Pelajaran Sekolah Sabat 17 Januari 2025

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2: YEHEZKIEL & DANIEL)

Pelajaran 3, Sabat, 17 Januari 2026

PENJAGA

Nafiri-nafiri itu harus ditiup oleh anak-anak imam Harun; itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. Dan apabila kamu maju berperang di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.”Bilangan 10:8, 9.

Suku Lewi telah ditetapkan oleh Allah sebagai satu suku yang mana di tengah-tengah merekalah tabut suci akan dibawa, Musa dan Harun berjalan tepat di depan tabut, dan anak-anak Harun mengikuti di dekat mereka, masing-masing membawa nafiri (terompet). Mereka akan menerima petunjuk dari Musa, yang harus mereka sampaikan kepada umat dengan berbicara melalui nafiri-nafiri ini. Nafiri-nafiri ini akan mengeluarkan suara khusus yang telah dipahami oleh umat, dan mereka pun akan melakukan segala sesuatu sesuai dengan itu.” —Testimonies for the Church, vol. 1, hlm. 650.

MINGGU

1. Petunjuk apakah yang diterima oleh nabi Yehezkiel? Apa yang dilihatnya?

 Yehezkiel 2:8-10 Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu. 9Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab, 10lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.

“Ketika mereka melihat kebenaran Kristus dalam perintah-perintah Hukum ilahi, mereka pun berseru, ‘Hukum Tuhan itu sempurna, yang mentobatkan jiwa.’ (Mazmur 19:7 KJV). Ketika orang berdosa diampuni atas pelanggaran mereka melalui jasa Kristus, ketika mereka mengenakan kebenaran Kristus melalui iman kepada-Nya, maka mereka akan menyatakannya bersama Mazmur, ‘Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku (seleraku), lebih dari pada madu bagi mulutku!’ (Mazmur 119:103)… Ketika Roh Allah mengendalikan pikiran dan hati, maka itu akan membalikkan hati para bapa kepada anak-anak, dan orang-orang yang tidak taat kepada hikmat orang-orang yang benar. Hukum Allah pun kemudian akan dipandang sebagai salinan dari tabiat ilahi, dan suatu nyanyian baru pun akan muncul dari hati yang telah disentuh oleh kasih karunia ilahi; karena mereka menjadi menyadari bahwa janji Allah telah digenapi dalam pengalaman mereka, bahwa pelanggaran mereka telah diampuni, dan bahwa dosa-dosa mereka telah dikubur jauh. Mereka telah melakukan pertobatan kepada Allah atas pelanggaran hukum-Nya, dan telah menyatakan iman kepada Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah mati untuk pembenaran mereka.” (Review and Herald, June 21, 1892)” —To Be Like Jesus, hlm. 195.

SENIN

2 . Apakah yang dialami dan dipahami oleh nabi itu? Penglihatan serupa apakah yang dilihat oleh rasul Yohanes?

Yehezkiel 3:1-4, 11 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel.” 2Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan. 3Lalu firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu.” Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku. 4Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka. …. 11Mari, pergilah dan temuilah orang-orang buangan, teman sebangsamu, berbicaralah kepada mereka dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH; baik mereka mau mendengarkan atau tidak.

Wahyu 10:10, 11 Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. 11Maka ia berkata kepadaku: “Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja.”

“Masa ini, yang dinyatakan Malaikat dengan sumpah khidmat, bukanlah akhir dari sejarah dunia ini, bukan pula masa percobaan, melainkan masa nubuatan, yang akan mendahului kedatangan Tuhan kita. Artinya, umat manusia tidak akan menerima pekabaran lain pada waktu yang pasti. Setelah periode waktu ini, yang berlangsung dari tahun 1842 hingga 1844, tidak akan ada lagi penelusuran tentang masa nubuatan yang pasti. Perhitungan nubuat terpanjang ini mencapai musim gugur tahun 1844.

