TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2: YEHEZKIEL & DANIEL)
Pelajaran 5, Sabat, 31 Januari 2026
KENYATAAN DIUNGKAPKAN
“Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.” Lukas 8:17.
“Namun, tidak ada perkataan atau perbuatan yang tidak tercatat dalam kitab surga… Kita tidak dapat menyembunyikan apa pun dari Allah. Kita tidak dapat lepas dari pertanggungjawaban kita kepada-Nya. Di mana pun kita berada dan apa pun yang kita lakukan, kita bertanggung jawab kepada Dia yang telah menciptakan dan menebus kita.” —Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 398.
| MINGGU |
1 . Apakah yang diperintahkan kepada Yehezkiel untuk dilakukan? Untuk tujuan apakah?
Yehezkiel 8:5-9 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, lihatlah ke utara!” Aku melihat ke utara, sungguh, di sebelah utara gerbang mezbah, dekat jalan masuk, terdapat berhala cemburuan tadi. 6Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat, yaitu perbuatan-perbuatan kekejian yang besar-besar, yang dilakukan oleh kaum Israel di sini, sehingga Aku harus menjauhkan diri dari tempat kudus-Ku? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi.” 7Dan dibawa-Nya aku ke pintu pelataran, aku melihat, sungguh, ada sebuah lobang di dalam temboknya. 8Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, perbesarlah lobang yang di tembok itu!” Sesudah aku memperbesar lobang itu, lihat, ada sebuah pintu. 9Firman-Nya kepadaku: “Masuklah dan lihatlah perbuatan-perbuatan kekejian yang jahat, yang mereka lakukan di sini.”
“Aku berkata kepadamu,… waspadalah; karena apapun yang engkau perbuat terlihat oleh mata malaikat dan Allah. Engkau tidak dapat melakukan perbuatan jahat dan orang lain tidak terpengaruh olehnya. Perbuatanmu, selain menunjukkan jenis bahan apa yang digunakan dalam pembentukan tabiatmu sendiri, itu juga memiliki pengaruh yang kuat terhadap orang lain. Jangan pernah melupakan kenyataan bahwa engkau adalah milik Allah, bahwa Dia telah menebusmu dengan harga yang mahal, dan engkau harus mempertanggungjawabkan kepada-Nya segala talenta yang dipercayakan-Nya.” —Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 398.
| SENIN |
2. Apa yang pertama kali dia lihat? Siapa yang dia kenali?
Yehezkiel 8:10-12, 14 Lalu aku masuk dan melihat, sungguh, segala gambar-gambar binatang melata dan binatang-binatang lain yang menjijikkan dan segala berhala-berhala kaum Israel terukir pada tembok sekelilingnya. 11Dan di hadapannya berdiri tujuh puluh orang tua-tua kaum Israel, dengan Yaazanya bin Safan di tengah-tengah mereka dan masing-masing memegang bokor ukupannya di tangannya, dan keharuman dari asap ukupan itu naik ke atas. 12Firman-Nya kepadaku: “Kaulihatkah, hai anak manusia, apa yang dilakukan oleh tua-tua kaum Israel di dalam kegelapan, masing-masing di dalam kamar tempat ukiran-ukiran mereka? Sebab mereka berkata: TUHAN tidak melihat kita; TUHAN sudah meninggalkan tanah ini.”…. 14 Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.
“Pada tahun keenam pemerintahan Zedekia, Tuhan menyatakan kepada Yehezkiel dalam penglihatan, beberapa kekejian yang dilakukan di Yerusalem, dan di dalam gerbang rumah Tuhan, dan bahkan di pelataran dalam. Ruang-ruang patung, dan berhala-berhala bergambar, ‘segala bentuk binatang melata, dan binatang buas yang menjijikkan, dan segala berhala dari rumah Israel’—semua ini dengan cepat berurutan melewati pandangan nabi yang tercengang. Yehezkiel 8:10. Mereka yang seharusnya menjadi pemimpin rohani di antara umat, ‘para tetua dari kaum Israel,’ yang berjumlah tujuh puluh orang, terlihat mempersembahkan dupa di hadapan penyembahan berhala yang telah dimasukkan ke dalam ruang-ruang tersembunyi di dalam lingkungan suci pelataran bait suci. ‘Tuhan tidak melihat kita,’ orang-orang Yehuda menyanjung diri mereka sendiri ketika mereka terlibat dalam praktik-praktik kafir mereka; ‘Tuhan sudah meninggalkan tanah ini,’ mereka menyatakannya secara menghujat. Ayat 11, 12. Masih ada ‘kekejian yang lebih besar’ yang harus disaksikan nabi. Di gerbang yang menghubungkan pelataran luar ke pelataran dalam, ia diperlihatkan ‘perempuan-perempuan yang menangisi Tammuz.’” —Prophets and Kings, hlm. 448.
| SELASA |
3. Kelompok lain apakah yang digambarkan oleh nabi?
Yehezkiel 8:16, 17 Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur.17Lalu firman-Nya kepadaku: “Kaulihatkah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini, bahwa mereka memenuhi tanah ini dengan kekerasan dan dengan itu terus menyakiti hati-Ku? Sungguh, mereka berkelakuan tak senonoh di hadapan-Ku.
