Ayat Bacaan ROMA 8
Ketaatan Bukan Perbudakan—Tidak seorang pun yang percaya kepada Yesus Kristus akan terbelenggu oleh hukum Allah; karena hukum-Nya adalah hukum kehidupan, bukan hukum kematian, bagi barangsiapa yang menaati perintah-perintah hukum-Nya ini. Semua orang yang telah mengerti sifat rohani hukum Allah, dan yang telah menyadari kuasanya sebagai pendeteksi dosa, berada dalam kondisi yang sama tidak berdayanya seperti Setan sendiri, kecuali bila mereka mau menerima penebusan yang disediakan bagi mereka dalam pengorbanan pemulihan Yesus Kristus, yang adalah penebusan kita—yakni penyatuan dengan Allah. Melalui iman kepada Kristus, ketaatan pada setiap asas hukum menjadi dimungkinkan. (Ms 122, 1901). 6BC 1077.5, 6.
Hak Istimewa bagi Anak-Anak Allah yang Taat—Allah mengasihi anak-anak-Nya yang taat. Ia telah menyiapkan kerajaan, bukan untuk rakyat yang tidak setia, tetapi untuk anak-anak-Nya yang telah Ia uji dan coba di dunia yang telah dinodai dan dirusak oleh dosa. Sebagai anak-anak yang taat, kita memiliki hak istimewa untuk bersekutu dengan Allah. “Jika kita adalah anak,” kata-Nya, “maka kita adalah ahli waris” dari warisan kekal (Roma 8:17) … Kristus dan umat-Nya adalah satu. (Letter 119, 1897). 6BC 1077.8.
Perantaraan Kristus dan Roh-Nya—Kristus Yesus digambarkan masih sedang berdiri di hadapan mezbah, mempersembahkan korban untuk dosa-dosa dunia. Dia adalah pelayan kemah suci sejati yang didirikan oleh Allah dan bukan oleh manusia. Upacara korban bayangan di kemah suci Yahudi tidak lagi memiliki nilai kebajikan apa pun. Penebusan dosa harian dan tahunan tidak lagi harus dilakukan, tetapi korban penebusan melalui seorang perantara inilah yang sangat penting karena dosa terus-menerus dilakukan. Yesus sedang memimpin di hadirat Allah, mempersembahkan darah-Nya yang telah tertumpah, seperti darah domba yang disembelih. Yesus mempersembahkan persembahan yang dipersembahkan untuk setiap pelanggaran dan setiap kekurangan orang berdosa. Kristus, Perantara kita, dan Roh Kudus senantiasa menjadi perantara bagi manusia, tetapi Roh Kudus tidak memohon bagi kita seperti Kristus yang mempersembahkan darah-Nya, yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan; Roh Kudus bekerja di dalam hati kita, membangkitkan doa dan penyesalan, pujian dan ucapan syukur. Rasa syukur yang mengalir dari bibir kita adalah hasil dari Roh Kudus yang menyentuh jiwa dalam kenangan-kenangan suci, yang membangkitkan musik hati.
Ibadah keagamaan, doa, pujian, pengakuan dosa yang penuh penyesalan naik dari orang-orang percaya sejati sebagai dupa ke tempat kudus surgawi; tetapi melewati saluran-saluran manusia yang rusak, semuanya begitu tercemar sehingga kecuali dimurnikan oleh darah, semuanya tidak akan pernah berharga bagi Allah. Semuanya naik tidak dalam kemurnian yang tak bernoda, dan kecuali Perantara yang berada di sebelah kanan Allah mempersembahkan dan memurnikan semua orang dengan kebenaran-Nya, semuanya tidak akan berkenan kepada Allah. Semua dupa dari kemah-kemah duniawi harus dibasuh dengan tetesan darah Kristus yang menyucikan. Ia memegang di hadapan Bapa pedupaan dari jasa-jasa-Nya sendiri, yang di dalamnya tidak ada noda kerusakan duniawi. Ia mengumpulkan doa-doa, pujian, dan pengakuan umat-Nya ke dalam pedupaan ini, dan dengan ini Ia menaruh kebenaran-Nya sendiri yang tak bercacat. Kemudian, setelah diharumkan dengan jasa-jasa pendamaian Kristus, pedupaan itu naik ke hadapan Allah dengan sempurna dan sepenuhnya dapat diterima. Kemudian jawaban-jawaban yang penuh kasih karunia pun diberikan sebagai balasannya.
