Renungan Petang 3 April 2025

AGAR KITA MENGERTI TUJUAN KITA DICIPTAKAN

Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Yohanes 15:2.

“Allah bermaksud melalui Kristus agar manusia yang jatuh harus mengalami pencobaan lain. Banyak orang salah mengerti tentang tujuan mereka diciptakan. Tujuannya adalah untuk memberkati manusia dan memuliakan Allah, bukan untuk menikmati dan memuliakan diri sendiri. Allah terus-menerus memangkas umat-Nya, memotong cabang-cabang yang lebat dan menyebar, agar mereka dapat menghasilkan buah bagi kemuliaan-Nya dan tidak hanya menghasilkan daun saja. Allah memangkas kita dengan kesedihan, kekecewaan dan penderitaan, agar pertumbuhan sifat-sifat tabiat yang keras dan jahat dapat dilemahkan dan agar sifat-sifat yang lebih baik dapat memiliki kesempatan untuk berkembang. Berhala-berhala harus ditinggalkan, hati nurani harus menjadi lebih lembut, perenungan hati harus bersifat rohani, dan seluruh tabiat harus menjadi simetris. Mereka yang benar-benar rindu untuk memuliakan Allah akan bersyukur atas terungkapnya setiap berhala dan setiap dosa, agar mereka dapat melihat kejahatan-kejahatan ini dan menyingkirkannya; tetapi hati yang terbagi malah akan memohon untuk dimaklumkan pada pemanjaan dan bukannya mengadakan penyangkalan diri.” 1TT 513.1.

“Jika kita adalah ranting-ranting dalam Pokok Anggur yang Benar, maka kita akan menghasilkan buah yang harum; Roh Kudus mengilhami semua orang yang adalah ranting-ranting dalam Kristus Yesus. Kita memperoleh dukungan dan kekuatan dari-Nya. Jika, melalui buah-buah kita, kita menunjukkan bahwa kita adalah ranting-ranting Pokok Anggur yang Benar, maka kita akan memiliki surat kepercayaan ilahi; kita memiliki kesaksian bahwa jalan-jalan kita menyenangkan Allah. “Setiap ranting,” kata-Nya, “yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” [Yohanes 15:2.] Sang Guru memangkas ranting-ranting-Nya yang benar, menggerakkan akar-akarnya, membersihkan, memurnikannya supaya ia dapat menghasilkan lebih banyak buah. Dan buah itu dapat bertahan.” 7LtMs, Lt 16e, 1892, par. 10.

Every branch in me that beareth not fruit he taketh away: and every branch that beareth fruit, he purgeth it, that it may bring forth more fruit.” John 15:2.

“God purposed through Christ that fallen man should have another trial. Many misunderstand the object for which they were created. It was to bless humanity and glorify God, rather than to enjoy and glorify self. God is constantly pruning His people, cutting off profuse, spreading branches, that they may bear fruit to His glory and not produce leaves only. God prunes us with sorrow, with disappointment and affliction, that the outgrowth of strong, perverse traits of character may be weakened and that the better traits may have a chance to develop. Idols must be given up, the conscience must become more tender, the meditations of the heart must be spiritual, and the entire character must become symmetrical. Those who really desire to glorify God will be thankful for the exposure of every idol and every sin, that they may see these evils and put them away; but the divided heart will plead for indulgence rather than denial.” 1TT 513.1.

“If we are branches in the True Vine, we will bear fragrant fruit; the Holy Spirit inspires all who are branches in Christ Jesus. We derive our support and strength from Him. If, by our fruit, we show that we are branches of the True Vine, we have the divine credentials; we have the witness that our ways please God. “Every branch,” He says, “that beareth fruit, he purgeth it, that it may bring forth more fruit.” [John 15:2.] The Master prunes His true branches, stirs its roots, cleanses, purifies it that it may bring forth more fruit. And the fruit may abide.” 7LtMs, Lt 16e, 1892, par. 10.

***