AGAR IA TIDAK MALU MENYEBUT KITA SAUDARA
“Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,” Ibrani 2:11.
“Hal-hal akan datang, dalam penyempurnaan jemaat di dunia ini sebagaimana adanya, bahwa setiap orang dari kita harus memainkan peran kita. Dan apa yang saya desak adalah agar kita semua dikuduskan.” 24LtMs, Ms 112, 1909, par. 3.
“… Kita perlu menunjukkan diri kita sebagai satu dengan Kristus, dan mengambil bagian dalam Kristus …” 24LtMs, Ms 112, 1909, par. 4.
“Kehidupan orang Kristen haruslah satu dalam iman, kemenangan, dan sukacita di dalam Allah.” GC 477.3.
“Marilah kita setiap hari berusaha bekerja sedemikian rupa sehingga Kristus tidak akan malu memanggil kita sebagai saudara.” 16LtMs, Ms 174, 1901, par. 7.
“Kehidupan Kristen tidak pernah berhenti. Kehidupan Kristen haruslah progresif. Kasih kita kepada Kristus harus semakin kuat. Jika hati kita mengabdi kepada Yesus, kasih kita kepada sahabat-sahabat duniawi dan harta duniawi menjadi lebih rendah daripada yang tertinggi. Saat kita dengan iman minum dari sumber kehidupan, demikian pula sukacita dan kedamaian kita akan bertambah. Oh, seandainya kita mau lebih percaya, teguh, dan benar, agar Kristus tidak malu menyebut kita sebagai saudara!” RH 30 Mei 1882, par. 12.
“For both he that sanctifieth and they who are sanctified are all of one: for which cause he is not ashamed to call them brethren,” Hebrews 2:11.
“Things will come up, in the perfecting of the church in this world as it is, that every one of us will have to act our part. And what I am urging is for all of us to be sanctified.” 24LtMs, Ms 112, 1909, par. 3.
“… We show ourselves to be one with Christ, partakers with Christ …” 24LtMs, Ms 112, 1909, par. 4.
“The Christian’s life should be one of faith, of victory, and joy in God.” GC 477.3.
“Let us every day try to work in such a way that Christ will not be ashamed to call us brethren.” 16LtMs, Ms 174, 1901, par. 7.
“The Christian life is never at a standstill. It is, it must be, progressive. Our love for Christ should become stronger and stronger. If the heart is devoted to Jesus, its love for earthly friends and worldly treasure becomes subordinate rather than supreme. As we by faith drink from the fountain of life, so will our joy and peace increase. Oh that we were more trustful, and firm, and true, that Christ might not be ashamed to call us brethren!” RH May 30, 1882, par. 12.***