Ayat Bacaan 2 KORINTUS 1-3
Jangan Beri Setan Keuntungan—Dalam pertikaian dengan agen-agen setan ada saat-saat penentuan yang menentukan kemenangan baik di pihak Allah maupun di pihak penguasa dunia ini. Jika mereka yang terlibat dalam peperangan tidak benar-benar terjaga, sungguh-sungguh, waspada, berdoa memohon hikmat, berjaga-jaga dalam doa, … Setan akan muncul sebagai pemenang, padahal ia telah dikalahkan oleh bala tentara Allah…. Para penjaga setia Allah tidak boleh memberi keuntungan kepada kuasa si jahat….
Kita memiliki musuh yang tak terlihat untuk dihadapi, orang-orang jahat adalah agen bagi kuasa kegelapan untuk bekerja, dan tanpa adanya hikmat rohani, jiwa akan tidak mengetahui tipu muslihat Setan, dan akan terjerat, tersandung, dan jatuh. Barangsiapa yang ingin menang harus berpegang teguh pada Kristus. Ia tidak boleh menoleh ke belakang, tetapi tetap menatap ke atas. Naiklah ke atas bersama Sang Perantara, peganglah Sang Perantara, raihlah ke atas satu demi satu pekerjaan, jangan sediakan waktu bagi sifat daging, untuk memenuhi hawa nafsunya. Tidak ada yang namanya memasuki pintu gerbang surgawi yang membiarkan pemanjaan dan kebodohan, hiburan, keegoisan, tetapi, hanya melalui kewaspadaan terus-menerus dan doa yang tak henti-hentinya. Kewaspadaan rohani di pihak kita secara individu adalah harga keselamatan. Jangan menyimpang sedikit pun ke pihak Setan, jangan sampai dia mendapatkan keuntungan atasmu. (Letter 47, 1893). 6BC 1094.2-4. Kemuliaan Kristus Dinyatakan dalam Hukum-Nya—Kristus menanggung kutukan hukum, menderita hukumannya, melaksanakan hingga tuntas rencana yang dengannya manusia akan ditempatkan di mana ia dapat menaati hukum Allah, dan diterima melalui jasa Sang Penebus; dan melalui pengorbanan-Nya kemuliaan dicurahkan atas hukum. Kemudian kemuliaan dari apa yang tidak akan dihapuskan—yakni hukum Allah yang terdiri dari sepuluh perintah, sebagai standar kebenaran-Nya—jelas terlihat oleh semua orang yang melihat sampai akhir dari apa yang telah sempat hendak dihapuskan … Hukum dan Injil berada dalam harmoni yang sempurna. Masing-masing saling menegakkan yang lain. Dalam segala keagungannya, hukum itu berhadapan dengan hati nurani, yang menyebabkan orang berdosa merasakan kebutuhannya akan Kristus sebagai pendamaian atas dosa. Injil mengakui kuasa dan kekekalan hukum… Rasa dosa, yang ditekankan oleh hukum, mendorong orang berdosa kepada Juruselamat. Dalam kebutuhannya, manusia dapat mengajukan argumen-argumen hebat yang disediakan oleh salib Kalvari. Ia dapat mengklaim kebenaran Kristus; karena kebenaran itu diberikan kepada setiap orang berdosa yang bertobat. (RH 22 April 1902). 6BC 1096.3-5.
2 KORINTUS 1
Salam
1Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Ucapan syukur
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. 5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga. 7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami. 8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.
Perubahan dalam rencana Paulus
12 Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. 13 Sebab kami hanya menuliskan kepada kamu apa yang dapat kamu baca dan pahamkan. Dan aku harap, mudah-mudahan kamu akan memahaminya sepenuhnya, 14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu. 15 Berdasarkan keyakinan ini aku pernah merencanakan untuk mengunjungi kamu dahulu, supaya kamu boleh menerima kasih karunia untuk kedua kalinya. 16 Kemudian aku mau meneruskan perjalananku ke Makedonia, lalu dari Makedonia kembali lagi kepada kamu, supaya kamu menolong aku dalam perjalananku ke Yudea. 17 Jadi, adakah aku bertindak serampangan dalam merencanakan hal ini? Atau adakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat “ya” dan “tidak”? 18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak “ya” dan “tidak”. 19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”. 20 Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. 21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, 22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita. 23 Tetapi aku memanggil Allah sebagai saksiku–Ia mengenal aku–,bahwa sebabnya aku tidak datang ke Korintus ialah untuk menyayangkan kamu. 24 Bukan karena kami mau memerintahkan apa yang harus kamu percayai, karena kamu berdiri teguh dalam imanmu. Sebaliknya, kami mau turut bekerja untuk sukacitamu.
