SAATNYA MENDIDIK DIRI UNTUK HIDUP OLEH IMAN
“— sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya (iman), bukan karena melihat —” 2 Korintus 5:7.
“Sudah saatnya umat Allah mendidik diri mereka sendiri untuk hidup, bukan dengan penglihatan, tetapi dengan iman, yakni seolah-olah melihat Dia yang tak terlihat, dan senantiasa memandang kepada Yesus, Sang Pencipta dan Penyempurna iman mereka. … Banyak dari kita masih hidup dari apa yang kita lihat semata, dan bukan dengan iman. Kita percaya pada hal-hal yang terlihat, tetapi tidak menghargai janji-janji berharga yang diberikan kepada kita dalam firman Allah; namun tidak ada penghinaan kepada Allah yang lebih jelas dapat kita tunjukkan selain dengan menunjukkan bahwa kita tidak mempercayai apa yang Dia firmankan, dan malah mempertanyakan apakah Allah memang sungguh-sungguh kepada kita ataukah sedang menipu kita.” 20LtMs, Ms 18, 1905, par. 31, GW92 411.2.
“Kita akan menghadapi konflik yang menguji iman dan keberanian kita, tetapi konflik itu akan membuat kita kuat jika kita menang melalui kasih karunia yang Yesus rela berikan. Tetapi kita harus percaya; kita harus memahami janji-janji itu tanpa keraguan. Janji-janji itu berlimpah dan kaya, bahkan selama bahaya dan cobaan di akhir zaman. … Saat kita menghidupkan iman, berbicara tentang iman, dan berbuat berdasarkan iman, janji-janji Allah akan terbukti bagi kita. Dan saat kita berjalan konsisten dengan pengakuan iman kita, maka kita juga mengajarkan orang lain untuk berjalan dengan hati-hati.” GW92 434.3. “Jangan mengandalkan perasaan; karena perasaan bukanlah penuntun kita. Kita harus berjalan dengan iman, bukan dengan apa yang kita lihat semata. Jangan biarkan ketidakpercayaan memisahkanmu dari Allah. Jangan biarkan satu kata pun ketidakpercayaan atau keputusasaan keluar dari bibirmu. Setan senang dengan setiap ungkapan seperti itu, karena itu menghina Yesus. Berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk memperbaiki setiap kekurangan tabiat. Singkirkan keluhan dan kegelisahan. Dalam memanjakan sifat-sifat ini, engkau mewakili Setan, pangeran kegelapan, dan bukan Kristus, yang adalah Pangeran terang. Jangan menebarkan bayangan untuk menggelapkan jalan orang lain. Berjalanlah dalam terang, maka kedamaian serta sukacita yang bersinar di wajah Yesus akan tercermin dalam dirimu.” GW92 435.2.
“Ikuti Yesus, ikuti pemeliharaan Allah yang membuka jalan. Milikilah iman yang teguh pada janji-janji-Nya. Hiduplah dengan iman dan bukan dengan penglihatan… Bawalah kasih karunia yang membangkitkan dan menguduskan ke dalam hidupmu sendiri dan ke dalam hidup orang lain. Maka engkau pun akan menjadi terang di dalam Allah. Tutuplah jendela jiwa ke arah duniawi dan bukalah ke arah surgawi.” 1LtMs, Ms 3, 1855, par. 1, 18LtMs, Lt 252, 1903, par. 26.
“For we walk by faith, not by sight.” 2 Corinthians 5:7 (KJV).
“It is high time that the people of God educated themselves to walk, not by sight, but by faith, as seeing Him who is invisible, looking constantly to Jesus, the author and finisher of their faith. … Many of us walk by sight, and not by faith. We believe the things that are seen, but do not appreciate the precious promises given us in God’s word; and yet we cannot dishonor God more decidedly than by showing that we distrust what he says, and question whether the Lord is in earnest with us or is deceiving us.” 20LtMs, Ms 18, 1905, par. 31, GW92 411.2.
“We shall meet with conflicts to test our faith and courage, but they will make us strong if we conquer through the grace which Jesus is willing to give. But we must believe; we must grasp the promises without a doubt. They are ample and rich, even during the perils and trials of the last days. … As we exercise faith, talk faith, and act faith, the promises of God will be verified to us. And as we walk consistently with our profession of faith, we are also teaching others to walk circumspectly.” GW92 434.3.
“Do not consult feeling; for feeling is not to be our guide. We are to walk by faith, not by sight. Do not let unbelief separate you from God. Do not let one word of unbelief or discouragement escape your lips. Satan is pleased at every such expression, because it is dishonoring to Jesus. Seek earnestly to remedy every defect of character. Put away murmuring and fretfulness. In the indulgence of these traits you represent Satan, the prince of darkness, and not Christ, the Prince of light. Cast no shadow to darken the pathway of others. Walk in the light, and the peace and joy that shine in the face of Jesus will be reflected in you.” GW92 435.2.
“Follow Jesus, follow the opening providence of God. Have unwavering faith in His promises. Walk by faith and not by sight… Bring uplifting, sanctifying grace into your own lives and into the lives of others. Then you will be all light in the Lord. Close the windows of the soul earthward and open them heavenward.” 1LtMs, Ms 3, 1855, par. 1, 18LtMs, Lt 252, 1903, par. 26. ***