“Posisi Malaikat itu, dengan satu kaki di laut dan kaki lainnya di darat (Wahyu 10:2), melambangkan luasnya penyebaran pekabaran tersebut. Pekabaran itu akan melintasi perairan yang luas dan diberitakan di berbagai-bagai bangsa, bahkan sampai di seluruh dunia. Pemahaman akan kebenaran, penerimaan pekabaran dengan sukacita, dilambangkan oleh tindakan memakan gulungan kitab kecil itu. Kebenaran mengenai waktu kedatangan Tuhan kita adalah pekabaran yang berharga bagi jiwa-jiwa kita.” —Christ Triumphant, hlm. 344.

SELASA

3. Apakah yang menunjukkan bahwa pekabaran-pekabaran yang diterima Yehezkiel itu sangat penting?

Yehezkiel 3:10; 40:4 Selanjutnya firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, perhatikanlah segala perkataan-Ku yang akan Kufirmankan kepadamu dan berikanlah telingamu kepadanya…. 40:4Orang itu berbicara kepadaku: “Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa ke mari, supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah segala sesuatu yang kaulihat kepada kaum Israel.

Amsal 4:20, 21 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; 21janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.

“Setiap nabi yang ada pada zaman dahulu berbicara bukan hanya untuk zaman mereka sendiri, melainkan untuk zaman kita juga, sehingga nubuat mereka tetap berlaku bagi kita…. Alkitab telah mengumpulkan dan menyatukan harta kekayaannya untuk sampai pada generasi terakhir sekarang ini. Semua peristiwa besar dan penting dalam sejarah Perjanjian Lama telah terjadi, dan sedang terjadi, dan bahkan terulang kembali di dalam jemaat pada zaman akhir ini.” —Selected Messages, buku 3, hlm. 339.

RABU

4. Misi apakah yang harus dia (Yehezkiel) laksanakan, terlepas dari apapun hasilnya?

Yehezkiel 3:17-21 “Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku. 18Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! –dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 19Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. 20Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. 21Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu.”

“Sementara dunia Protestan dengan sikapnya memberikan persetujuan kewenangan kepada Roma, marilah kita bangkit untuk memahami situasi dan melihat pertarungan di hadapan kita dalam konteks yang sebenarnya. Biarlah para penjaga sekarang mengangkat suara mereka dan menyampaikan pekabaran yang merupakan kebenaran untuk saat ini. Marilah kita menunjukkan kepada orang-orang di mana kita berada dalam sejarah nubuatan dan berupaya membangkitkan semangat Protestan sejati, yakni membangunkan dunia untuk menyadari nilai dari hak istimewa kebebasan beragama yang telah lama dinikmati.”

“Tuhan telah menyerukan agar kita bangun, karena akhir segala sesuatu sudah dekat. Setiap waktu yang berlalu adalah saat dimana berlangsungnya aktivitas di istana surgawi untuk mempersiapkan umat di bumi agar dapat menyadari perannya dalam peristiwa-peristiwa besar yang akan segera terjadi di hadapan kita.” —Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 716.

KAMIS

5. Seberapa besarkah tanggung jawabnya?

Yehezkiel 33:1-7 Lalu datanglah (lagi) firman TUHAN kepadaku: 2“Hai anak manusia, berbicaralah kepada teman-temanmu sebangsa dan katakanlah kepada mereka: Kalau Aku mendatangkan pedang atas sesuatu negeri dan bangsa negeri itu mengambil seorang dari antara mereka dan menetapkan dia menjadi penjaganya 3dan penjaga ini melihat pedang itu datang atas negerinya, lalu meniup sangkakala untuk memperingatkan bangsanya, 4kalau ada seorang yang memang mendengar suara sangkakala itu, tetapi ia tidak mau diperingatkan, sehingga sesudah pedang itu datang ia dihabiskan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. 5Ia mendengar suara sangkakala, tetapi ia tidak mau diperingatkan, darahnya tertimpa kepadanya sendiri. Kalau ia mau diperingatkan, ia menyelamatkan nyawanya. 6Sebaliknya penjaga, yang melihat pedang itu datang, tetapi tidak meniup sangkakala dan bangsanya tidak mendapat peringatan, sehingga sesudah pedang itu datang, seorang dari antara mereka dihabiskan, orang itu dihabiskan dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari penjaga itu. 7Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.

