah Eleazar; dia ini tidak mempunyai anak. (29) Dari Kish: anak Kish, yakni Yerahmeel. (30)Anak-anak Musi ialah Mahli, Eder dan Yerimot. Itulah bani Lewi menurut puak mereka. (31) Mereka inipun, sama seperti saudara-saudara sesuku mereka, anak-anak Harun, membuang undi di depan raja Daud, di depan Zadok, Ahimelekh dan para kepala puak, para imam dan orang Lewi. Dalam hal ini seorang kepala puak sama dengan saudaranya yang terkecil.

1 TAWARIKH 25

Para penyanyi

(1) Selanjutnya untuk ibadah Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap. Daftar orang-orang yang bekerja dalam ibadah ini ialah yang berikut: (2) dari anak-anak Asaf ialah Zakur, Yusuf, Netanya dan Asarela, anak-anak Asaf di bawah pimpinan Asaf, yang bernubuat dengan petunjuk raja. (3)Dari Yedutun ialah anak-anak Yedutun: Gedalya, Zeri, Yesaya, Simei, Hasabya dan Matica, enam orang, di bawah pimpinan ayah mereka, Yedutun, yang bernubuat dengan diiringi kecapi pada waktu menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN. (4) Dari Heman ialah anak-anak Heman: Bukia, Matanya, Uziel, Sebuel, Yerimot, Hananya, Hanani, Eliata, Gidalti, Romamti-Ezer, Yosbekasa, Maloti, Hotir dan Mahaziot. (5)Mereka ini sekalian adalah anak-anak Heman, pelihat raja, menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatannya; sebab Allah telah memberikan kepada Heman empat belas orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan. (6)Mereka ini sekalian berada di bawah pimpinan ayah mereka pada waktu menyanyikan nyanyian di rumah TUHAN dengan diiringi ceracap, gambus dan kecapi untuk ibadah di rumah Allah dengan petunjuk raja. Demikianlah keadaan bani Asaf, Yedutun dan Heman. (7) Jumlah mereka bersama-sama saudara-saudara mereka yang telah dilatih bernyanyi untuk TUHAN mereka sekalian adalah ahli seni ada dua ratus delapan puluh delapan orang. (8)Tua dan muda, guru dan murid, membuang undi mengenai tugasnya. (9) Lalu jatuhlah undian yang pertama pada Yusuf, orang Asaf; undian yang kedua pada Gedalya dengan saudara-saudaranya dan anak-anaknya, dua belas orang; (10) undian yang ketiga pada Zakur, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (11) undian yang keempat pada Yizri, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (12) undian yang kelima pada Netanya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (13) undian yang keenam pada Bukia, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (14) undian yang ketujuh pada Yesarela, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (15) undian yang kedelapan pada Yesaya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (16) undian yang kesembilan pada Matanya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (17) undian yang kesepuluh pada Simei, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (18) undian yang kesebelas pada Azareel, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (19) undian yang kedua belas pada Hasabya, anak-anaknya dan saudara-saudaranya dua belas orang; (20) undian yang ketiga belas pada Subael, anak-anaknya dan saudara-saudaranya dua belas orang; (21) undian yang keempat belas pada Matica, anak-anaknya dan saudara-saudarany dua belas orang; (22) undian yang kelima belas pada Yeremot, anak-anaknya dan saudara-saudarany dua belas orang; (23) undian yang keenam belas pada Hananya, anak-anaknya dan saudara-saudarany dua belas orang; (24) undian yang ketujuh belas pada Yosbekasa, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (25) undian yang kedelapan belas pada Hanani, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (26)undian yang kesembilan belas pada Maloti, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (27)undian yang kedua puluh pada Eliata, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (28)undian yang kedua puluh satu pada Hotir, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (29) undian yang kedua puluh dua pada Gidalti, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (30) undian yang kedua puluh tiga pada Mahaziot, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang; (31)undian yang kedua puluh empat pada Romamti-Ezer, anak-anaknya dan saudara-saudaranya, dua belas orang.

(If men in any line of work ought to improve their opportunities to become wise and efficient, it is those who are using their ability in the work of building up the kingdom of God in our world. In view of the fact that we are living so near the close of this earth’s history, there should be greater thoroughness in labor, more vigilant waiting, watching, praying, and working. All the religious service and every branch of business are to bear the signature of heaven.
“Holiness unto the Lord” is to be the motto of the laborers in every department. The human agent should strive to attain to perfection, that he may be an ideal Christian, complete in Christ Jesus.
(RH October 5, 1905, par. 23, 24)