Pelajaran Sekolah Sabat 7 Desember 2024

TEMA SEMESTER: HIKMAT ILAHI

Pelajaran 23 – Sabat, 7 Desember 2024

Ilmu Pengetahuan yang Sejati

Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi; memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara Ayub 28:18.

Inilah harta karun yang ditemukan dalam Alkitab. Alkitab adalah buku pelajaran Allah yang agung, pendidik-Nya yang agung. Dasar dari semua ilmu pengetahuan sejati terkandung dalam Alkitab. Setiap cabang ilmu pengetahuan dapat ditemukan dengan menyelidiki firman Allah. Dan di atas segalanya, Alkitab berisi ilmu dari semua ilmu pengetahuan, ilmu keselamatan. Alkitab adalah tambang kekayaan Kristus yang tak terduga.” –Christ’s Object Lessons, hal. 107

MINGGU

1. Hal menakjubkan apakah yang dinyatakan oleh ilmu pengetahuan sejati?

1 Yohanes 5:13.Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

“Ketika awan menghalangi jiwamu dari Allah, ketika sekelilingmu gelap dan menakutkan, ketika musuh siap merampas integritas jiwamu dari Allah dan kebenaran, dan ketika kesalahan malah tampak masuk akal dan menarik, maka inilah saatnya untuk berdoa dan menghidupkan iman kepada Allah…. Dengan menghargai iman, maka jiwa dimampukan untuk bangkit melampaui dirinya sendiri dan menembus bayangan neraka yang dilemparkan musuh untuk menghalangi jalan setiap jiwa yang sedang berjuang untuk mahkota kehidupan kekal.” –Mind, Character, and Personality, jilid 2, hal. 535.

SENIN

2. Harapan apakah yang dihasilkan sebagai konsekuensinya?

Kolose 1:5. oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil,

“Saya merasa bahwa saya harus berjuang dalam pertarungan iman yang baik setiap hari. Saya harus menghidupkan segenap iman saya dan tidak bergantung pada perasaan; saya harus berbuat dengan pengetahuan bahwa Allah sedang mendengar saya dan akan menjawab saya serta memberkati saya. Iman bukanlah perasaan yang melayang-layang; iman hanyalah menerima firman Allah—percaya bahwa Dia akan memenuhi janji-janji-Nya karena Dia berkata Dia akan melakukannya.” –Mind, Character, and Personality, jilid 2, hal. 539.

SELASA                                              

3. Kepercayaan dan kepastian apakah yang tersedia bagi setiap orang di bumi?

1 Yohanes 5:14, 15. Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. 15Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

“Iman sejati dan doa sejati—betapa kuatnya ini! Keduanya bagaikan dua lengan yang dengannya manusia yang memohon berpegang teguh pada kuasa Kasih yang Tak Terbatas. Iman adalah percaya kepada Allah—percaya bahwa Dia mengasihi kita, dan mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Jadi, bukannya mengikuti jalan kita sendiri, iman justru menuntun kita untuk memilih jalan-Nya.” –Gospel Workers, hal. 259.

SELASA

4. Apakah yang dibutuhkan agar janji Allah dapat terpenuhi?      

Yohanes 9:31. Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya

“Ada banyak jiwa yang bergumul untuk kemenangan istimewa dan berkat istimewa agar mereka dapat melakukan sesuatu yang hebat. Untuk tujuan ini, mereka selalu merasa bahwa mereka harus berjuang keras dalam doa dan air mata. Ketika orang-orang ini menyelidiki Alkitab dengan doa untuk mengetahui kehendak Allah yang dinyatakan di dalamnya, dan kemudian melakukan kehendak-Nya dari hati tanpa satu pun keraguan atau pemanjaan diri, maka mereka akan menemukan ketenangan…. Diri harus sepenuhnya diserahkan. Mereka harus melakukan pekerjaan yang ada di hadapan mereka, memanfaatkan kelimpahan kasih karunia Allah yang dijanjikan kepada semua orang yang mau meminta dengan iman.” –Testimonies for the Church, jilid 9, hal. 165.

KAMIS                                               

5. Siapakah yang tidak berdosa, dan apakah yang membuat hal itu mungkin terjadi?

1 Yohanes 5:18. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

“Marilah kita mengikuti Juruselamat dalam kesederhanaan dan penyangkalan diri-Nya. Marilah kita meninggikan Manusia Kalvari melalui perkataan dan kehidupan yang kudus. Juruselamat datang sangat dekat kepada mereka yang mempersembahkan diri mereka kepada Tuhan. Jika pernah ada saat ketika kita membutuhkan pekerjaan Roh Kudus atas hati dan kehidupan kita, sekaranglah saatnya. Marilah kita berpegang teguh pada kuasa ilahi ini untuk memperoleh kekuatan menjalani kehidupan yang kudus dan berserah diri.” –Testimonies for the Church, jilid 9, hal. 165.

JUMAT                                              

6. Apakah yang Alkitab katakan tentang hal ini?

Yakobus 1:18. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.

“Dia memberikan kepada semua orang yang menerima-Nya, kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Perubahan tabiat adalah satu-satunya jalan yang melaluinya kita dapat memasuki kota Allah. Jalan itu sempit, dan gerbang yang kita lewati itu sesak; tetapi di sepanjang jalan itu kita harus menuntun pria, wanita, dan anak-anak, sambil mengajar mereka bahwa, agar diselamatkan, mereka harus memiliki hati yang baru dan roh yang baru. Ciri-ciri tabiat yang lama dan turun-temurun harus ditaklukkan. Keinginan alami jiwa harus diubahkan. Semua tipu daya, semua kepalsuan, semua perkataan yang jahat, harus disingkirkan. Kehidupan baru, yang membuat pria dan wanita seperti Kristuslah, yang harus dijalani.” –Testimonies for the Church, jilid 9, hal. 23.

SABAT

7. Betapa indahnya, betapa agungnya ilmu yang menunjukkan sudut pandang hidup yang sebenarnya?

1 Yohanes 5:19. Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

“Empat perintah pertama dari Sepuluh Perintah tidak mengizinkan pemisahan kasih sayang dari Allah. Tidak ada hal apa pun yang boleh berbagi kesenangan kita yang tertinggi di dalam Dia. Kita tidak dapat maju dalam pengalaman Kristen sampai kita menyingkirkan segala sesuatu yang memisahkan kita dari Allah.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 329.

Untuk direnungkan

“Pengetahuan adalah kekuatan, tetapi itu adalah kekuatan untuk kebaikan hanya jika disatukan dengan kesalehan sejati. Pengetahuan harus dihidupi oleh Roh Allah agar dapat melayani tujuan yang paling mulia. Semakin dekat hubungan kita dengan Allah, maka semakin lengkap dan sempurna kita dapat memahami nilai ilmu pengetahuan sejati; karena sifat-sifat Allah, seperti yang terlihat dalam karya-karya ciptaan-Nya, dapat dihargai dengan paling baik hanya oleh orang yang memiliki pengetahuan tentang Dia yang adalah Pencipta segala sesuatu, dan Pengarang semua kebenaran. Orang-orang seperti itu dapat memanfaatkan pengetahuan secara maksimal; karena ketika dibawa di bawah kendali penuh Roh Allah, bakat mereka akan berguna sepenuhnya.”Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 38.