Renungan Pagi 16 Februari 2025

KARUNIA PALING BERHARGA YANG DAPAT DITERIMA MANUSIA

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.” Yohanes 14:16, 17.

“Selama masa pemerintahan orang Yahudi, pengaruh Roh Allah telah terlihat dengan jelas, tetapi belum sepenuhnya. Selama berabad-abad doa telah dipanjatkan untuk penggenapan janji Allah untuk memberikan Roh-Nya, dan tidak satu pun dari permohonan yang sungguh-sungguh ini telah dilupakan.”

“Kristus memutuskan bahwa ketika Ia naik dari bumi ini, Ia akan memberikan karunia kepada mereka yang telah percaya kepada-Nya dan kepada barangsiapa yang mau percaya kepada-Nya.” ST 1 Desember 1898, par. 1-2.

“… Roh Kudus diutus sebagai harta yang paling berharga yang dapat diterima manusia.”

“Roh Kudus akan turun ke atas barangsiapa yang mengasihi Kristus. Dengan ini mereka akan memenuhi syarat, di dalam dan melalui pemuliaan Kepala mereka, untuk menerima setiap karunia yang diperlukan untuk memenuhi misi mereka. Pemberi Hidup memegang di tangan-Nya bukan hanya kunci kematian, tetapi segenap surga dengan berkat-berkat yang melimpah. Segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Nya, dan setelah mengambil tempat-Nya di istana surgawi, Dia dapat memberikan berkat-berkat ini kepada semua orang yang menerima-Nya. Jemaat ketika itu dibaptis dengan kuasa Roh. Para murid diperlengkapi untuk pergi dan memberitakan Kristus, pertama-tama di Yerusalem, di mana pekerjaan memalukan yang tidak menghormati Raja yang sah telah dilakukan, dan kemudian sampai ke seluruh penjuru bumi. Bukti penobatan Kristus di kerajaan perantara-Nya diberikan. Allah bersaksi tentang pekerjaan besar pendamaian dalam mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dengan memberikan para pengikut Kristus suatu pengertian yang benar tentang kerajaan yang sedang Ia dirikan di bumi, yang fondasinya telah diletakkan oleh tangan-Nya sendiri.” BEcho 22 Mei 1899, par. 8-9, ML 36.

And I will pray the Father, and he shall give you another Comforter, that he may abide with you for ever; even the Spirit of truth; whom the world cannot receive, because it seeth him not, neither knoweth him: but ye know him; for he dwelleth with you, and shall be in you.” John 14:16, 17.

“During the Jewish economy the influence of God’s Spirit had been seen in a marked manner, but not in full. For ages prayers had been offered for the fulfillment of God’s promise to impart His Spirit, and not one of these earnest supplications had been forgotten.”

“Christ determined that when He ascended from this earth He would bestow a gift on those who had believed on Him and those who should believe on Him.” ST December 1, 1898, par.1-2.

“… The Holy Spirit was sent as the most priceless treasure man could receive.”

“The Holy Spirit was to descend on those who love Christ. By this they would be qualified, in and through the glorification of their Head, to receive every endowment necessary for the fulfilling of their mission. The Life-giver held in His hand not only the keys of death, but a whole heaven of rich blessings. All power in heaven and earth was given to Him, and having taken His place in the heavenly courts, He could dispense these blessings to all who receive Him. The church was baptised with the Spirit’s power. The disciples were fitted to go forth and proclaim Christ, first in Jerusalem, where the shameful work of dishonouring the rightful King had been done, and then to the uttermost parts of the earth. The evidence of the enthronement of Christ in His mediatorial kingdom was given. God testified to the great work of atonement in reconciling the world to Himself, by giving Christ’s followers a true understanding of the kingdom which He was establishing upon the earth, the foundation of which His own hand had laid.” BEcho May 22, 1899, par. 8-9, ML 36.