Pelajaran Sekolah Sabat 24 Januari 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2: YEHEZKIEL & DANIEL)

Pelajaran 4, Sabat, 24 Januari 2026

TANDA-TANDA DENGAN MAKNA YANG BESAR

“Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya.” Yesaya 38:7.

Oh, betapa sedikitnya orang yang mengetahui waktu kedatangan mereka! Betapa sedikitnya, bahkan di antara mereka yang mengaku percaya pada kebenaran masa kini, yang memahami tanda-tanda zaman atau apa yang akan kita alami sebelum akhir zaman! Kita saat ini berada di bawah kesabaran ilahi; tetapi berapa lama lagi malaikat-malaikat Allah akan terus menahan angin, sehingga angin itu tidak bertiup?” —TestimoniesfortheChurch, vol. 6, hlm. 426.

MINGGU

1. Bagaimanakah nabi menggambarkan pengepungan ketiga yang akan datang dan jatuhnya Yerusalem yang terjadi pada tahun 586 SM? Seberapa selarasnya kah peringatan itu bagi dunia saat ini?

Yehezkiel 3:25-27 Dan engkau, anak manusia, sesungguhnya, engkau akan diikat dengan tali dan akan dibelenggu, sehingga engkau tidak bisa keluar masuk di tengah-tengah mereka. 26Dan Aku akan membuat lidahmu melekat pada langit-langitmu, sehingga engkau menjadi bisu dan tidak akan menempelak mereka, sebab mereka adalah kaum pemberontak. 27Tetapi kalau Aku berbicara dengan engkau, Aku akan membuka mulutmu dan engkau akan mengatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. Orang yang mau mendengar, biarlah ia mendengar; dan orang yang mau membiarkan, baiklah membiarkan, sebab mereka adalah kaum pemberontak.

Yesaya 52:2, 3 Kebaskanlah debu dari padamu, bangunlah, hai Yerusalem yang tertawan! Tanggalkanlah ikatan-ikatan dari lehermu, hai puteri Sion yang tertawan! 3Sebab beginilah firman TUHAN: Kamu dijual tanpa pembayaran, maka kamu akan ditebus tanpa pembayaran juga.

“Ada batas di mana penghakiman Allah tidak dapat ditunda lagi. Kehancuran Yerusalem… adalah peringatan serius bagi Israel modern, bahwa nasihat dan peringatan yang diberikan kepada mereka melalui perantara-perantara yang dipilih-Nya adalah tidak dapat diabaikan begitu saja.” —Prophets and Kings, hlm. 416.

SENIN

2. Apakah yang diperintahkan kepada Yehezkiel untuk dilakukan? Mengapa?

Yehezkiel 4:1-3 “Engkau, anak manusia, ambillah sebuah batu bata, letakkan di hadapanmu dan ukirlah di atasnya sebuah kota, yaitu Yerusalem. 2Ukirlah kota itu dalam keadaan terkepung: dirikan sebuah benteng pengepungan, timbun pula tanah menjadi tembok pengepungan, tempatkan perkemahan tentara dan susun alat-alat pendobrak sekeliling kota itu. 3Lalu ambillah sebidang besi dan dirikanlah itu di antaramu dengan kota itu menjadi dinding besi, kemudian tujukanlah wajahmu ke arah kota itu, sehingga kota itu dalam keadaan terkepung, dan engkaulah yang mengepung dia. Inilah menjadi lambang bagi kaum Israel.

Yeremia 52:4, 5 Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Berkemahlah mereka mengepungnya dan didirikan merekalah tembok pengepungan sekelilingnya. 5Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas pemerintahan raja Zedekia.

“Dalam beberapa tahun yang singkat, raja Babel akan digunakan sebagai alat murka Allah atas Yehuda yang tidak bertobat. Berulang kali Yerusalem akan dikepung dan dimasuki oleh pasukan pengepungan Nebukadnezar. Pasukan demi pasukan—awalnya hanya sedikit, tetapi kemudian ribuan dan puluhan ribu—akan ditawan ke tanah Sinear, untuk tinggal di sana dalam pengasingan paksa. Yoyakim, Yoyakhin, Zedekia—semua raja Yahudi ini pada gilirannya akan menjadi bawahan penguasa Babel, dan semuanya pada gilirannya akan memberontak. Hukuman yang lebih berat dan lebih berat lagi akan dijatuhkan kepada bangsa yang memberontak itu, hingga akhirnya seluruh negeri akan menjadi reruntuhan, Yerusalem akan dihancurkan dan dibakar, bait suci yang telah dibangun Salomo akan dihancurkan, dan kerajaan Yehuda akan jatuh, tidak akan pernah lagi menduduki kedudukannya yang semula di antara bangsa-bangsa di bumi.” —Prophets and Kings, hlm. 422.

