TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 6, Sabat, 7 Februari 2026
PERINGATAN SERIUS
“Maka haruslah engkau insaf, bahwa TUHAN, Allahmu, mengajari engkau seperti seseorang mengajari anaknya.” Ulangan 8:5.
“Ujian dan rintangan adalah metode disiplin yang dipilih Tuhan dan sebagai syarat keberhasilan yang telah ditetapkan-Nya. Dia yang membaca hati manusia adalah lebih mengenal tabiat mereka daripada mereka sendiri. Dia melihat bahwa ada sebagian orang memiliki kekuatan dan kepekaan yang, jika diarahkan dengan benar, dapat digunakan untuk memajukan pekerjaan-Nya. Dalam rencana-Nya, Dia menempatkan orang-orang ini pada posisi dan keadaan yang berbeda-beda agar mereka dapat menemukan kekurangan dalam tabiat mereka yang selama ini tersembunyi dari pengetahuan mereka sendiri. Dia memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki kekurangankekurangan ini dan mempersiapkan diri untuk melayani-Nya. Seringkali Dia pun mengizinkan api penderitaan menyerang mereka agar mereka dapat dimurnikan.” —The Ministry of Healing, hlm. 471.
MINGGU
1 . Demonstrasi apakah yang dilakukan Yehezkiel di hadapan orang banyak untuk menunjukkan tentang apa yang akan terjadi di masa depan mereka?
Yehezkiel 12:7 Lalu kulakukan seperti diperintahkan kepadaku: aku membawa pada siang hari barang-barang seperti barang-barang seorang buangan dan pada malam hari aku membuat dengan tanganku sebuah lobang di tembok, pada malam gelap aku keluar dan di hadapan mata mereka aku menaruh barang-barangku ke atas bahuku.
“Engkau berada di sini untuk memperoleh pengetahuan tentang Allah, dan untuk belajar bagaimana menaati perintah-Nya. Ketaatan adalah hidup kita di dunia ini, dan akan menjadi hidup kita di dunia yang akan datang. Dan ingatlah bahwa pengetahuan tentang Allah dan Kristus adalah inti dari segala ilmu pengetahuan. Allah mengajar kita untuk menganggap segala sesuatu sebagai kerugian demi keunggulan pengetahuan tentang Kristus Yesus Tuhan kita. Mengenal Allah dan Kristus—inilah hidup kekal. Bila dihidupkan, pengetahuan ini mempersiapkan kita untuk surga.” — Manuscript 125, 1902.
SENIN
2. Apa yang Tuhan firmankan tentang para pemimpin Yehuda?
Yehezkiel 11:1, 2, 12 Lalu Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pintu gerbang Timur dari rumah TUHAN, pintu yang menghadap ke sebelah timur. Lihat, di dalam pintu gerbang itu ada dua puluh lima orang dan di antara mereka kulihat Yaazanya bin Azur dan Pelaca bin Benaya, yaitu pemimpin-pemimpin bangsa. 2Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, inilah orang-orang yang merancang kedurjanaan dan menaburkan nasihat jahat di kota ini…. 12Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, karena kelakuanmu tidak selaras dengan ketetapan-ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku tidak kamu lakukan; bahkan engkau melakukan peraturan-peraturan bangsa-bangsa yang di sekitarmu.”
Yeremia 39:1-7 Ketika Yerusalem direbut–dalam tahun yang kesembilan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kesepuluh, telah datang Nebukadnezar, raja Babel, beserta segenap tentaranya untuk mengepung Yerusalem. 2 dalam tahun yang kesebelas pemerintahan Zedekia, dalam bulan yang keempat, pada tanggal sembilan bulan itu, terbelahlah tembok kota itu– 3 maka datanglah para perwira raja Babel itu, lalu mengambil tempat di pintu gerbang tengah, mereka itu ialah Nergal-Sarezer, pembesar dari Sin-Magir, panglima, dan Nebusyazban, kepala istana, dan para perwira lainnya dari raja Babel. 4Melihat mereka semuanya maka Zedekia, raja Yehuda, dengan semua tentara melarikan diri, meninggalkan kota itu pada waktu malam dengan mengambil jalan taman raja, dengan melalui pintu gerbang antara kedua tembok; kemudian mereka berjalan menuju Araba-Yordan. 5Tetapi tentara Kasdim itu mengejar mereka dan menyusul Zedekia di dataran Yerikho; mereka menangkap dia dan membawa dia ke Ribla di tanah Hamat, kepada Nebukadnezar, raja Babel, yang menjatuhkan hukuman atas dia. 6Raja Babel menyuruh menyembelih anakanak Zedekia di depan matanya di Ribla; juga semua pembesar Yehuda disembelih oleh raja Babel. 7Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu ia dibelenggu dengan rantai tembaga untuk dibawa ke Babel.
