Ayat Bacaan 2 TAWARIKH 27
Allah tidak pilih kasih. …
Penghakiman yang menimpa Uzia tampaknya memiliki pengaruh yang menahan pada putranya. Yotam memikul tanggung jawab yang berat selama sisa tahun pemerintahan ayahnya, dan naik takhta setelah kematian Uzia. Tentang Yotam tertulis: “Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya. Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan (disingkirkan). Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu. Ia mendirikan Pintu Gerbang Tinggi di rumah TUHAN.” 2 Raja-raja 15:34, 35. Seandainya Yotam mengadakan pembaharuan yang menyeluruh, dan merobohkan tempat-tempat pertemuan kesukaan orang-orang ini, maka akan mendorong rakyat untuk terlibat bersama-sama dalam kebaktian di bait suci, ia mungkin telah berbuat banyak untuk memperkuat iman kepada Allah yang benar. Namun meskipun ia gagal memanfaatkan kesempatannya dengan bijaksana, pemerintahannya bukanlah tanpa hasil yang baik: ia “menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya.” 2 Tawarikh 27:6. (RH 4 Maret 1915, par. 5, 6).
2 TAWARIKH 27
Raja Yotam
1 Yotam berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Yerusa, anak Zadok. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, tepat seperti yang dilakukan Uzia, ayahnya, hanya ia tidak memasuki Bait TUHAN. Tetapi rakyat masih saja melakukan hal yang merusak. 3 Ia mendirikan Pintu Gerbang Tinggi di rumah TUHAN dan mengadakan banyak pembangunan pada tembok Ofel. 4 Ia mendirikan juga kota-kota di pegunungan Yehuda dan benteng-benteng serta menara-menara di hutan-hutan. 5 Ia berperang melawan raja bani Amon dan mengalahkannya, sehingga pada tahun itu juga bani Amon membayar kepadanya seratus talenta perak, sepuluh ribu kor gandum dan sepuluh ribu kor jelai. Juga pada tahun kedua dan ketiga bani Amon membawa upeti itu kepadanya. 6 Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan hidupnya kepada TUHAN, Allahnya. 7 Selebihnya dari riwayat Yotam, segala peperangan dan tingkah langkahnya, sesungguhnya semuanya itu tertulis dalam kitab raja-raja Israel dan Yehuda. 8 Ia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. 9 Kemudian Yotam mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Ahas, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Paralel: 2Raj 15:32-38 (TB)
(God is no respecter of persons. …
The judgment that befell Uzziah seemed to have a restraining influence on his son. Jotham bore heavy responsibilities during the remaining years of his father’s reign, and succeeded to the throne after Uzziah’s death. Of Jotham it is written: “He did that which was right in the sight of the Lord: he did according to all that his father Uzziah had done. Howbeit the high places were not removed: the people sacrificed and burned incense still in the high places.” 2 Kings 15:34, 35. Had Jotham inaugurated a thorough reformation, and torn down these favorite meeting places, encouraging the people to engage unitedly in the temple services, he might have done much to strengthen faith in the true God. But although he failed of making a wise use of his opportunities, his rule was not without good results: he “became mighty, because he prepared his ways before the Lord his God.” 2 Chronicles 27:6. RH March 4, 1915, par. 5, 6.)