SUPAYA JEMAAT MENJADI CEMERLANG DAN TAK BERCELA
“Supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.” Efesus 5:27.
“Tidak seorang pun dari kita akan menerima meterai Allah sementara tabiat kita masih memiliki satu noda atau cacat-cela. Terserah kepada kita untuk memperbaiki cacat dalam tabiat kita, untuk membersihkan bait jiwa dari setiap kekotoran. Kemudian hujan akhir akan turun atas kita sebagaimana hujan awal turun telah atas para murid pada Hari Pentakosta.” 5T 214.2.
“Inilah saatnya dimana segala hal yang kita lakukan dalam pekerjaan Allah haruslah tanpa “cacat atau kerut atau yang serupa itu.” [Efesus 5:27.] Keadaan jemaat saat ini masih jauh tertinggal dari standar yang benar, dan kemunduran itu terjadi begitu bertahap dan begitu tidak kentara sehingga sulit untuk menggambarkan kondisinya yang sebenarnya yang menyedihkan. Para anggota jemaat tampaknya menetap di tingkat yang begitu rendah sehingga tidak ada kuasa selain kuasa Tuhan Allah surga yang dapat menempatkannya di mana kejahatan akan terlihat dan diperbaiki. Ada kejahatan yang ada di jemaat yang tidak dapat disembuhkan oleh kuasa manusia mana pun. Kita harus menjunjung tinggi standar, dan kemudian dalam kata-kata, sikap, dan perbuatan kita sendiri mewakili Dia yang “segala sesuatunya pada-Nya menarik (menyenangkan).” [Kidung Agung 5:16.] Semua kesalahpahaman menghasilkan ketidakbaikan baik secara sadar ataupun tidak sadar, dan kemudian ketidakbaikan memicu pembalasan, dan pertikaian menyebar dengan sendirinya. Saya bersyukur bahwa Kristus telah memberikan kepada kita pernyataan kehendak-Nya yang begitu jelas dan pasti sehingga jika kita mau melakukan kehendak Allah, maka kita tidak akan gagal untuk “mengetahui ajaran-ajaran-Nya, apakah itu berasal dari Allah.” [Yohanes 7:17.] Kita perlu membawa kebajikan-kebajikan ilahi ke dalam kehidupan kita secara terus-menerus. Adalah baik bagi kita untuk sering-sering merenung-renungkan perkataan Kristus dalam Matius 5. Saya membaca dalam Amsal 18, “Jikalau seorang menjawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.” (Ayat 13)… kita harus bekerja keras melalui kasih karunia Kristus untuk berusaha mengakhiri dan menghentikan banyak jenis perkataan di jemaat yang cenderung memisahkan sahabat atau saudara-bersaudara. Marilah kita menyatakan kejahatan ini sebagaimana adanya. 16LtMs, Lt 181, 1901, par. 6.
“That he might present it to himself a glorious church, not having spot, or wrinkle, or any such thing; but that it should be holy and without blemish.” Ephesians 5:27.
“Not one of us will ever receive the seal of God while our characters have one spot or stain upon them. It is left with us to remedy the defects in our characters, to cleanse the soul temple of every defilement. Then the latter rain will fall upon us as the early rain fell upon the disciples on the Day of Pentecost.” 5T 214.2.
“This is the time that all we do in the cause and work of God must be without “spot, or wrinkle, or any such thing.” [Ephesians 5:27.] The present state of the church is far behind the correct standard, and the backsliding has been so gradual and so imperceptible that it is a hard matter to represent its true lamentable condition. The members of the church seem to settle in so low a grade that no power but the Lord God of heaven can place her where the evil shall be seen and corrected. There are existing evils in the church which no human power can heal. We must hold the standard high, and then in our own words and attitude and actions represent the One “altogether lovely.” [Song of Solomon 5:16.] All misapprehension produces unkindness consciously or unconsciously, and then unkindness provokes retaliations, and strife propagates itself. I am thankful that Christ has given us such a clear, definite expression of His will that if we will to do the will of God, we shall not fail to “know of the doctrine, whether it be of God.” [John 7:17.] We need the divine virtues brought into our lives constantly. It is well for us to often dwell upon the words of Christ in Matthew 5. I was reading in Proverbs 18, “He that answereth a matter before he heareth it, it is folly and shame unto him.” …we must give most earnest labor through the grace of Christ to work to break up in the church the many words that tend to separate very friends. Let us represent this evil as it is.” 16LtMs, Lt 181, 1901, par. 6.***