“Tanggung Jawab Jemaat”

BACAAN KELUARGA 2025 (Edisi Anak-Anak)

Jemaat Kristen yang mula-mula juga menghadapi permasalahan. Seiring dengan pertumbuhan jumlah anggotanya, maka kebutuhan para anggotanya pun ikut bertambah. Kedua belas rasul mendapati diri mereka menjadi semakin sibuk. Dari pagi hingga malam, mereka mengajar dan berkhotbah serta memberi makan kepada orang miskin. Para rasul menjadi lelah dan bekerja terlalu keras; tetapi sekeras apa pun mereka berusaha, mereka tidak dapat mengurus semua orang. Beberapa orang bahkan ada yang merasa diabaikan dan mulai menggerutu serta mengeluh.

Apa yang dapat dilakukan para rasul? Mereka berdoa memohon hikmat, dan Roh Kudus memberi mereka ide yang luar biasa. Mereka harus memilih tujuh orang yang baik dan jujur ​​untuk mengurus kebutuhan fisik semua anggota jemaat. Ketujuh orang ini akan disebut diaken, dan tugas mereka adalah mengelola persembahan gereja dan memastikan bahwa setiap orang memiliki cukup makanan dan pakaian, terutama anak yatim, janda, orang sakit, dan orang tua. Diaken pertama yang dipilih adalah Stefanus. Alkitab memberi tahu kita bahwa

Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.” Kisah 6:8.

Kewajiban setiap orang Kristen

Jemaat Kristen yang mula-mula sangat memperhatikan anggotanya, dan jemaat pun bertumbuh. Namun, Stefanus dan diaken lainnya hanya memperhatikan mereka yang tidak berkeluarga. Hal ini karena Allah telah menetapkan kewajiban setiap keluarga untuk memperhatikan anggotanya sendiri, termasuk orang yang telah lanjut usianya. Kita diberi tahu, “Setiap anggota keluarga seharusnya memiliki hak istimewa untuk melayani sanak keluarga ataupun saudaranya sendiri. Jika hal ini tidak dapat dilakukan, pekerjaan itu menjadi milik jemaat, dan hendaknya diterima baik sebagai hak istimewa maupun sebagai kewajiban. Semua orang yang memiliki roh Kristus akan memiliki perhatian yang lembut terhadap yang lemah dan yang lanjut usia.” Ministry of Healing, 204. Kita juga harus membaca kata-kata firman yang tegas yang ditulis oleh rasul Paulus kepada Timotius:

Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.” I Timotius 5:8.

Sahabat terkasih, bukankah menakjubkan bahwa kita diciptakan menurut gambar Bapa Surgawi kita yang pengasih? Karena Dia begitu mengasihi kita, maka akankah kita merasa terlalu sulit untuk mengasihi dan melayani mereka yang membutuhkan, khususnya mereka yang lebih tua yang merupakan anggota jemaat atau keluarga kita? Apakah yang dapat kita lakukan untuk meringankan penderitaan mereka dan membantu mereka merasa terlindungi, dikasihi, dan dihormati? Dalam bacaan ini, kita akan mempelajari tugas dan tanggung jawab kita terhadap mereka yang telah berbuat begitu banyak bagi kita.

Melakukannya untuk Tuhan

Alkitab berkata,

Engkau harus bangun berdiri di hadapan orang ubanan dan engkau harus menaruh hormat kepada orang yang tua dan engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.” Imamat 19:32.

Apakah artinya ini? Dalam banyak budaya, berdiri untuk menyapa orang yang kita hormati adalah hal yang menunjukkan rasa hormat. Berdiri untuk orang tua di sekitar kita berarti menunjukkan kepada mereka bahwa kita memahami dan menghargai apa yang telah mereka lakukan untuk kita, keluarga kita, komunitas kita, dan jemaat kita.

Ini juga berarti bahwa kita bersedia membantu mereka menghadapi penderitaan dan beban mereka. Seiring bertambahnya usia, tubuh mereka menjadi melemah ataupun tidak lagi berfungsi sama seperti saat mereka masih muda. Orang tua mungkin tidak dapat lagi mengingat sesuatu atau berpikir dengan tajam lagi. Darah mereka tidak lagi bersirkulasi dengan baik, membuat mereka mudah merasa kedinginan. Sendi-sendi mereka menjadi kaku, sehingga mereka menjadi lebih sulit berjalan. Mata mereka kabur dan mereka tidak dapat melihat dengan jelas lagi. Masalah-masalah ini membuat hidup menjadi terasa lebih sulit seiring bertambahnya usia. Namun, anak-anak dan orang muda dapat menjadi berkat yang besar bagi para lansia dengan menjaga mereka tetap hangat, membantu mereka berjalan, mencuci pakaian mereka, membersihkan rumah mereka, membawakan mereka makanan, dan berdoa bersama mereka. Sebagai seseorang yang tumbuh di negara berkembang, saya melihat bahwa terkadang dengan memberikan tempat dudukmu di bus kepada orang yang lebih tua saja telah dianggap sebagai tindakan kasih dan belas kasihan karena mereka tidak dapat berdiri dalam waktu lama. Apa yang kita lakukan untuk para lansia adalah menunjukkan betapa kita mengasihi Allah kita. Yesus, Sahabat orang yang lemah itu telah menyatakan,

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Matius 25:40.

