Renungan Petang 3 Februari 2025

MENCARI PERKENANAN ALLAH SAJA

Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.” Galatia 1:10.

“Allah memiliki pekerjaan bagi umat-Nya untuk dilakukan. Mereka harus menyatakan kebenaran dalam kemurniannya. Pekerjaan memberitakan Kristus dan Dia yang telah disalibkan harus menjadi pekerjaan tertinggi, termegah, dan terpenting yang harus dilakukan di dunia kita. Kita membutuhkan iman yang dalam dan sungguh-sungguh, iman yang percaya kepada Firman Allah, iman yang mengikat jiwa dalam persatuan yang erat dengan hati Kristus yang sempurna dan sangat akrab dengan kemanusiaan.” 14LtMs, Ms 165, 1899, par.  20.

“Saya menyajikan di hadapanmu kehidupan penyangkalan diri, kerendahan hati dan pengorbanan, dari Tuhan kita yang ilahi. Yang Mulia Surga, Sang Raja kemuliaan, telah meninggalkan kekayaan-Nya, kemegahan-Nya, kehormatan dan kemuliaan-Nya, dan, demi menyelamatkan manusia yang berdosa, telah merendahkan diri kepada kehidupan yang rendah hati, miskin dan malu; “yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia.” (Galatia 1:10). Oh! Lalu mengapa kita begitu sensitif terhadap pencobaan dan celaan, rasa malu dan penderitaan, sementara Tuhan kita telah memberi kita contoh seperti itu? Siapa yang ingin masuk ke dalam sukacita Tuhan mereka sementara mereka tidak mau mengambil bagian dalam penderitaan-Nya? Itulah hamba yang tidak mau tunduk untuk menanggung kerendahan hati dan rasa malu dan celaan yang ditanggung Tuan mereka tanpa pamrih bagi mereka! Sungguh malang! Hamba yang mundur dari kehidupan yang rendah hati dan berkorban yang sebenarnya adalah untuk kebahagiaan kekalnya sendiri, sehingga ia akhirnya dapat memperoleh pahala yang sangat besar dan kekal! Bahasa hati saya adalah, Biarkan saya mengambil bagian bersama Kristus dalam penderitaan-Nya, sehingga saya akhirnya dapat berbagi kemuliaan dengan-Nya.”

“Kebenaran Allah tidak akan pernah menjadi populer di dunia ini. Hati alamiah akan selalu cenderung untuk menentang kebenaran. Saya bersyukur kepada Allah bahwa kita diharuskan untuk meninggalkan cinta dunia, dan kesombongan hati, dan segala sesuatu yang mengarah pada penyembahan berhala, untuk dapat menjadi pengikut Manusia Kalvari. Barangsiapa yang menaati kebenaran tidak akan pernah dicintai dan dihormati oleh dunia. “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku,” (Matius 16:24), telah terdengar dari bibir Guru ilahi, saat ia berjalan dengan rendah hati di antara anak-anak manusia. Ya, ikutilah Teladan kita ini. Apakah ia mencari pujian dan penghormatan dari manusia? Oh, tidak! Apakah kita malah mau mencari penghormatan atau pujian dari orang-orang duniawi?” T18 199.1-200.1.

“For do I now persuade men, or God? or do I seek to please men? for if I yet pleased men, I should not be the servant of Christ.” Galatians 1:10.

“The Lord has a work for His people to do. They are to make known the truth in its purity. The work of preaching Christ and Him crucified is to be the highest, grandest, and most important work ever done in our world. We have need of deep, earnest faith, faith which believes in God’s Word, faith which binds the soul in close union with the perfect, divine-human heart of Christ.” 14LtMs, Ms 165, 1899, par. 20.

I present before you the life of self-denial, of humility and sacrifice, of our divine Lord. The Majesty of Heaven, the King of glory, left his riches, his splendor, his honor and glory, and, in order to save sinful man, condescended to a life of humility, poverty and shame; “who, for the joy that was set before him, endured the cross, despising the shame.” Oh! why are we so sensitive of trial and of reproach, of shame and of suffering, when our Lord has given us such an example? Who  would wish to enter into the joy of their Lord while they were unwilling to partake of his sufferings? The servant unwilling to submit to bear the humility and shame and reproach their Master bore unselfishly for them! What! the servant shrinking from a life of humility and sacrifice which is for his own eternal happiness, that he may finally obtain an exceeding great and eternal reward! The language of my heart is, Let me be a partaker with Christ of his sufferings, that I may finally share the glory with him.”

“The truth of God has never been popular with the world. The natural heart is ever averse to the truth. I thank God that we must leave the love of the world, and pride of heart, and everything which tendeth to idolatry, in order to be followers of the Man of Calvary. Those who obey the truth will never be loved and honored of the world. From the lips of the divine Teacher was heard, as he walked in humility among the children of men, “Whosoever will be my disciple, let him take up his cross, and follow me.” Yes, follow our Exampler. Was he seeking for praise and honor of men? Oh, no! Shall we then seek for honor or praise from worldlings? T18 199.1-200.1.