TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 1: YESAYA & YEREMIA)
Pelajaran 12, Sabat 20 September 2025
HAMBA YANG MENDERITA
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” Filipi 2:5-7.
| MINGGU |
CIRI-CIRI SIFAT DAN NUBUATANNYA
1. Karakteristik apakah yang dimiliki dan dinyatakan mengenai Hamba Allah ini?
Yesaya 52:13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
“Sebanding dengan kehinaan dan penderitaan yang ditanggung Kristus adalah permuliaan-Nya. Ia dapat menjadi Juruselamat, Penebus, hanya dengan terlebih dahulu menjadi Korban Tebusan. Betapa misteriusnya keilahian Kristus ini. Setelah meninggikan hukum dan membuatnya terhormat dengan menerima syarat-syaratnya dalam menyelamatkan dunia dari kebinasaan, Kristus pun bergegas kembali ke surga untuk menyempurnakan pekerjaan-Nya, dan untuk menyelesaikan misi-Nya dengan mengirimkan Roh Kudus kepada murid-murid-Nya. Dengan demikian Ia akan meyakinkan orang-orang percaya-Nya bahwa Ia tidak melupakan mereka, meskipun sekarang Dia sedang berada di hadirat Allah, di mana ada sukacita yang penuh untuk selama-lamanya.” —This Day with God, hlm. 341.
| SENIN |
2. Bagaimanakah Nabi Yesaya menggambarkan penampakan rupa Hamba Allah?
Yesaya 52:14; 53:2 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia–begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi…. 53:2Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
“Allah Allah yang ilahi itu sedang pingsan, dan sekarat. Bapa pun mengirimkan seorang utusan dari hadirat-Nya untuk menguatkan Penderita ilahi itu dan mempersiapkan-Nya untuk menapaki jalan-Nya yang berlumuran darah…. Dia menanggung penghinaan, ejekan, dan pelecehan yang memalukan, sampai ‘begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi.’ Yesaya 52:14.” —Testimonies for the Church, jilid 2, hlm. 206.
“Betapa jelasnya nubuat yang dinyatakan Yesaya tentang penderitaan dan kematian Kristus! ‘Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar (bawakan)?’ tanya nabi, ‘dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan? Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.’ (Yesaya 53:1-3).” —The Acts of the Apostles, hlm. 225.
| SELASA |
3. Apakah yang dikatakan nubuat tentang penolakan dan penderitaan yang manusia timpakan terhadap Hamba Allah ini?
Yesaya 53:3, 4 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. 4Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
“Tentang Juruselamat yang menderita, Allah sendiri telah menyatakannya melalui Zakharia, ‘Hai pedang, bangkitlah terhadap gembala-Ku, terhadap orang yang paling karib kepada-Ku.’ Zakharia 13:7. Sebagai pengganti dan Penjamin bagi manusia yang berdosa, Kristus harus menanggung derita bagi keadilan ilahi. Ia harus memahami arti keadilan. Ia harus mengetahui apa artinya bagi orang berdosa untuk berdiri di hadapan Allah tanpa perantara.” —Prophets and Kings, hlm. 691.
| RABU |
KEPATUHAN
4. Apakah yang merupakan tujuan Hamba Allah ini dalam melaksanakan misi-Nya?
Yesaya 52:15 demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.
Yohanes 3:16, 17 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
“Kita hendaknya merenungkan kasih Yesus, misi-Nya dan pekerjaan-Nya yang berkaitan dengan kita sebagai individu. Kita harus berkata, Yesus begitu mengasihi saya sehingga Ia menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk menyelamatkan saya. Bapa mengasihi saya, ‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.’ (Yohanes 3:16). Sudah menjadi kewajiban kita untuk memastikan dengan syarat apa Kristus menjanjikan karunia hidup kekal. Saya menjawab, Itu berdasarkan iman kita.” —Our High Calling, hlm. 18.