SELASA

3 . Resep apakah yang diberikan kepada nabi, dan apakah yang diperintahkan kepadanya untuk dilakukan?

Yehezkiel 4:9-11, 16 Selanjutnya ambillah gandum, jelai, kacang merah besar, kacang merah kecil, jawan dan sekoi dan taruhlah dalam satu periuk dan masaklah itu menjadi roti bagimu. Itulah makananmu selama engkau berbaring pada sisimu, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari. 10Dan makananmu yang harus kaumakan akan ditentukan timbangannya, yakni dua puluh syikal satu hari; makanlah itu pada waktu-waktu tertentu. 11Air minumpun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu-waktu tertentu…. 16Sesudah itu Ia berfirman kepadaku: “Hai, anak manusia, sesungguhnya, Aku akan memusnahkan persediaan makanan di Yerusalem–dan mereka akan memakan roti yang tertentu timbangannya dengan hati yang cemas; juga mereka akan meminum air dalam ukuran terbatas dengan hati yang gundah-gulana–

“Pasukan Nebukadnezar hampir saja merebut tembok Sion dengan serangan mendadak. Ribuan orang tewas dalam upaya terakhir mempertahankan kota. Ribuan lainnya meninggal karena kelaparan dan penyakit. Nasib Yerusalem sudah ditentukan. Menara-menara pengepungan pasukan musuh sudah mengawasi tembok-tembok kota.” —Prophets and Kings, hlm. 471.

RABU

4. Apakah lagi yang diperintahkan kepada nabi untuk dilakukan? Apakah nilai penting dari hal ini?

Yehezkiel 5:1, 12 Dan engkau, anak manusia, ambillah sebilah pedang yang tajam dan pakailah itu sebagai pisau cukur tukang pangkas; cukurlah rambutmu dan janggutmu dengan itu; lalu ambillah sebuah timbangan dan bagi-bagilah rambutmu…. 12Sepertiga dari padamu akan mati kena sampar dan mati kelaparan di tengah-tengahmu; sepertiga akan tewas dimakan pedang di sekitarmu; dan sepertiga lagi akan Kuhamburkan ke semua mata angin dan Aku akan menghunus pedang dari belakang mereka.

“Mereka dibawa ke penawanan di Babel, dan tinggal di sana selama bertahun-tahun. Namun mereka tidak ditinggalkan oleh Tuhan. Para nabi-Nya diutus kepada mereka dengan teguran dan peringatan. Umat itu pun tersadar akan kesalahan mereka, mereka merendahkan diri di hadapan Allah, dan kembali kepada-Nya dengan pertobatan yang sejati.” —Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 467.

KAMIS

5. Apa bukti penyembahan berhala di antara umat Allah? Bagaimana Allah mengatakan bahwa kehidupan orang-orang yang mempraktikkan penyembahan berhala akan berakhir?

Yehezkiel 6:1, 13 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku,…13 Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, tatkala orang-orang mereka yang terbunuh berebahan di tengah-tengah berhala-berhala mereka keliling mezbah-mezbahnya, di atas setiap bukit yang tinggi dan di atas semua puncak-puncak gunung, di bawah setiap pohon yang rimbun dan setiap pohon keramat yang penuh cabang-cabang, di tempat mana mereka membawa korban persembahan yang harum bagi semua berhala-berhala mereka.

“Dengan menolak kebenaran, manusia menolak Sang Penciptanya. Dengan menginjak-injak hukum Allah, mereka menyangkal otoritas Sang Pemberi Hukum. Membuat berhala dari ajaran dan teori palsu adalah sama mudahnya dengan membuat berhala dari kayu atau batu. Dengan salah menggambarkan sifat-sifat Allah, Setan sedang menuntun manusia untuk membayangkan Dia dalam tabiat yang salah. Bagi banyak orang, berhala  pikiran pribadi telah ditempatkan di tempat Allah; sementara Allah yang hidup, sebagaimana Dia dinyatakan dalam firman-Nya, dalam Kristus, dan dalam karya penciptaan, hanya disembah oleh sedikit orang saja. Ribuan orang malah mendewakan alam sementara mereka menyangkal Allah Pencipta alam. Meskipun dalam bentuk yang berbeda, penyembahan berhala yang ada di dunia Kristen saat ini adalah sama nyatanya seperti yang ada di antara Israel kuno pada zaman Elia. Allah dari banyak orang yang mengaku bijak, para filsuf, penyair, politisi, jurnalis—Allah dari kalangan yang modis dan yang dianggap beradab, dari banyak perguruan tinggi dan universitas, bahkan dari beberapa lembaga teologis—adalah tidak jauh berbeda dengan Baal, dewa matahari…” —The Great Controversy, hlm. 583.

