Renungan Pagi 11 Maret 2025

PILIHLAH UNTUK MENGABDI KEPADA ALLAH DAN JANGAN KEPADA MAMON

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Matius 6:24.

“Ini bukan berarti bahwa orang-orang yang melayani Allah harus memutuskan semua urusan pekerjaannya. Ini berarti bahwa segala hal yang mereka lakukan untuk mengamankan hal-hal duniawi harus dijadikan hal yang sekunder demi melayani Allah, dan bahwa dalam segala urusan mereka mereka harus menunjukkan bahwa mereka memiliki hubungan yang kudus dengan surga. Ini berarti bahwa mereka harus menggunakan segenap sarana yang dipercayakan kepada mereka sebagai sarana Allah untuk memenangkan jiwa bagi Kristus (dan untuk) memancarkan terang bagi semua orang di sekitar mereka, dengan menjaga kehidupan mereka tetap murni dan lurus, dan membawa kemuliaan Kristus ke dalam segala hal yang mereka lakukan ataupun kerjakan. Mereka tidak boleh pernah lupa bahwa mereka adalah surat-surat hidup yang harus diketahui dan dibaca oleh semua orang. Mereka tidak boleh membiarkan apa pun menghalangi mereka untuk taat kepada Allah. Apakah kekayaan tampak menarik bagimu? Kristus telah menjanjikanmu kekayaan kekal di kerajaan surga. Apakah engkau ingin memperpanjang hidupmu? Kristus telah menjanjikanmu kehidupan kekal jika saja engkau mau percaya kepada-Nya dan menaati firman-Nya. Barangsiapa yang menderita bersama-Nya dalam hidup ini maka suatu hari nanti akan dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan dan akan diberikan jalan masuk yang berlimpah ke dalam kota Allah, untuk hidup kekal selama-lamanya bersama umat tebusan.” 4LtMs, Ms 10, 1885, par. 12.

“Kristus tidak mengatakan bahwa manusia tidak boleh atau tidak akan melayani dua tuan, tetapi memang tidak akan bisa (tidak dapat) melayani dua tuan. Kepentingan Allah dan kepentingan mamon sama sekali tidak memiliki persatuan atau perhubungan sedikitpun. Tepat di mana hati nurani orang Kristen memperingatkannya untuk menahan diri, untuk menyangkal dirinya, untuk berhenti, di sanalah orang duniawi justru melangkah melewati batas, untuk menuruti kecenderungan egoisnya. Di satu sisi garis batas terdapatlah pengikut Kristus yang menyangkal diri; di sisi lainnya terdapat para pecinta dunia yang memanjakan diri, menuruti mode, terlibat dalam kesembronoan, dan memanjakan dirinya dalam kesenangan yang terlarang. Di sisi garis batas itulah orang Kristen tidak bisa pergi.” MB 93.2.

No man can serve two masters: for either he will hate the one, and love the other; or else he will hold to the one, and despise the other. Ye cannot serve God and mammon.” Matthew 6:24.

“This does not mean that those who serve God must sever all business connections. It means that all that they do in securing the earthly is to be made secondary to the business of serving God, and that in their business they are to show that they have a sacred connection with heaven. It means that they are to use their entrusted means as the Lord’s means to win souls to Christ (and to) shed light on all around them, keeping their lives pure and upright, and bringing the nobility of Christ into all that they do. Never are they to forget that they are living epistles to be known and read of all men. Never are they to allow anything to come between them and obedience to God. Do riches look desirable to you? Christ promises you eternal riches in the kingdom of heaven. Do you desire to prolong your life? Christ promises you immortal life if you will believe on Him and obey His words. Those who suffer with Him in this life will one day be crowned with glory and honor and will be given an abundant entrance into the city of God, to live forever with the redeemed.” 4LtMs, Ms 10, 1885, par. 12.

“Christ does not say that man will not or shall not serve two masters, but that he cannot. The interests of God and the interests of mammon have no union or sympathy. Just where the conscience of the Christian warns him to forbear, to deny himself, to stop, just there the worldling steps over the line, to indulge his selfish propensities. On one side of the line is the self-denying follower of Christ; on the other side is the self-indulgent world lover, pandering to fashion, engaging in frivolity, and pampering himself in forbidden pleasure. On that side of the line the Christian cannot go.” MB 93.2.

***