| KAMIS |
5. Apakah alasan mendasar yang ada di balik penderitaan dan pengorbanan Kristus?
Yesaya 53:5, 6 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. 6Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
“Betapa pentingnya pengorbanan yang Yesus lakukan bagi orang berdosa yang terhilang untuk direnungkan…. Bagaimana kita dapat mengukur nilai berkat-berkat yang telah dibawa ke dalam jangkauan kita? Haruskah Yesus menderita lebih banyak lagi? Haruskah Dia membeli berkat-berkat yang lebih besar lagi bagi kita? Bukankah seharusnya hati yang paling keras pun luluh ketika kita mengingat bahwa demi kita Dia telah meninggalkan kebahagiaan dan kemuliaan surga dan menderita kemiskinan dan rasa malu, bahkan menanggung derita yang kejam dan kematian yang mengerikan? Jika saja Dia tidak membukakan pintu pengharapan bagi kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya, maka kita tidak akan tahu apa pun kecuali kengerian kegelapan dan kesengsaraan keputusasaan. Dalam keadaan kita saat ini, yang diberkati dan disayangi sebagaimana adanya kita, kita masih belum dapat menyadari dari kedalaman mana kita telah diselamatkan. Kita pun tidak akan dapat mengukur seberapa dalam penderitaan kita, seberapa besar kesengsaraan kita, jika saja Yesus tidak melingkupi kita dengan lengan simpati dan kasih manusiawi-Nya, dan mengangkat kita.” —Testimonies for the Church, jilid 5, hlm. 316.
| JUMAT |
TUJUANNYA
6. Bagaimana Nabi Yesaya menggambarkan sikap Hamba Allah dalam menghadapi kesusahan dan ketidakadilan? Pelajaran apa yang dapat kita petik dari kerelaan-Nya untuk mengalami penderitaan seperti itu?
Yesaya 53:7-9 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. 8Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah. 9Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.
Yohanes 16:32, 33 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. 33Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”
“Penggambaran tentang penderitaan yang pahit dan kematian yang kejam dari Dia Yang Dijanjikan ini, meskipun menyedihkan, adalah kaya akan janji; karena Dia yang ‘dikehendaki Tuhan untuk diremukkan’ dan yang telah menangung kesakitan, agar Dia dapat menjadi ‘persembahan untuk dosa,’ Allah menyatakan: ‘Dia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas.’ ‘dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.’ (Yesaya 53:10-11).” —Prophets and Kings, hlm. 692.
| SABAT |
7. Apa tujuan penebusan hamba Allah sampai harus melewati penderitaan? Bagaimana pengorbanan-Nya memenuhi keadilan Allah dan menjaminkan keselamatan bagi barangsiapa yang percaya kepada-Nya?
Yesaya 53:10-12 Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. 11Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. 12Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.
Lukas 19:10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
“Mesias harus memberikan hidup-Nya sebagai ‘persembahan untuk dosa (korban penebus salah).’ Dengan melihat ke depan kepada peristiwa-peristiwa penebusan Juruselamat, nabi Yesaya ketika itu telah bersaksi bahwa Anak Domba Allah ‘telah menyerahkan nyawanya sampai ke dalam maut dan ia telah terhitung di antara para pelanggar, dan ia menanggung dosa banyak orang dan mengadakan pengantaraan untuk para pelanggar.’ Yesaya 53:7, 10, 12. KJV.” —The Acts of the Apostles, hlm. 227.
| UNTUK PELAJARAN TAMBAHAN“Kita boleh bersukacita dalam pengharapan. Pembela kita sedang berada di bait suci surgawi, memohon demi kita. Melalui jasa-jasa-Nya kita memperoleh pengampunan dan kedamaian. Dia telah mati agar Dia dapat menghapus dosa-dosa kita, mengenakan kebenaran-Nya kepada kita, dan mempersiapkan kita untuk bermasyarakat di surga, yakni tempat dimana kita dapat tinggal dalam terang selamanya. Saudara dan saudari yang terkasih, ketika Setan ingin memenuhi pikiranmu dengan kekecewaan, kesuraman, dan keragu-raguan, tolaklah saran-sarannya. Beritahu dia tentang darah Yesus, yang sedang membersihkan dari segala dosa. Engkau tidak dapat menyelamatkan diri dengan kekuatan sendiri dari kuasa si penggoda, tetapi dia gemetar dan lari ketika jasa darah yang berharga itu ditunjukkan padanya. Maka tidakkah engkau akan dengan bersyukur menerima berkat-berkat yang Yesus curahkan?” —Testimonies for the Church, jilid 5, hlm. 316. |