Ayat Bacaan EFESUS 2, 3
Pikiran harus dididik untuk menghidupkan iman dan bukannya memelihara keraguan, kecurigaan, dan kecemburuan. Kita terlalu cenderung menganggap rintangan sebagai sesuatu yang mustahil. Memiliki iman pada janji-janji Allah, untuk maju dengan iman, terus maju tanpa diatur oleh keadaan, adalah pelajaran yang sulit dipelajari. Namun, merupakan keharusan positif bahwa setiap anak Allah harus mempelajari pelajaran ini. Kasih karunia Allah melalui Kristus harus selalu dihargai, karena itu diberikan kepada kita sebagai satu-satunya jalan untuk mendekati Allah….
Inilah kebenaran yang akan menyingkapkan pokok bahasan itu ke dalam pikiran mu jika engkau tidak menutupnya dari sinar terang. Hidup kekal adalah anugerah yang tak terbatas. Ini menempatkannya di luar kemungkinan kita untuk memperolehnya, karena itu tidak terbatas. Itu tentu harus menjadi anugerah. Sebagai anugerah, itu harus diterima dengan iman, dan rasa syukur serta pujian harus dipersembahkan kepada Allah…
Iman yang disebutkan dalam Firman Allah menyerukan kehidupan di mana iman kepada Kristus adalah prinsip yang aktif dan hidup. Adalah kehendak Allah bahwa iman kepada Kristus akan disempurnakan melalui perbuatan; Ia menghubungkan keselamatan dan kehidupan kekal bagi barangsiapa yang percaya, dengan karya-karya ini, dan melalui karya-karya ini menyediakan terang kebenaran untuk menjangkau segala suku dan bangsa. Ini adalah buah dari pekerjaan Roh Allah.
Kita menunjukkan iman kita kepada Allah dengan menaati perintah-perintah-Nya. Iman selalu dinyatakan dalam kata-kata dan perbuatan. Iman menghasilkan hasil-hasil nyata, karena merupakan unsur penting dalam kehidupan. Kehidupan yang dibentuk oleh iman mengembangkan tekad untuk maju, untuk terus maju, mengikuti jejak Kristus….
Dan bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya, Ia akan melakukan “jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.” Efesus 3:20. RH, 17 Maret 1910; HP 109.2-4, FW 27.2, COL 397.2.
EFESUS 2
Semuanya adalah kasih karunia
1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. 2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. 4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan-– 6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. 8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
Dipersatukan di dalam Kristus
11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — 12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. 13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. 14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, 15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, 16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. 17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”, 18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. 19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. 21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. 22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.
EFESUS 3
Rahasia panggilan orang-orang bukan Yahudi
1 Itulah sebabnya aku ini, Paulus, orang yang dipenjarakan karena Kristus Yesus untuk kamu orang-orang yang tidak mengenal Allah 2 –memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, 3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat. 4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus. 7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. 8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu, 9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu, 10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga, 11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. 12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya. 13 Sebab itu aku minta kepadamu, supaya kamu jangan tawar hati melihat kesesakanku karena kamu, karena kesesakanku itu adalah kemuliaanmu.
Doa Paulus
14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, 15 yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya. 16 Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah. 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita, 21 bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.
The mind should be educated to exercise faith rather than to cherish doubt, suspicion, and jealousy. We are too prone to regard obstacles as impossibilities. To have faith in the promises of God, to go forward by faith, pressing on without being governed by circumstances, is a lesson hard to learn. Yet it is a positive necessity that every child of God should learn this lesson. The grace of God through Christ is ever to be cherished, for it is given us as the only way of approaching God….
Here is truth that will unfold the subject to your mind if you do not close it to the rays of light. Eternal life is an infinite gift. This places it outside the possibility of our earning it, because it is infinite. It must necessarily be a gift. As a gift it must be received by faith, and gratitude and praise be offered to God…
The faith mentioned in God’s Word calls for a life in which faith in Christ is an active, living principle. It is God’s will that faith in Christ shall be made perfect by works; He connects the salvation and eternal life of those who believe, with these works, and through them provides for the light of truth to go to all countries and peoples. This is the fruit of the workings of God’s Spirit.
We show our faith in God by obeying His commands. Faith is always expressed in words and actions. It produces practical results, for it is a vital element in the life. The life that is molded by faith develops a determination to advance, to go forward, following in the footsteps of Christ…
And for those who trust in Him He will do “exceeding abundantly above all that we ask or think.” Ephesians 3:20. RH, March. 17,1910; HP 109.2-4, FW 27.2, COL 397.2