“Ketika penjaga, melihat pedang datang, maka ia akan meniup nafiri (sangkakala)nya dengan suara tertentu,… sehingga, semua orang akan memiliki kesempatan untuk bersiap menghadapi konflik. Tetapi, terlalu sering pemimpin (yang seharusnya menjadi penjaga) malah berdiri ragu-ragu, seolah-olah berkata: ‘Janganlah kita terlalu terburu-buru. Mungkin ada kesalahan. Kita harus berhati-hati agar tidak menimbulkan alarm yang keliru.’ Keraguan dan ketidakpastian di pihaknya sendiri pun berseru: ‘Damai dan aman.’ Janganlah gelisah. Janganlah khawatir…. Dengan demikian ia pada hakekatnya justru sedang mengingkari pekabaran yang dikirim dari Tuhan, dan peringatan yang telah dirancang untuk membangkitkan jemaat pun menjadi gagal menjalankan fungsinya. Nafiri (sangkakala) penjaga pun tidak berbunyi dengan suara yang pasti, dan orang-orang menjadi tidak bersiap untuk pertempuran. Hendaklah penjaga waspada agar, jangan karena keraguan dan penundaannya, jiwa-jiwa malah dibiarkan binasa, dan darah mereka pun dituntut dari tangannya.” —Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 715.

JUMAT

6. Bagaimana pekabaran-pekabaran itu cocok juga bagi umat Tuhan saat ini?

 1 Korintus 14:8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?

Yesaya 58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!

“Tuhan memberikan kebenaran khusus bagi umat manusia dalam keadaan darurat. Siapa yang berani menolak untuk menyebarluaskannya? Ia memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk menyampaikan undangan belas kasihan terakhir kepada dunia. Mereka tidak dapat berdiam diri, kecuali dengan mempertaruhkan jiwa mereka. Para duta Kristus tidak ada hubungannya dengan konsekuensi. Mereka harus menjalankan tugas mereka dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan.” —The Great Controversy, hlm. 609.

SABAT

7. Seberapa selarasnya kah tugas ini dengan zaman kita sekarang?

Yesaya 21:6, 8-10 Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Pergilah, tempatkanlah seorang peninjau, apa yang dilihatnya haruslah diberitahukannya…. 8Kemudian berserulah orang yang melihat itu: “Di tempat peninjauan, ya tuanku, aku berdiri senantiasa sehari suntuk, dan di tempat pengawalanku aku terpancang setiap malam.” 9Lihat, itu sudah datang sepasukan orang, pasang-pasangan orang berkuda! Lalu berserulah ia, katanya: “Sudah jatuh, sudah jatuh Babel, dan segala patung berhalanya telah diremukkan dan bertaburan di tanah.” 10Hai bangsaku yang telah dipijak-pijak dan diinjak-injak! Apa yang kudengar dari TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah kuberitahukan kepadamu.

Wahyu 14:8; 18:2, 4, 5 Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya.”…. 18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: “Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, …. 4Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah (keluarlah) kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. 5Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.

“Namun, jika dilihat sebagai bagian dari pertentangan antara kekuatan kuasa terang dan gelap, semua catatan masa lalu ini pun akan tampak memiliki suatu makna baru; dan melalui catatan-catatan itu, terang pun dipancarkan sampai ke masa depan, menerangi jalan bagi mereka yang, seperti para pembaharu di masa lalu, mau menerima panggilannya, bahkan dengan mempertaruhkan segala kebaikan duniawi, demi bersaksi tentang ‘firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus.’ (Wahyu 1:2).” —The Great Controversy, hlm. xii.

UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Akan ada serangkaian peristiwa yang mengungkapkan bahwa Tuhan adalah penguasa segala keadaan. Kebenaran akan diberitakan dalam bahasa yang jelas dan tidak pernah salah…. Melalui karya pemeliharaan ilahi yang paling menakjubkan, gunung-gunung kesulitan akan disingkirkan dan dilemparkan ke laut. Pekabaran yang sangat berarti bagi penduduk bumi ini akan didengar dan dipahami…. Pekerjaan akan bergerak maju dan terus maju hingga seluruh bumi telah diperingatkan, dan kemudian akhir segala sesuatu pun akan datanglah.” —Testimonies for the Church, vol. 9, hlm. 96.