“Para pendeta atau pelayan Injil harus bersikap tegas dalam melaksanakan perintah firman Tuhan sebagaimana yang tertulis. Barangsiapa yang memegang posisi kepercayaan di jemaat tidak boleh lalai, tetapi mereka harus memastikan bahwa para anggota setia dalam menjalankan tugas ini.” —Review and Herald, December 17, 1889.
SELASA
3 . Apakah yang Dia firmankan tentang para nabi palsu?
Yehezkiel 13:1-7 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, 2″Hai anak manusia, bernubuatlah melawan nabi-nabi Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka yang bernubuat sesuka hatinya saja: Dengarlah firman TUHAN! 3Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan. 4Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan (serigala di padang gurun), begitulah nabi-nabimu, hai Israel! 5Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN. 6Penglihatan mereka menipu dan tenungan mereka adalah bohong; mereka berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal TUHAN tidak mengutus mereka, dan mereka menanti firman itu digenapi-Nya. 7Bukankah penglihatan tipuan yang kamu lihat dan tenungan bohong yang kamu katakan, kalau kamu berkata: Demikianlah firman TUHAN, padahal Aku tidak berbicara?
“Paulus berbicara tentang suatu golongan yang mana kedatangan Tuhan akan datang tanpa mereka sadari. ‘Hari Tuhan akan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman, maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan,… dan mereka pasti tidak akan luput.’ Tetapi ia menambahkan, kepada barangsiapa yang telah memperhatikan peringatan Juruselamat: ‘Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan.’ 1 Tesalonika 5:2-5.” —The Great Controversy, hlm. 371.
RABU
4 . Lalu, apakah yang Dia nyatakan tentang para imam?
Yehezkiel 22:26 Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku, mereka tidak membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir, mereka menutup mata terhadap hari-hari Sabat-Ku. Demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka.
“…karena tugas seorang pendeta ataupun pelayan injil adalah menjaga kawanan domba Allah, yakni sebagai pengawas, maka ada peringatan yang harus mereka perhatikan: ‘Berusahalah untuk menunjukkan dirimu layak di hadapan Allah, sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang membagi firman dengan benar.’ [2 Timotius 2:15.] Ini adalah tugas yang berat; ini adalah beban yang berat. Bukan untuk mendapatkan pujian manusia, bukan pula untuk memandang pada manusia fana mana pun di bumi, melainkan kepada Allah kita harus memandang, dengan pandangan yang hanya tertuju pada kemuliaan-Nya saja.” —Manuscript 13, 1888.
KAMIS
5 . Apa yang terjadi pada sebagian besar orang?
Yehezkiel 22:29, 30 Penduduk negeri melakukan pemerasan dan perampasan, menindas orang sengsara dan miskin dan mereka melakukan pemerasan terhadap orang asing bertentangan dengan hukum. 30Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.
“Meskipun kita telah melakukan semua yang kita bisa, perbuatan kita tidak dapat menyelamatkan kita. Tetapi ada sesuatu yang akan menyelamatkan kita, dan itu adalah kuasa Allah. Hubungan dengan kuasa Allah adalah satusatunya keselamatan kita. Tidak seorang pun dari kita yang dapat lalai memahami konsep pembenaran melalui iman. Itu berarti sepuluh kali lebih banyak, bahkan, seratus kali lebih banyak daripada yang tampaknya disadari oleh banyak dari kita. Kita harus merasa bahwa kita tidak dapat sedikit pun bergantung, dan tidak boleh sedikit pun percaya pada diri kita sendiri; kita harus percaya kepada Allah yang hidup, kepada kuasa-Nya, kepada kekuatan-Nya, kepada keagungan-Nya, dan kepada kasih karunia-Nya untuk menjaga kita, jika tidak maka kita akan jatuh.” —Manuscript 1, 1890.
JUMAT
6 . Apakah masih ada harapan bagi siapa pun?
