Renungan Petang 2 Mei 2025

MENIKMATI KASIH KARUNIA TUHAN DI DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

Nikmatilah hidup dengan isteri yang kaukasihi seumur hidupmu yang sia-sia, yang dikaruniakan TUHAN kepadamu di bawah matahari, karena itulah bahagianmu dalam hidup dan dalam usaha yang engkau lakukan dengan jerih payah di bawah matahari.” Pengkhotbah 9:9.

“Rumah seharusnya menjadi tempat di mana keceriaan, kesopanan, dan kasih sayang bersemayam; dan di mana rahmat ini bersemayam, di sana akan bersemayam kebahagiaan dan kedamaian. Masalah mungkin datang, tetapi itu adalah nasib manusia. Biarkan kesabaran, rasa syukur, dan kasih sayang menjaga sinar matahari di hati, meskipun hari mungkin mendung. Di rumah yang demikian itulah malaikat Allah bersemayam.” MH 393, RRe 175.4.

“Kasih karunia Kristus, dan hanya ini saja, dapat menjadikan lembaga ini (pernikahan – keluarga) dapat menjadi sebagaimana yang telah dirancangkan oleh Allah—yakni sebagai agen untuk memberkati dan mengangkat derajat umat manusia. Dengan demikian, keluarga-keluarga di bumi, dalam kesatuan, kedamaian, dan kasih mereka, dapat mewakili keluarga di surga.” MB 65.1.

“Sekarang, sebagaimana pada zaman Kristus, kondisi masyarakat menyajikan komentar maupun ulasan yang menyedihkan atas cita-cita surga tentang hubungan suci ini. Namun, bahkan bagi mereka yang telah menemukan kepahitan dan kekecewaan di mana mereka sebenarnya telah mengharapkan persahabatan dan sukacita, Injil Kristus menawarkan pelipur lara. Kesabaran dan kelemah-lembutan yang dapat diberikan Roh-Nya akan mempermanis nasib yang pahit. Hati tempat Kristus tinggal akan begitu dipenuhi, begitu puas, dengan kasih-Nya sehingga tidak akan dihabiskan oleh sekedar keinginan untuk menarik simpati dan perhatian kepada dirinya sendiri. Dan melalui penyerahan jiwa kepada Allah, maka hikmat-Nya dapat mencapai apa yang gagal dilakukan oleh hikmat manusia. Melalui pernyataan kasih karunia-Nya, hati yang dulunya acuh tak acuh atau terasing dapat dipersatukan dalam ikatan yang lebih kuat dan lebih tahan lama daripada ikatan duniawi—ikatan emas kasih yang akan sanggup untuk menanggung ujian pencobaan.” MB 65.2.

Live joyfully with the wife whom thou lovest all the days of the life of thy vanity, which he hath given thee under the sun, all the days of thy vanity: for that is thy portion in this life, and in thy labour which thou takest under the sun.” Ecclesiastes 9:9.

“Home should be a place where cheerfulness, courtesy, and love abide; and where these graces dwell, there will abide happiness and peace. Troubles may invade, but these are the lot of humanity. Let patience, gratitude, and love keep sunshine in the heart, though the day may be ever so cloudy. In such homes angels of God abide.”’ MH 393, RRe 175.4.

“The grace of Christ, and this alone, can make this institution what God designed it should be—an agent for the blessing and uplifting of humanity. And thus the families of earth, in their unity and peace and love, may represent the family of heaven.” MB 65.1.

“Now, as in Christ’s day, the condition of society presents a sad comment upon heaven’s ideal of this sacred relation. Yet even for those who have found bitterness and disappointment where they had hoped for companionship and joy, the gospel of Christ offers a solace. The patience and gentleness which His Spirit can impart will sweeten the bitter lot. The heart in which Christ dwells will be so filled, so satisfied, with His love that it will not be consumed with longing to attract sympathy and attention to itself. And through the surrender of the soul to God, His wisdom can accomplish what human wisdom fails to do. Through the revelation of His grace, hearts that were once indifferent or estranged may be united in bonds that are firmer and more enduring than those of earth—the golden bonds of a love that will bear the test of trial.” MB 65.2.

***