Renungan Pagi 6 Februari 2025

SUDAHKAH KITA MEMBUKA PINTU HATI KITA BAGI YESUS?

Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” Wahyu 3:20.

“Yesus berkata, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok.” Maukah kita mempersilahkan Dia untuk masuk? Dia tidak ingin kita berdiri saat ini, di tengah bahaya akhir zaman, dengan kekuatan kita sendiri yang terbatas…. Merupakan hak istimewa kita untuk berjalan di bawah terang sinar matahari hadirat-Nya, dan untuk menenun ke dalam tabiat yang kita bentuk benang emas keceriaan, rasa syukur, kesabaran, dan kasih. Dengan demikian kita dapat menunjukkan kuasa kasih karunia ilahi, dan memantulkan terang dari Surga di tengah segala keresahan dan kekesalan yang datang kepada kita hari demi hari….” RH 24 November 1885.

“Setiap peringatan, teguran, dan permohonan dalam Firman Allah, atau melalui utusan-utusan-Nya, adalah ketukan di pintu hati; itu adalah suara Yesus, yang meminta untuk masuk. Dengan setiap ketukan yang tidak diindahkan, tekadmu untuk membuka pun menjadi semakin lemah. Jika suara Yesus tidak diindahkan terus menerus, maka suara itu menjadi tercampur dalam pikiran dengan banyak suara lainnya, dengan segenap persoalan dan urusan dunia yang menyita perhatian, dan keyakinan pun menjadi sirna. Hati menjadi kurang mudah terpengaruh, dan jatuh ke dalam keadaan ketidaksadaran yang berbahaya tentang singkatnya waktu, dan tentang kekekalan yang agung di akhirat.” RH 2 November 1886, 7BC 967.1.

“Banyak orang memiliki begitu banyak sampah yang menumpuk di pintu hati sehingga mereka tidak dapat menerima Yesus. Beberapa orang memiliki kesulitan yang harus disingkirkan perihal hubungan antara diri mereka dan saudara-saudara mereka; yang lain memiliki sifat pemarah, kesombongan, ketamakan; dan bagi yang lain, cinta akan dunialah yang menghalangi jalan masuk. Semua ini harus disingkirkan, sebelum mereka dapat membuka pintu dan menyambut Juruselamat masuk.Betapa berharganya janji, “Aku akan masuk mendapatkannya, dan makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama Aku.” Oh, sungguh indahnya kasih ini, yakni kasih Allah yang ajaib! Terlepas dari segala kesuaman dan dosa-dosa kita, Dia berkata, Kembalilah kepada-Ku, dan Aku akan kembali kepadamu, dan akan menyembuhkan segenap kesalahanmu.” RH 4 September 1883.

“Pekerjaan kita adalah untuk membuka pintu hati dan membiarkan Yesus masuk. Dia sedang mengetuk pintu untuk masuk…. Maukah engkau membukakan pintu bagi-Nya? Yesus sedang berdiri di pintu hatimu. Biarkan Dia masuk, sebagai Tamu surgawi.” Letter 110, 1893. OHC 352.

Behold, I stand at the door, and knock: if any man hear my voice, and open the door, I will come in to him, and will sup with him, and he with me.” Revelation 3:20.

“Jesus says, “Behold, I stand at the door, and knock.” Will we let Him in? He would not have us stand at this time, amid the perils of the last days, in our own finite strength…. It is our privilege to walk in the sunshine of His presence, and to weave into the characters we are forming the golden threads of cheerfulness, gratitude, forbearance, and love. We may thus show the power of divine grace, and reflect light from Heaven amid all the frets and irritations that come to us day by day….” RH November 24, 1885.

“Every warning, reproof, and entreaty in the Word of God, or through His delegated messengers, is a knock at the door of the heart; it is the voice of Jesus, asking for entrance. With every knock unheeded, your determination to open becomes weaker and weaker. If the voice of Jesus is not heeded at once, it becomes confused in the mind with a multitude of other voices, the world’s care and business engross the attention, and conviction dies away. The heart becomes less impressible, and lapses into a perilous unconsciousness of the shortness of time, and of the great eternity beyond.” RH November 2, 1886, 7BC 967.1.

“Many have so much rubbish piled up at the door of the heart that they cannot admit Jesus. Some have difficulties between themselves and their brethren to remove; others have evil tempers, pride, covetousness; with others, love of the world bars the entrance. All this must be taken away, before they can open the door and welcome the Saviour in.How precious is the promise, “I will come in to him, and will sup with him, and he with me.” Oh, the love, the wondrous love of God! After all our lukewarmness and sins He says, Return unto Me, and I will return unto thee, and will heal all thy backslidings.” RH September 4, 1883.

“Our work is to open the door of the heart and let Jesus come in. He is knocking for entrance…. Will you open the door? Jesus is standing at the door of your heart. Let Him in, the heavenly Guest.” Letter 110, 1893. OHC 352.