Renungan Petang 24 Juni 2025

LETAK KEKUATAN DAN KESELAMATAN KITA

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan,” Yesaya 30:15.

“Bawalah ini bersamamu… Kekuatan setiap jiwa ada di dalam Allah dan bukan di dalam manusia. Ketenangan dan keyakinan kepercayaan adalah kekuatan semua orang yang mau menyerahkan hati mereka kepada Allah.” HM 1 Juni 1897, par. 9.

“Biarlah iman kita tumbuh lebih kuat saat kita memikir-mikirkan tentang perhatian lembut Allah dan kasih setia-Nya terhadap kita. Iman kita harus menembus awan dan meraih cahaya terang di baliknya. Betapapun gelapnya awan, kita harus selalu melihat adanya terang di sisi lainnya. Kasih kita meningkat saat iman kita menjadi lebih pasti; karena kita menyentuh Sumber kekuatan dan keyakinan kepercayaan yang kekal.” 17LtMs, Lt 114, 1902, par. 12.

“Inilah pelajaran yang diberikan kepada setiap jiwa. Kekuatan setiap jiwa ada di dalam Allah dan bukan di dalam manusia. … Dalam segala kehidupan kita, dan dalam segala urusan dan kegiatan kita, kita perlu menanti-nantikan Tuhan.” ST 7 Oktober 1897, par. 5.

For thus saith the Lord GOD, the Holy One of Israel; In returning and rest shall ye be saved; in quietness and in confidence shall be your strength: and ye would not.” Isaiah 30:15.

“Take this with you … The strength of every soul is in God and not in man. Quietness and confidence is to be the strength of all who give their hearts to God.” HM June 1, 1897, par. 9.

“Let our faith grow stronger as we think of the tender watchcare of the Lord and His lovingkindness toward us. Our faith must pierce the cloud and reach to the light beyond. However dark the cloud, we should always see light on the other side. Our love increases as our faith becomes more certain; for we touch the Source of an abiding strength and confidence.” 17LtMs, Lt 114, 1902, par. 12.

“This is the lesson given to every soul. The strength of every soul is in God and not in man. … In all our temporal concerns, in all our cares and anxieties, we need to wait upon the Lord.” ST October 7, 1897, par. 5.***