TELADAN TABIAT SEMPURNA DALAM SEGALA KEADAAN KITA
“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” Lukas 2:40.
“Kristus adalah teladan kita dalam segala hal. Atas pemeliharaan Allah, masa kecil-Nya dilalui di Nazaret, tempat dimana penduduknya memiliki tabiat yang sedemikian rupa sehingga Ia terus-menerus terpapar godaan, dan Ia perlu dijaga agar tetap murni dan tak bernoda di tengah begitu banyak dosa dan kejahatan. Kristus tidak memilih tempat ini sendiri. Bapa Surgawi-Nya lah yang memilihkan tempat ini untuk-Nya, tempat dimana tabiat-Nya akan diuji dan dicobai dengan berbagai cara. Masa kecil Kristus dipenuhi dengan pencobaan, kesulitan, dan konflik yang berat, agar Ia dapat mengembangkan tabiat sempurna yang menjadikannya teladan sempurna bagi anak-anak, remaja, dan orang dewasa.” YI 1 Maret 1872, par. 2.
“Tak seorang pun akan pernah dipanggil untuk menyempurnakan tabiat Kristen dalam keadaan yang lebih buruk daripada Juruselamat kita. Fakta bahwa Kristus telah hidup selama tiga puluh tahun di Nazaret, yang darinya banyak orang menganggapnya mengherankan jika ada hal baik yang dapat dihasilkan dari tempat itu, merupakan teguran bagi kaum muda yang menganggap bahwa tabiat rohani mereka harus sesuai dengan keadaan. Jika memang lingkungan kaum muda tidak menyenangkan dan benar-benar buruk, banyak yang menjadikannya alasan untuk tidak menyempurnakan tabiat Kristen. Teladan Kristus akan menegur gagasan bahwa para pengikut-Nya bergantung pada tempat, kekayaan, atau kemakmuran, agar dapat menjalani kehidupan yang tanpa cela. Kristus akan mengajar mereka bahwa kesetiaan mereka akan menjadikan tempat, atau posisi apa pun, di mana pemeliharaan Allah memanggil mereka, terhormat, betapapun rendahnya.” YI 1 Maret 1872, par. 4.
“Kehidupan Kristus adalah teladan energi yang gigih, yang tidak dibiarkan melemah oleh celaan, ejekan, kekurangan, ataupun kesulitan.” YI 1 Maret 1872, par. 5.
“Demikianlah seharusnya dengan kaum muda. Jika pencobaan semakin berat menimpa mereka, maka mereka dapat mengetahui bahwa Allah sedang menguji dan membuktikan kesetiaan mereka. Dan justru dengan demikianlah mereka mempertahankan integritas tabiat mereka, yakni di bawah tekanan, agar ketabahan, stabilitas, dan daya tahan mereka akan bertumbuh meningkat, dan mereka akan menjadi kuat dalam roh.” YI 1 Maret 1872, par. 6.
“And the child grew, and waxed strong in spirit, filled with wisdom: and the grace of God was upon him.” Luke 2:40.
“Christ is our example in all things. In the providence of God, his early life was passed in Nazareth, where the inhabitants were of that character that he was continually exposed to temptations, and it was necessary for him to be guarded in order to remain pure and spotless amid so much sin and wickedness. Christ did not select this place himself. His Heavenly Father chose this place for him, where his character would be tested and tried in a variety of ways. The early life of Christ was subjected to severe trials, hardships, and conflicts, that he might develop the perfect character which makes him a perfect example for children, youth, and manhood.” YI March 1, 1872, par. 2.
“None will ever be called to perfect Christian character under more unfavorable circumstances than that of our Saviour. The fact that Christ lived thirty years in Nazareth, from which many thought it a wonder if any good thing could come, is a rebuke to the youth who consider that their religious character must conform to circumstances. If the surroundings of youth are unpleasant and positively bad, many make this an excuse for not perfecting Christian character. The example of Christ would rebuke the idea that his followers are dependent upon place, fortune, or prosperity, in order to live blameless lives. Christ would teach them that their faithfulness would make any place, or position, where the providence of God called them, honorable, however humble.” YI March 1, 1872, par. 4.
“Christ’s life was an example of persevering energy, which was not allowed to become weakened by reproach, ridicule, privation or hardships.” YI March 1, 1872, par. 5.
“Thus should it be with the youth. If trials increase upon them, they may know that God is testing and proving their fidelity. And in just that degree that they maintain their integrity of character under discouragements, will their fortitude, stability, and power of endurance increase, and they wax strong in spirit.” YI March 1, 1872, par. 6.***