Komunitas kerbau

Saya pernah pergi bersama rombongan untuk menjelajahi Taman Nasional Ngorongoro di Tanzania. Saat kami berkuda melintasi dataran, kami terkadang melihat kerbau yang menyendiri. Kami bertanya kepada pemandu kami mengapa kerbau-kerbau ini menyendiri. Ia menjelaskan bahwa saat kerbau menjadi tua, mereka tidak dapat mengikuti yang lain dan harus terpisah dari kawanan, yang membuat mereka dalam bahaya besar. Karena kerbau tua tidak dapat berlari dengan baik atau melindungi diri sendiri, mereka menjadi mangsa empuk bagi singa dan pemburu.

Hal yang sama berlaku bagi orang tua di sekitar kita. Jika mereka ditelantarkan, mereka akan merasa kesepian dan tertekan. Mereka mungkin lupa untuk mengurus diri sendiri, makan, atau bahkan untuk minum air. Tanpa bantuan, mereka akan jatuh sakit dan, akhirnya, meninggal. Ingatlah, merawat orang tua bukan hanya sekedar menjadi tugas kita, tetapi juga merupakan hak istimewa kita.

Mereka yang hatinya dipenuhi dengan kasih akan menganggap hak istimewa untuk memperlancar perjalanan yang harus ditempuh ketika mendekati menuju liang lahat bagi orang tua mereka sebagai hak istimewa yang tak ternilai. Mereka akan bersukacita karena mereka memiliki peran dalam membawa penghiburan dan kedamaian di hari-hari terakhir orang tua mereka yang mereka kasihi.” (The Adventist Home, hlm. 363).

Kita membutuhkan orang tua

Di beberapa komunitas Afrika, di mana tidak banyak buku tersedia, sejarah dan kisah masa lalu disampaikan secara lisan. Di masyarakat ini, orang tua dianggap sama berharganya dengan perpustakaan karena informasi dan kebijaksanaan yang mereka bawa dalam ingatan mereka. Di Afrika, sering dikatakan, “Ketika seorang tua meninggal, itu seperti perpustakaan yang terbakar.” Sebagai seorang yatim piatu, saya tumbuh di rumah nenek saya. Saya senang menyantap makanannya dan mendengarkan ceritanya. Ketika saya bepergian, saya sering terkejut dengan barang-barang bagus yang ia simpan saat saya pergi untuk mengejutkan saya saat saya kembali. Anak-anak terkasih, jangan pernah lupakan mereka yang telah membesarkan orang tua kalian dan merawat mereka saat mereka seusia kalian. Orang tua ini adalah permata berharga bagi keluarga dan jemaat kita. Rambut putih mereka menceritakan sejarah “tentang pertempuran yang diperjuangkan, dan kemenangan yang diperoleh; tentang beban yang ditanggung, dan godaan yang ditaklukkan. Kisah ini menceritakan tentang kaki-kaki yang lelah yang hampir beristirahat, tentang tempat-tempat yang akan segera kosong.” Education, hlm. 244. Bila kita mengingat segala hal yang telah dilakukan orang tua, maka kita akan selalu ingat untuk memperlakukan mereka dengan sopan dan hormat.

Kesimpulan

Anak-anakku terkasih, saat orang tua masih muda, mereka telah berbuat banyak bagi kita. Sekarang kita punya tanggung jawab terhadap mereka. Kita berhutang rasa hormat dan dukungan kepada mereka. Tuhan menghendaki kita untuk membantu mereka, bukan hanya demi kebaikan mereka, tetapi juga demi kebaikan kita. Kita harus ingat bahwa mereka berharga di mata Tuhan. Jangan pernah lupakan firman yang disampaikan Tuhan kita Yesus Kristus ini:

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Matius 7:12.

Kasih kita kepada Tuhan ditunjukkan melalui cara kita memperlakukan orang lain. Sebagaimana yang dinyatakan Yakobus,

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.” Yakobus 1:27.

Kiranya Tuhan menolong kita untuk merawat orang tua kita dengan bahagia dan penuh kasih.

***