Renungan Pagi 1 Desember 2025

TELADAN IMAN YANG SEMPURNA

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.1 Petrus 2:21.

“Kristus keluar sebagai pemenang dalam … pencobaan. Ia menunjukkan keyakinan dan kepercayaan yang sempurna kepada Bapa-Nya selama pergumulan-Nya yang sengit dengan musuh yang kuat. Sang Penebus kita, dalam kemenangan yang diraih di sini, telah meninggalkan teladan yang sempurna bagi manusia, menunjukkan … bahwa satu-satunya keselamatan-Nya adalah kepercayaan yang teguh dan keyakinan yang tak tergoyahkan kepada Allah dalam menghadapi segala pencobaan dan bahaya. …” 2Red 48.3

“Sang Juruselamat dunia telah menjadi dosa bagi umat manusia. Dengan menjadi pengganti manusia, Kristus tidak menyatakan kuasa-Nya sebagai Anak Allah; melainkan menempatkan diri-Nya di antara anak-anak manusia. Ia harus menanggung pencobaan sebagai manusia, demi manusia, dalam keadaan yang paling sulit, dan meninggalkan teladan iman dan kepercayaan yang sempurna kepada Bapa Surgawi-Nya. Kristus tahu bahwa Bapa-Nya akan menyediakan makanan bagi-Nya ketika itu untuk kemuliaan-Nya. Ia tidak akan, dalam cobaan berat ini, ketika rasa lapar menekan-Nya tak terkira, mengurangi sedikit pun dari pencobaan yang diberikan kepada-Nya sebelum waktunya, dengan menggunakan kuasa ilahi-Nya. … Umat manusia yang telah jatuh ke dalam dosa ketika dibawa ke tempat yang lurus tidak dapat memiliki kuasa untuk melakukan mukjizat bagi dirinya sendiri, ataupun untuk menyelamatkan dirinya dari rasa sakit atau penderitaan, atau untuk memberikan kemenangan atas musuh-musuhnya. Adalah tujuan Allah untuk menguji dan membuktikan umat manusia, dan memberi mereka kesempatan untuk mengembangkan tabiat dengan sering membawa mereka ke dalam posisi yang sulit untuk menguji iman dan keyakinan mereka akan kasih dan kuasa-Nya. Kehidupan Kristus adalah teladan yang sempurna. Ia senantiasa, oleh  teladan dan ajarannya, mengajar manusia bahwa Allah adalah tempat bergantung-Nya, dan bahwa kepada-Nya harus ada iman dan kepercayaan yang teguh.” 2Red 43.1 – 2Red 43.2.

For even hereunto were ye called: because Christ also suffered for us, leaving us an example, that ye should follow his steps.” 1 Peter 2:21 (KJV).

“Christ came off victor in the … temptation. He manifested perfect confidence and trust in his Father during his severe conflict with the powerful foe. Our Redeemer, in the victory here gained, has left man a perfect pattern, showing him that his only safety is in firm trust and unwavering confidence in God in all trials and perils. …” 2Red 48.3

“The Saviour of the world became sin for the race. In becoming man’s substitute, Christ did not manifest his power as the Son of God; but ranked himself among the sons of men. He was to bear the trial of temptation as a man, in man’s behalf, under the most trying circumstances, and leave an example of faith and perfect trust in his Heavenly Father. Christ knew that his Father would supply him food when it would be for his glory. He would not in this severe ordeal, when hunger pressed him beyond measure, prematurely diminish one particle of the trial allotted to him, by exercising his divine power. … Fallen man when brought into straightened places could not have the power to work miracles on his own behalf, to save himself from pain or anguish, or to give himself victory over his enemies. It was the purpose of God to test and prove the race, and give them an opportunity to develop character by bringing them frequently into trying positions to test their faith and confidence in his love and power. The life of Christ was a perfect pattern. He was ever, by his example and teachings, learning man that God was his dependence, and that in him should be his faith and firm trust.” 2Red 43.1 – 2Red 43.2.

***