2 KORINTUS 2
1Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita. 2 Sebab, jika aku mendukakan hatimu, siapa lagi yang dapat membuat aku menjadi gembira selain dia yang berdukacita karena aku. 3 Dan justru itulah maksud suratku ini, yaitu supaya jika aku datang, jangan aku berdukacita oleh mereka, yang harus membuat aku menjadi gembira. Sebab aku yakin tentang kamu semua, bahwa sukacitaku adalah juga sukacitamu. 4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua.
Harus diampuni orang yang bersalah
5 Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya–supaya jangan aku melebih-lebihkan–,hati beberapa orang di antara kamu. 6 Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, 7 sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat. 8 Sebab itu aku menasihatkan kamu, supaya kamu sungguh-sungguh mengasihi dia. 9 Sebab justru itulah maksudnya aku menulis surat kepada kamu, yaitu untuk menguji kamu, apakah kamu taat dalam segala sesuatu. 10 Sebab barangsiapa yang kamu ampuni kesalahannya, aku mengampuninya juga. Sebab jika aku mengampuni, –seandainya ada yang harus kuampuni–,maka hal itu kubuat oleh karena kamu di hadapan Kristus, 11 supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.
Kecemasan dan kelegaan Paulus di Troas dan di Makedonia
12 Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana. 13 Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia. 14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. 16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? 17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
2 KORINTUS 3
Pelayan-pelayan perjanjian yang baru
1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? 2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. 7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian 8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! 9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. 10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. 11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan. 12 Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, 13 tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. 14 Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. 15 Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. 16 Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. 17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Give Satan No Advantage—In the conflict with satanic agencies there are decisive moments that determine the victory either on the side of God or on the side of the prince of this world. If those engaged in the warfare are not wide awake, earnest, vigilant, praying for wisdom, watching unto prayer, … Satan comes off victor, when he might have been vanquished by the armies of the Lord…. God’s faithful sentinels are to give the evil powers no advantage….
We have unseen foes to meet, evil men are agents for the powers of darkness to work through, and without spiritual discernment the soul will be ignorant of Satan’s devices, and be ensnared and stumble and fall. He who would overcome must hold fast to Christ. He must not look back, but keep the eye ever upward. Mount up by the Mediator, keeping hold of the Mediator, reaching upward to one line of work after another, making no provision for the flesh, to fulfill the lusts thereof.
There is no such thing as our entering the heavenly portals through indulgence and folly, amusement, selfishness, but only by constant watchfulness and unceasing prayer. Spiritual vigilance on our part individually is the price of safety. Swerve not to Satan’s side a single inch, lest he gain advantage over you. (Letter 47, 1893). 6BC 1094.2-4.
Christ’s Glory Revealed in His Law—Christ bore the curse of the law, suffering its penalty, carrying to completion the plan whereby man was to be placed where he could keep God’s law, and be accepted through the merits of the Redeemer; and by His sacrifice glory was shed upon the law. Then the glory of that which is not to be done away—God’s law of ten commandments, His standard of righteousness—was plainly seen by all who saw to the end of that which was done away…
The law and the gospel are in perfect harmony. Each upholds the other. In all its majesty the law confronts the conscience, causing the sinner to feel his need of Christ as the propitiation for sin. The gospel recognizes the power and immutability of the law… The sense of sin, urged home by the law, drives the sinner to the Saviour. In his need man may present the mighty arguments furnished by the cross of Calvary. He may claim the righteousness of Christ; for it is imparted to every repentant sinner. (RH April 22, 1902). 6BC 1096.3-5.