CARA MENCAPAI KESEMPURNAAN TABIAT-NYA
“Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah — yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan —, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.” Ibrani 2:10.
“Kristus adalah Kapten keselamatan kita. … Penderitaan yang telah dicurahkan atas Anak Allah adalah melampaui apa pun yang manusia akan tanggung; namun Kristus telah menang, dan telah menyempurnakan tabiat yang tak bercacat. Melalui penderitaan dan perlawanan-Nya, Ia menjelaskan kepada manusia bahwa kesempurnaan tabiat adalah dapat diperoleh dan dipertahankan oleh manusia.” YI 28 Desember 1899, par. 7.
“Kristus telah dikelilingi oleh kelemahan manusia, Ia telah mengalami ditimpa godaan yang paling hebat, dan dicobai dalam segala hal seperti manusia, namun Ia telah mengembangkan tabiat yang benar-benar lurus. Tidak ada noda dosa yang ditemukan pada-Nya.” ST 16 Januari 1896, par. 5.
“Dalam kodrat sebagai manusia, Kristus telah mengembangkan tabiat yang sempurna.” ST 16 Januari 1896, par. 6.
“Tabiat kita harus disesuaikan dengan tabiat-Nya yang sempurna.” 21LtMs, Lt 72, 1906, par. 12.
“Barangsiapa yang melakukan firman Kristus akan menyempurnakan tabiat Kristen, karena kehendak Kristus menjadi kehendak mereka. Demikianlah Kristus terbentuk di dalam diri, sebagai pengharapan akan kemuliaan. Mereka pun memandang, seperti dalam cermin, kemuliaan Allah. Dengan menjadikan Kristus sebagai pokok renungan, maka Dia pun akan menjadi pokok dalam percakapan; dan dengan memandang-Nya, maka tabiat kita akan diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan kepada kemuliaan, oleh Roh Allah.” 6LtMs, Ms 1a, 1890, par. 18.
“Ia mengambil rupa manusia agar Ia dapat mengetahui kelemahan dan godaan manusia, agar Ia dapat mengetahui bagaimana menolong dan menyelamatkan manusia. Kapten keselamatan kita telah disempurnakan melalui penderitaan. …. Ia dijadikan Juruselamat yang sempurna, oleh belajar taat melalui penderitaan yang Ia derita, agar manusia dapat memiliki tabiat yang sempurna dan layak bagi persekutuan para malaikat di surga. Manusia tidak mampu, atas namanya sendiri, untuk menghadapi dan mengalahkan raja kegelapan; tetapi Kristus telah mengalahkannya demi manusia dan mematahkan kuasanya atas umat manusia, sehingga melalui jasa-jasa-Nya umat manusia dapat menjadi pemenang demi diri mereka sendiri.” ST 20 Mei 1889, par. 8.
“For it became him, for whom are all things, and by whom are all things, in bringing many sons unto glory, to make the captain of their salvation perfect through sufferings.” Hebrews 2:10 (KJV).
“Christ is the Captain of our salvation. … The suffering that poured in upon the Son of God is beyond anything that man will be called to endure; yet Christ overcame, and perfected a spotless character. By his suffering and resistance he made plain to man that perfection of character can be obtained and maintained by humanity.” YI December 28, 1899, par. 7.
“Christ was compassed with the infirmities of humanity, he was beset with the fiercest temptations, tempted on all points like as men, yet he developed a perfectly upright character. No taint of sin was found upon him.” ST January 16, 1896, par. 5.
“In human nature Christ developed a perfect character.” ST January 16, 1896, par. 6.
“Our characters are to be conformed to His perfect character.” 21LtMs, Lt 72, 1906, par. 12.
“Those who do the words of Christ will perfect a Christian character, because Christ’s will is their will. Thus is Christ formed within, the hope of glory. They are beholding, as in a glass, the glory of God. By making Christ the subject of meditation, He will become the subject of conversation; and by beholding, we will in character be changed into the same image, from glory to glory, even by the Spirit of the Lord.” 6LtMs, Ms 1a, 1890, par. 18.
“He took upon him humanity that he might know the infirmities and temptations of humanity, that he might know how to help and save men. The Captain of our salvation was made perfect through suffering. …. But he was made a perfect Saviour, learning obedience by the things which he suffered, that humanity might have a perfect character and be fitted for the society of the angels of Heaven. Man was not able, in his own behalf, to meet and overcome the prince of darkness; but Christ overcame him in man’s behalf and broke his power over the human race, so that through his merits they might be overcomers in their own behalf.” ST May 20, 1889, par. 8.***