Yehezkiel 12:15, 16; 14:22, 23 Maka mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, apabila aku menyerakkan mereka di antara bangsabangsa dan menghamburkan mereka ke semua negeri. 16Tetapi Aku akan meninggalkan sedikit dari mereka yang luput dari pedang, dari kelaparan dan dari sampar, supaya mereka menceriterakan segala perbuatan-perbuatan mereka yang keji di antara bangsa-bangsa, di mana mereka datang; dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN…. 14:22Tetapi sungguh, akan tertinggal di sana orang yang terluput (umat yang sisa), yang mengiring ke luar anak-anak lelaki dan perempuan; lihat, mereka akan datang kepadamu dan kamu akan melihat tingkah laku mereka dan kamu akan merasa terhibur tentang malapetaka yang Kudatangkan atas Yerusalem, ya tentang segalagalanya yang Kudatangkan atasnya. 23Mereka akan menghibur kamu, kalau kamu melihat tingkah lakunya, dan kamu akan mengetahui bahwa bukan tanpa alasan Kuperbuat segala sesuatu yang Kuperbuat atas Yerusalem, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
“Melihat ke masa depan hingga akhir zaman, Petrus diilhami untuk menguraikan kondisi yang akan ada di dunia tepat sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali. ‘Pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejekpengejek,’ tulisnya, ‘yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.” (2 Petrus 3:3-4) Namun, tidak semua orang akan terjerat oleh tipu daya musuh. Ketika akhir segala sesuatu di bumi mendekat, akan ada orang-orang yang setia yang mampu membedakan tanda-tanda zaman. Sementara sejumlah besar orang percaya yang mengaku beriman akan menyangkal iman mereka melalui perbuatan mereka, akan ada sebagian kecil yang akan bertahan sampai akhir.” —The Acts of the Apostles, hlm. 535.
SABAT
7. Apakah maksud Allah bagi umat-Nya di masa lalu dan sekarang ini?
Yehezkiel 16:59-63 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku akan melakukan kepadamu seperti engkau lakukan, yaitu engkau memandang ringan kepada sumpah dengan mengingkari perjanjian. 60Tetapi Aku akan mengingat perjanjian-Ku dengan engkau pada masa mudamu dan Aku akan meneguhkan bagimu perjanjian yang kekal. 61Barulah engkau teringat kepada kelakuanmu dan engkau merasa malu, pada waktu Aku mengambil kakak-kakakmu, baik yang tertua maupun yang termuda, dan memberikan mereka kepadamu menjadi anakmu, tetapi bukan berdasarkan engkau memegang perjanjian. 62Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan engkau, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, 63dan dengan itu engkau akan teringat-ingat yang dulu dan merasa malu, sehingga mulutmu terkatup sama sekali karena nodamu, waktu Aku mengadakan pendamaian bagimu karena segala perbuatanmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
Ibrani 12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
“Ketika prinsip kasih ditanamkan dalam hati, ketika manusia diperbarui menurut gambar Dia yang menciptakannya, janji perjanjian baru digenapi, ‘Aku akan menaruh hukum-hukum-Ku dalam hati mereka dan dalam pikiran mereka akan Kutuliskan.’ Ibrani 10:16. Dan jika hukum tertulis dalam hati, bukankah itu akan membentuk kehidupan? Ketaatan— pelayanan dan kesetiaan yang didasari kasih—adalah tanda sejati kemuridan. Demikianlah firman Kitab Suci, ‘Inilah kasih Allah, yaitu kita menaati perintah-perintah-Nya.’ ‘Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi tidak menaati perintah-perintah-Nya, ia adalah pendusta, dan kebenaran tidak ada di dalam dirinya.’ 1 Yohanes 5:3; 2:4. Bukannya membebaskan manusia dari ketaatan, imanlah, dan hanya imanlah, yang menjadikan kita peserta kasih karunia Kristus, yang memungkinkan kita untuk menaati-Nya.” —Steps to Christ, hlm. 60.
UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN
“Kita tidak tahu kepentingan besar apa yang sedang dipertaruhkan dalam pembuktian Allah. Tidak ada keselamatan kecuali dalam ketaatan yang ketat kepada firman Allah. Semua janji-Nya dibuat dengan syarat iman dan ketaatan, dan kegagalan untuk mematuhi perintah-Nya akan menghalangi penggenapan limpahan berkat yang terkandung dalam Kitab Suci bagi kita. Kita tidak boleh mengikuti dorongan hati, atau bergantung pada penilaian manusiawi; kita harus memperhatikan kehendak Allah yang difirmankan dan berjalan sesuai dengan perintah-Nya yang pasti, apa pun keadaan yang mengelilingi kita. Allah akan mengurus hasilnya; dengan kesetiaan kepada firman-Nya, kita dapat membuktikan di hadapan manusia dan malaikat pada saat pencobaan bahwa Allah dapat mempercayai kita di tempat-tempat yang sulit untuk melaksanakan kehendak-Nya, memuliakan nama-Nya, dan memberkati umat-Nya.” — Patriarchs and Prophets, hlm. 621.