Ayat Bacaan IBRANI 4
Sabat didirikan pada saat penciptaan-Sabat tidak diperkenalkan sebagai lembaga baru tetapi telah didirikan pada saat penciptaan. Sabat harus diingat dan dirayakan sebagai peringatan akan pekerjaan Sang Pencipta. Menunjuk kepada Allah sebagai Pencipta langit dan bumi, Sabat membedakan Allah yang benar dari semua allah palsu. Semua orang yang memelihara hari ketujuh menandakan dengan perbuatan ini bahwa mereka adalah penyembah Allah. Jadi Sabat adalah tanda kesetiaan manusia kepada Allah selama masih ada manusia di bumi yang melayani-Nya. Perintah keempat adalah satu-satunya dari kesepuluh perintah yang di dalamnya ditemukan nama dan gelar Pemberi Hukum. Itulah satu-satunya yang menunjukkan dengan wewenang siapa hukum itu diberikan. Jadi, Sabat berisi meterai Allah, yang dibubuhkan pada hukum-Nya sebagai bukti keaslian dan kekuatan mengikatnya. PP 307.2.
Kepatuhan pada Allah atau Manusia?—Kepatuhan Kristus kepada Bapa-Nya adalah kepatuhan yang sama yang dikehendaki dari umat manusia. Manusia tidak dapat mengatasi godaan Setan tanpa kuasa ilahi untuk berpadu dengan sarana-Nya. Begitu pula dengan Yesus Kristus; Dia dapat memegang kuasa ilahi. Ia datang ke dunia kita bukan dengan wujud ilahi untuk memberikan ketaatan yang lebih rendah kepada Allah yang lebih tinggi, tetapi sebagai manusia untuk menaati hukum suci Allah, dan dengan cara ini Ia adalah teladan kita. Tuhan Yesus datang ke dunia kita, bukan untuk menyatakan apa yang dapat dilakukan Ketuhanan, tetapi apa yang dapat dilakukan manusia, melalui iman kepada kuasa Allah untuk menolong dalam setiap keadaan darurat. Manusia, melalui iman, harus mengambil bagian dalam kodrat ilahi, untuk mengatasi setiap godaan yang menimpanya. 7BC 929.6.
Sekarang ini, Allah menghendaki agar setiap putra dan putri Adam, melalui iman kepada Yesus Kristus, melayani Dia dalam kodrat manusia yang sekarang kita miliki. Tuhan Yesus telah menjembatani jurang yang telah dibuat oleh dosa. Ia telah menghubungkan bumi dengan surga, dan manusia yang terbatas dengan Allah yang tidak terbatas. Yesus, Penebus dunia, telah dapat menaati perintah-perintah Allah dengan cara yang sama seperti manusia dapat menaatinya. (MS 1, 1892). 7BC 929.7.
Memotong Kelebihan Diri—Kebenaran yang hidup harus dibawa ke dalam kehidupan, dan Firman, seperti pedang bermata dua yang tajam, harus memotong kelebihan diri yang ada dalam tabiat kita. [Ibrani 4:12]. (LT 5, 1897). 7BC 928.9.
Kuasa Firman yang Mengubahkan—Firman membuat orang yang sombong menjadi rendah hati, orang yang jahat menjadi lemah lembut dan bertobat, menyesal akan dosanya, orang yang tidak taat menjadi taat. Kebiasaan berdosa yang alami bagi manusia terjalin erat dengan praktik hidup sehari-hari. Namun, Firman memotong hawa nafsu kedagingan. Firman adalah pembeda pikiran dengan maksud pikiran. Firman membelah sendi-sendi dan sumsum, memotong hawa nafsu kedagingan, membuat manusia rela menderita bagi Allah mereka. (MS 42, 1901). 7BC 928.10
IBRANI 4
Hari perhentian yang disediakan Allah
1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. 2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. 3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4 Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” 5 Dan dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.” 6 Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka. 7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” 8 Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. 9 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. 10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. 11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Yesus sebagai Imam Besar
14 Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. 15 Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
The Sabbath founded at creation-The Sabbath is not introduced as a new institution but as having been founded at creation. It is to be remembered and observed as the memorial of the Creator’s work. Pointing to God as the Maker of the heavens and the earth, it distinguishes the true God from all false gods. All who keep the seventh day signify by this act that they are worshipers of Jehovah. Thus the Sabbath is the sign of man’s allegiance to God as long as there are any upon the earth to serve Him. The fourth commandment is the only one of all the ten in which are found both the name and the title of the Lawgiver. It is the only one that shows by whose authority the law is given. Thus it contains the seal of God, affixed to His law as evidence of its authenticity and binding force. PP 307.2.
The Obedience of a God or a Man?—The obedience of Christ to His Father was the same obedience that is required of man. Man cannot overcome Satan’s temptations without divine power to combine with his instrumentality. So with Jesus Christ; He could lay hold of divine power. He came not to our world to give the obedience of a lesser God to a greater, but as a man to obey God’s holy law, and in this way He is our example. The Lord Jesus came to our world, not to reveal what a God could do, but what a man could do, through faith in God’s power to help in every emergency. Man is, through faith, to be a partaker in the divine nature, and to overcome every temptation wherewith he is beset. 7BC 929.6
The Lord now demands that every son and daughter of Adam, through faith in Jesus Christ, serve Him in human nature which we now have. The Lord Jesus has bridged the gulf that sin has made. He has connected earth with heaven, and finite man with the infinite God. Jesus, the world’s Redeemer, could only keep the commandments of God in the same way that humanity can keep them. (Manuscript 1, 1892). 7BC 929.7
Cutting Away the Surplus of Self—Practical truth must be brought into the life, and the Word, like a sharp, two-edged sword, must cut away the surplus of self that there is in our characters. [Hebrews 4:12]. (Letter 5, 1897). 7BC 928.9
Transforming Power of the Word—The Word makes the proud humble, the perverse meek and contrite, the disobedient obedient. The sinful habits natural to man are interwoven with the daily practice. But the Word cuts away the fleshly lusts. It is a discerner of the thoughts and intents of the mind. It divides the joints and marrow, cutting away the lusts of the flesh, making men willing to suffer for their Lord. (Manuscript 42, 1901). 7BC 928.10