JUMAT

6 . Pekabaran mengerikan apakah yang disampaikan Yehezkiel kepada umat itu atas nama Allah?

Yehezkiel 7:1-3, 25 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, 2“Engkau, anak manusia, katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tanah Israel: Berakhir! Berakhirlah keempat penjuru tanah itu.3Kini kesudahanmu tiba dan Aku akan mencurahkan murka-Ku atasmu dan Aku akan menghakimi engkau selaras dengan tingkah lakumu dan Aku akan membalaskan kepadamu segala perbuatanmu yang keji… 25Ketakutan (pembinasaan) datang, dan mereka mencari keselamatan, tetapi tidak ada.

“Kecuali bila kita memahami pentingnya peristiwa-peristiwa yang dengan cepat sedang berlalu menuju kekekalan, dan bersiap untuk berdiri di hari besar Allah, maka kita akan menjadi pengelola yang tidak setia. Penjaga harus harus tetap berjaga pada waktu malam. Segala sesuatu sekarang diselimuti oleh kekhidmatan yang harus disadari oleh semua orang yang mengaku percaya pada kebenaran untuk saat ini. Mereka harus bertindak dengan selalu mengingat akan datangnya hari Allah. Penghakiman Allah akan segera menimpa dunia, dan kita perlu mempersiapkan diri untuk hari besar itu.

“Waktu kita sangatlah berharga. Kita hanya memiliki sedikit, bahkan sangat sedikit lagi hari masa percobaan yang tersisa untuk mempersiapkan diri menuju masa depan, yakni kehidupan kekal.” —Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 407.

SABAT

7. Hubungan apakah yang selalu ada antara perbuatan dengan konsekuensinya?

Yehezkiel 7:27 bagian akhir … Aku akan perbuat terhadap mereka selaras dengan tingkah lakunya dan Aku akan menghakimi mereka selaras dengan cara mereka menghakimi. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Obaja 1:15 Sebab telah dekat hari TUHAN menimpa segala bangsa. Seperti yang engkau lakukan, demikianlah akan dilakukan kepadamu, perbuatanmu akan kembali menimpa kepalamu sendiri.

“Orang-orang Yahudi telah membelenggu diri mereka sendiri; mereka telah mengisi cawan pembalasan untuk diri mereka sendiri. Dalam kehancuran total yang menimpa mereka sebagai suatu bangsa, dan dalam semua kesengsaraan yang mengikuti mereka dalam tercerai-berainya mereka, mereka sebenarnya hanya menuai hasil dari apa yang telah ditabur oleh tangan mereka sendiri. Nabi berkata: ‘Hai Israel, engkau telah membinasakan dirimu sendiri;’ ‘karena engkau telah jatuh (tergelincir) oleh kejahatanmu (kesalahanmu sendiri).’ Hosea 13:9; 14:1 KJV. Penderitaan mereka malah sering digambarkan sebagai hukuman yang ditimpakan kepada mereka oleh ketetapan langsung dari Allah. Dengan cara inilah si penipu besar berusaha menyembunyikan pekerjaannya sendiri. Dengan penolakan yang keras kepala terhadap kasih dan belas kasihan ilahi, orang-orang Yahudi telah menyebabkan perlindungan Allah ditarik dari mereka, dan Setan pun diizinkan untuk memerintah mereka sesuai kehendaknya. Kekejaman mengerikan yang dilakukan dalam penghancuran Yerusalem adalah suatu pertunjukan kekuatan pendendam Setan atas barangsiapa yang tunduk pada kendalinya.” —The Great Controversy, hlm. 35.

UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Tahun-tahun kelam kehancuran dan kematian yang menandai berakhirnya kerajaan Yehuda akan membawa keputusasaan bagi hati yang paling teguh sekalipun, seandainya tidak ada dorongan dalam nubuat para utusan Allah. Melalui Yeremia di Yerusalem, melalui Daniel di istana Babel, melalui Yehezkiel di tepi sungai Chebar, Tuhan dengan penuh belas kasihan menjelaskan tujuan kekal-Nya dan memberikan jaminan akan kesediaan-Nya untuk memenuhi janji-janji yang tercatat dalam tulisan Musa kepada umat pilihan-Nya. Apa yang telah Dia katakan akan Dia lakukan bagi mereka yang terbukti setia kepada-Nya, pasti akan Dia genapi. ‘Firman Allah… hidup dan tetap ada selama-lamanya.’ 1 Petrus 1:23.” —Prophets and Kings, hlm. 464.