Oh, kiranya semua orang dapat melihat bahwa segala sesuatu yang dalam ketaatan, dalam pertobatan, dalam pujian dan ucapan syukur harus diletakkan di atas api kebenaran Kristus yang menyala-nyala. Keharuman kebenaran ini naik seperti awan di sekitar tutup pendamaian. (Ms 50, 1900). 6BC 1077.12, 13, 1078.1, 2
….Ya, Kristus telah menjadi perantara doa antara manusia dan Allah. Ia juga telah menjadi perantara berkat antara Allah dan manusia. Ia telah menggabungkan keilahian dan kemanusiaan. Manusia harus menjadi rekan sekerja Allah dalam keselamatan jiwa mereka sendiri, dan kemudian berusaha dengan sungguh-sungguh, tekun, dan tak kenal lelah untuk menyelamatkan mereka yang hampir binasa. (Letter 22, 1898). 6BC 1078.8
ROMA 8
Hidup oleh Roh
1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. 5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. 6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. 8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. 9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. 10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. 11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. 12 Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. 13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup. 14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!” 16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. 17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.
Pengharapan anak-anak Allah
18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. 19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. 20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, 21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. 22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. 23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. 24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? 25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. 28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. 29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Keyakinan iman
31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” 37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. 38 Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, 39 atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Obedience Not Bondage—No one who believes in Jesus Christ is under bondage to the law of God; for His law is a law of life, not of death, to those who obey its precepts. All who comprehend the spirituality of the law, all who realize its power as a detector of sin, are in just as helpless a condition as is Satan himself, unless they accept the atonement provided for them in the remedial sacrifice of Jesus Christ, who is our atonement—at-one-ment with God.
Through faith in Christ obedience to every principle of the law is made possible (Manuscript 122, 1901). 6BC 1077.5, 6.
Privileges for God’s Obedient Children—God loves His obedient children. He has a kingdom prepared, not for disloyal subjects, but for His children whom He has tested and tried in a world marred and corrupted by sin. As obedient children, we have the privilege of relationship with God. “If children,” He says, “then heirs” to an immortal inheritance…. Christ and His people are one. (Letter 119, 1897). 6BC 1077.8
Intercession of Christ and His Spirit—Christ Jesus is represented as continually standing at the altar, momentarily offering up the sacrifice for the sins of the world. He is a minister of the true tabernacle which the Lord pitched and not man. The typical shadows of the Jewish tabernacle no longer possess any virtue. A daily and yearly typical atonement is no longer to be made, but the atoning sacrifice through a mediator is essential because of the constant commission of sin. Jesus is officiating in the presence of God, offering up His shed blood, as it had been a lamb slain. Jesus presents the oblation offered for every offense and every shortcoming of the sinner.
Christ, our Mediator, and the Holy Spirit are constantly interceding in man’s behalf, but the Spirit pleads not for us as does Christ who presents His blood, shed from the foundation of the world; the Spirit works upon our hearts, drawing out prayers and penitence, praise and thanksgiving. The gratitude which flows from our lips is the result of the Spirit striking the cords of the soul in holy memories, awakening the music of the heart.
The religious services, the prayers, the praise, the penitent confession of sin ascend from true believers as incense to the heavenly sanctuary; but passing through the corrupt channels of humanity, they are so defiled that unless purified by blood, they can never be of value with God. They ascend not in spotless purity, and unless the Intercessor who is at God’s right hand presents and purifies all by His righteousness, it is not acceptable to God. All incense from earthly tabernacles must be moist with the cleansing drops of the blood of Christ. He holds before the Father the censer of His own merits, in which there is no taint of earthly corruption. He gathers into this censer the prayers, the praise, and the confessions of His people, and with these He puts His own spotless righteousness. Then, perfumed with the merits of Christ’s propitiation, the incense comes up before God wholly and entirely acceptable. Then gracious answers are returned.
O, that all may see that everything in obedience, in penitence, in praise and thanksgiving must be placed upon the glowing fire of the righteousness of Christ. The fragrance of this righteousness ascends like a cloud around the mercy seat. (Manuscript 50, 1900). 6BC 1077.12, 13, 1078.1, 2
….Yes, Christ has become the medium of prayer between man and God. He also has become the medium of blessing between God and man. He has combined divinity and humanity. Men are to be co-laborers with God in the salvation of their own souls, and then make earnest, persevering, untiring efforts to save those who are ready to perish (Letter 22, 1898). 6BC 1078.8.