Ayat Bacaan 2 TAWARIKH 20
Sekarang kita tidak berperang melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa dan roh-roh jahat di udara. Tuhan ingin mendorong kita untuk memandang kepada-Nya sebagai sumber segala kekuatan kita, Pribadi yang mampu menolong kita. Kita mungkin memandang kepada manusia, dan mereka akan memberi kita nasihat, namun ini mungkin gagal; tetapi ketika Allah Israel melakukan pekerjaan untuk kita, Dia akan membuatnya berhasil. Kita harus memeriksa diri kita apakah telah benar di hadapan Allah; jika kita masih belum benar di hadapan-Nya, maka kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk datang dalam hubungan yang benar dengan-Nya. Kita harus melakukannya sendiri secara pribadi bagi diri kita. Kita tidak boleh mempertaruhkan kepentingan kekal kita pada tebak-tebakan. Kita harus mengatur segalanya dengan benar; kita harus mengikuti persyaratan Allah, dan kemudian mengharapkan Allah bekerja dengan usaha kita. 2 Tawarikh 20:15. Allah bekerja di dalam kita melalui terang kebenaran-Nya. Kita harus taat pada seluruh perintah-Nya.
Oh, andai saja kita dapat mengingat akan hal ini, bahwa pekerjaan yang kita lakukan bukanlah pekerjaan kita, melainkan pekerjaan Allah, dan kita sebagai alat yang rendah hati adalah pekerja bersama-sama dengan Dia; dan dengan mata yang tertuju pada kemuliaan Allah, janganlah salah mengartikan awal kehidupan Kristen sebagai akhir kesempurnaan, melainkan lihatlah perlunya pelatihan di bumi ini untuk mempersiapkan kita terus melakukan kehendak Allah hingga nanti! Kita tidak boleh meninggikan diri, tidak boleh percaya pada diri, melainkan harus percaya kepada Allah, karena kita mengetahui bahwa Dia bersedia dan mampu menolong kita. Allah akan bekerja dengan umat-Nya, tetapi kita harus memiliki kerinduan dan berusaha untuk tetap berada dalam posisi di mana kepercayaan dan keyakinan kita akan menjadi teguh di dalam Dia. ((RH, 10 Mei 1887). 3BC 1132.1, 2)).
2 TAWARIKH 20
Kemenangan atas Moab dan Amon Akhir pemerintahan Yosafat
1 Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. 2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi. 3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. 4 Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN. 5 Lalu Yosafat berdiri di tengah-tengah jemaah Yehuda dan Yerusalem di rumah TUHAN, di muka pelataran yang baru 6 dan berkata: “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. 7 Bukankah Engkau Allah kami yang menghalau penduduk tanah ini dari depan umat-Mu Israel, dan memberikannya kepada keturunan Abraham, sahabat-Mu itu, untuk selama-lamanya? 8 Lalu mereka mendiami tanah itu, dan mendirikan bagi-Mu tempat kudus untuk nama-Mu. Kata mereka: 9 Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. 10 Sekarang, lihatlah, bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir ini! Ketika orang Israel datang dari tanah Mesir, Engkau melarang mereka memasuki negerinya. Oleh sebab itu mereka menjauhinya dan tidak memusnahkannya. 11 Lihatlah, sebagai pembalasan mereka datang mengusir kami dari tanah milik yang telah Engkau wariskan kepada kami. 12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu.” 13 Sementara itu seluruh Yehuda berdiri di hadapan TUHAN, juga segenap keluarga mereka dengan isteri dan anak-anak mereka. 14 Lalu Yahaziel bin Zakharia bin Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah, 15 dan berseru: “Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. 16 Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. 17 Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.” 18 Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. 19 Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. 20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” 21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” 22 Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. 23 Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. 24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput. 25 Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya. 26 Pada hari keempat mereka berkumpul di Lembah Pujian. Di sanalah mereka memuji TUHAN, dan itulah sebabnya orang menamakan tempat itu Lembah Pujian hingga sekarang. 27 Lalu pulanglah sekalian orang Yehuda dan Yerusalem dengan Yosafat di depan. Mereka kembali ke Yerusalem dengan sukacita, karena TUHAN telah membuat mereka bersukacita karena kekalahan musuh mereka. 28 Mereka masuk ke Yerusalem dengan gambus dan kecapi dan nafiri, lalu menuju rumah TUHAN. 29 Ketakutan yang dari Allah menghinggapi semua kerajaan negeri-negeri lain, ketika mereka mendengar, bahwa TUHAN yang berperang melawan musuh-musuh Israel. 30 Dan kerajaan Yosafat amanlah, karena Allahnya mengaruniakan keamanan kepadanya di segala penjuru. 31 Yosafat memerintah atas Yehuda. Ia berumur tiga puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh lima tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Azuba, anak Silhi. 32 Ia hidup mengikuti jejak Asa, ayahnya; ia tidak menyimpang dari padanya, dan melakukan apa yang benar di mata TUHAN. 33 Hanya bukit-bukit pengorbanan tidak dijauhkan. Bangsa itu belum mengarahkan hatinya kepada Allah nenek moyang mereka. 34 Selebihnya dari riwayat Yosafat, dari awal sampai akhir, sesungguhnya semuanya itu tertulis di dalam riwayat Yehu bin Hanani, yang tercantum di dalam kitab raja-raja Israel. 35 Kemudian Yosafat, raja Yehuda, bersekutu dengan Ahazia, raja Israel, yang fasik perbuatannya. 36 Ia bersekutu dengan Ahazia untuk membuat kapal-kapal yang dapat berlayar ke Tarsis. Kapal-kapal itu dibuat mereka di Ezion-Geber. 37 Tetapi Eliezer bin Dodawa dari Maresa bernubuat terhadap Yosafat, katanya: “Karena engkau bersekutu dengan Ahazia, maka TUHAN akan merobohkan pekerjaanmu.” Lalu kapal-kapal itu pecah, dan tak dapat berlayar ke Tarsis.
(Now we are not warring against flesh and blood, but against principalities and powers and spiritual wickedness in high places. The Lord would encourage us to look to Him as the source of all our strength, the One who is able to help us. We may look to men, and they will give us counsel, and yet this may be defeated; but when the God of Israel undertakes work for us, He will make it a success. We want to know that we are right before God; if we are not right before Him, then we want to make an earnest effort to come in right relation to Him. We must individually do something ourselves. We are not to risk our eternal interest upon guesswork. We must set everything right; we must follow out the requirements of God, and then expect God to work with our efforts. 2 Chronicles 20:15. God works in us by the light of His truth. We are to be obedient to all His commandments.
Oh, that we could take this point into consideration, that the work in which we are engaged is not our work, but God’s work, and we as humble instruments are laborers together with Him; and with an eye single to God’s glory, not mistake the beginning of the Christian life for its consummation, but see the necessity of training upon the earth to prepare us for doing God’s will! We are not to lift up ourselves, not to be self-confident, but to trust in God, knowing that He is willing and able to help us. God will work with His people, but we want to be in that position where our trust and confidence will become firm in Him ((RH, May 10, 1887). 3BC 1132.1, 2))