“Dan sekarang, Sang Maha Mulia yang menyertai Yehezkiel sepanjang penglihatan menakjubkan tentang kejahatan di tempat-tempat tinggi di tanah Yehuda ini, bertanya kepada nabi itu: ‘Kaulihatkah itu, hai anak manusia? Perkara kecilkah itu bagi kaum Yehuda untuk melakukan perbuatan-perbuatan kekejian yang mereka lakukan di sini…'”
“Dalam dakwaan mengerikan terhadap Yehuda sebagaimana tercatat dalam narasi penutup penulis sejarah pemerintahan Zedekia, tuduhan melanggar kesucian bait suci ini diulangi. ‘Juga,’ penulis kitab suci menyatakan, ‘semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka.’ 2 Tawarikh 36:14.” —Prophets and Kings, hlm. 449.
| RABU |
4 . Kelompok berbeda apa saja yang dia lihat kemudian?
Yehezkiel 9:4, 6 Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T (berilah tanda) pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.”…. 6Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang memiliki tanda (ditandai dengan huruf T itu), jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!” Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.
“Umat Allah yang sejati, yang memiliki roh pekerjaan Tuhan dan keselamatan jiwa di dalam hati mereka, akan selalu memandang dosa dalam sifatnya yang sebenarnya, yaitu sifat berdosa. Mereka akan selalu berada di pihak yang setia dan jujur dalam menangani dosa-dosa yang mudah menjerat umat Allah. Terutama dalam pekerjaan penutup bagi jemaat, pada masa pemeteraian 144.000 orang yang akan berdiri tanpa cela di hadapan takhta Allah, mereka akan merasakan dengan sangat dalam kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh umat Allah yang mengaku beriman. Hal ini dengan tegas diungkapkan oleh ilustrasi nabi tentang pekerjaan terakhir dengan menggunakan perumpamaan orang-orang yang masing-masing memegang senjata pembunuh di tangannya. Salah seorang di antara mereka mengenakan pakaian linen, dengan tempat tinta penulis di sisinya. ‘Firman TUHAN kepadanya: “Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T (berilah tanda) pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana.’ Yehezkiel 9:4.” —Testimonies for the Church, vol. 3, hlm. 266.
| KAMIS |
5. Apakah yang terjadi setelah itu?
Yehezkiel 9:2, 11 Lihat, enam orang laki-laki datang dari jurusan pintu gerbang Atas, yang menghadap ke utara, masing-masing dengan alat pemukul di tangannya. Dan satu orang di antara mereka berpakaian lenan dan di sisinya terdapat suatu alat penulis. Mereka ini masuk dan berdiri di samping mezbah tembaga…. 11 Lihat, orang yang berpakaian lenan itu dan yang mempunyai alat penulis di sisinya memberikan laporan, katanya: “Aku sudah kerjakan seperti Engkau perintahkan kepadaku.”
“Saudara-saudari terkasih, hendaklah perintah-perintah Allah dan kesaksian Yesus Kristus senantiasa ada dalam pikiranmu dan singkirkanlah pikiran-pikiran dan kekhawatiran duniawi. Baik ketika engkau berbaring dan ketika engkau bangun, hendaklah itu yang menjadi renunganmu. Hiduplah dan bertindaklah sepenuhnya dengan selalu tertuju pada kedatangan Anak Manusia. Masa pemeteraian ini akan berlangsung sangat singkat, dan akan segera berakhir. Sekaranglah saatnya, untuk meneguhkan panggilan dan pilihan kita, selagi keempat malaikat masih menahan keempat penjuru angin.” —Early Writings, hlm. 58.
| JUMAT |
6. Pada periode khusus manakah dalam sejarah bumi ini umat Tuhan hidup saat ini?
Wahyu 7:2, 3 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, 3 katanya: “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”
“Apakah meterai Allah yang hidup, yang diletakkan di dahi umat-Nya? Itu adalah tanda yang dapat dibaca oleh malaikat, tetapi tidak oleh mata manusia; karena malaikat pembinasa harus melihat tanda penebusan ini.” —Letter 126, 1898.
“Malaikat yang membawa alat tinta penulis akan memberi tanda pada dahi semua orang yang telah terpisah dari dosa dan dari orang-orang berdosa, dan malaikat pembinasa akan mengikuti malaikat ini.” —Letter 12, 1886.
| SABAT |
7. Apakah yang diharapkan dari kita?
Mazmur 86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
| UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Masa pemeteraian bagi hamba-hamba Allah ini sama dengan yang telah ditunjukkan kepada Yehezkiel dalam penglihatan yang diberikan kepadanya. Yohanes juga telah menjadi saksi wahyu yang sangat mengejutkan ini. Ia melihat laut dan gelombang mengamuk, dan hati manusia gemetar ketakutan. Ia melihat bumi berguncang, dan gunung-gunung terdorong ke tengah laut (yang benar-benar terjadi), airnya mengamuk dan bergejolak, dan gunung-gunung berguncang karena gelombang air itu. Kepadanya juga diperlihatkan adanya wabah, penyakit menular, kelaparan, dan kematian yang menjalankan misi mengerikan mereka.” —Testimonies to Ministers and Gospel Workers, hlm. 445.