JANGAN MENGHAKIMI
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” Matius 7:1-2.
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.” (Matius 7:1). Jangan menganggap dirimu lebih baik daripada orang lain, dan menjadikan dirimu sebagai hakim mereka. Karena kamu tidak dapat membedakan motif, maka kamu pun tidak mampu menghakimi orang lain. Dengan mengkritiknya, kamu sedang menjatuhkan hukuman atas dirimu sendiri; karena kamu menunjukkan bahwa kamu adalah bagian dari Setan, yang adalah penuduh saudara-saudara seiman. Tuhan berkata, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman; ujilah dirimu sendiri.” Inilah pekerjaan kita. “Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.” 2 Korintus 13:5; 1 Korintus 11:31…” DA 314.1.
“Ungkapan penghakiman, kritik, dan kutukan yang tidak murah hati dan tidak Kristiani terhadap orang lain, jika tidak bertobat, akan menenggelamkan jiwa dalam kehancuran. Kesalehan orang yang mengutuk orang lain seperti itu, diukur dari motif yang tersembunyi, rencana rahasia, dan rencana jahat terhadap orang-orang yang menjadi musuhnya. Nilai dari perilakunya, pengaruh nyata dari hidupnya, diringkas sebagai kekurangan oleh Allah surga, yang membaca rahasia setiap jiwa. …” RH 16 Agustus 1892, par. 4.
“Ada berbagai macam cara untuk menyesatkan diri sendiri; dan salah satu cara yang paling merusak untuk melumpuhkan kegunaan kita adalah dengan memupuk perkataan jahat dan kritik terhadap orang lain. Barangsiapa yang telah melakukan ini harus merendahkan hati mereka di hadapan Allah, dan gantinya mencela orang lain, haruslah mengenakannya terhadap diri mereka sendiri…” RH 16 Agustus 1892, par. 6.
“Marilah kita bertanya dengan penuh hormat, Apa yang Allah kehendaki dari saya dalam hubungan saya dengan saudara saya? Kata-kata petunjuk yang jelas, aturan-aturan yang diberikan untuk mengatur perilaku kita dalam ajaran-ajaran Kristus, akan kita hadapi di penghakiman, betapapun kita mengabaikannya di sini.” RH 16 Agustus 1892, par. 10.
“Judge not, that ye be not judged. For with what judgment ye judge, ye shall be judged: and with what measure ye mete, it shall be measured to you again.” Matthew 7:1-2.
“Judge not, that ye be not judged.” Do not think yourself better than other men, and set yourself up as their judge. Since you cannot discern motive, you are incapable of judging another. In criticizing him, you are passing sentence upon yourself; for you show that you are a participant with Satan, the accuser of the brethren. The Lord says, “Examine yourselves, whether ye be in the faith; prove your own selves.” This is our work. “If we would judge ourselves, we should not be judged.” 2 Corinthians 13:5; 1 Corinthians 11:31.” DA 314.1.
“Ungenerous, unchristian expressions of judgment, of criticism, of condemnation of others, if not repented of, will sink the soul in ruin. The piety of the man who thus condemns others, is measured by the hidden motives, the secret plans and plottings of evil against those with whom he is at enmity. The value of his conduct, the real influence of his life, is summed up as wanting by the Lord of heaven, who reads the secrets of every soul. ….” RH August 16, 1892, par. 4.
“There is a great variety of ways of deceiving self; and one of the most ruinous ways to cripple our usefulness is to cultivate evil speaking and criticism of others. Those who have done this must humble their hearts before God, and instead of denouncing others, must proclaim against themselves.” RH August 16, 1892, par. 6.
“Let us reverently inquire, What does the Lord require of me in my relation to my brother? The plain words of instruction, the rules given to govern our conduct in the teachings of Christ, will confront us in the judgment, however much we may disregard them here.” RH August 16, 1892, par. 10.
***