Renungan Petang 3 Mei 2025

KEHORMATAN PERNIKAHAN

Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.” Ibrani 13:4.

“Pernikahan adalah terhormat” (Ibrani 13:4); itu adalah salah satu karunia pertama Allah bagi manusia, dan itu adalah salah satu dari dua lembaga yang, setelah Kejatuhan, Adam bawa bersamanya melewati gerbang Firdaus. Ketika prinsip-prinsip ilahi diakui dan dipatuhi dalam hubungan ini, pernikahan adalah berkat; itu menjaga kemurnian dan kebahagiaan umat manusia, itu memenuhi kebutuhan sosial manusia, itu mengangkat sifat fisik, intelektual, dan moral.” PP 46.3.

“… Pernikahan tidak dapat menjadi kudus dan terhormat di hadapan Allah yang murni dan kudus, kecuali jika pernikahan itu sesuai dengan prinsip Alkitab yang agung.” AH 55.2.

“Marriage is honourable in all, and the bed undefiled: but whoremongers and adulterers God will judge.” Hebrews 13:4.

“Marriage is honorable” (Hebrews 13:4); it was one of the first gifts of God to man, and it is one of the two institutions that, after the Fall, Adam brought with him beyond the gates of Paradise. When the divine principles are recognized and obeyed in this relation, marriage is a blessing; it guards the purity and happiness of the race, it provides for man’s social needs, it elevates the physical, the intellectual, and the moral nature.” PP 46.3.

“… marriage cannot be holy and honorable in the sight of a pure and holy God, unless it is after the exalted Scriptural principle.” AH 55.2.

***