Pelajaran Sekolah Sabat 14 Februari 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 7, Sabat 14 Februari 2026

TIGA ORANG BENAR

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Filipi 4:8.

Kebajikan aktif harus dipupuk, juga kebajikan untuk tabah. Seorang Kristen, meskipun selalu siap memberikan jawaban lembut yang meredakan amarah, harus juga memiliki keberanian seorang pahlawan untuk melawan kejahatan. Dengan kasih yang sabar menanggungsegala sesuatu, Ia harus memiliki kekuatan tabiat yang akan menjadikan pengaruhnya sebagai kekuatan positif untuk kebaikan. Iman harus tertanam dalam tabiatnya. Prinsip-prinsipnya harus teguh; ia harus berjiwa mulia, tanpa sedikit pun menyimpan prasangka yang jahat…. Ia tidak boleh egois dalam kebiasaannya, juga tidak boleh sombong dan mendominasi dalam perilakunya.” —Colporteur Ministry, hlm. 62.

1. Siapakah tiga orang yang dinyatakan oleh Alkitab sebagai orang benar?

Yehezkiel 14:14, 18, 20 biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang ini, yaitu Nuh, Daniel dan Ayub, mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka, demikianlah firman Tuhan ALLAH…. 18 dan biarpun di tengah-tengahnya berada ketiga orang tadi, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak-anak lelaki maupun anak-anak perempuan, tetapi hanya mereka sendiri akan diselamatkan…. 20 dan biarpun Nuh, Daniel dan Ayub berada di tengah-tengahnya, demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, mereka tidak akan menyelamatkan baik anak laki-laki maupun anak perempuan, melainkan mereka akan menyelamatkan hanya nyawanya sendiri karena kebenaran mereka.

“Pengakuan kita akan kesetiaan-Nya adalah sarana pilihan Surga untuk menyatakan Kristus kepada dunia. Kita harus mengakui kasih karunia-Nya sebagaimana dinyatakan melalui orang-orang kudus di masa lalu; tetapi yang paling efektif adalah kesaksian dari pengalaman kita sendiri. Kita adalah saksi bagi Allah saat kita menyatakan dalam diri kita sendiri pekerjaan suatu kuasa ilahi. Tiap pribadi memiliki kehidupan yang berbedadari orang lain, dan pengalaman pribadi yang pada dasarnya berbeda-beda. Allah rindu agar pujian kita naik kepada-Nya, ditandai oleh nilai pribadi kita sendiri. Pengakuan berharga untuk memuji kemuliaan kasih karunia-Nya ini, ketika didukung oleh kehidupan yang menyerupai Kristus, akan memiliki kuasa yang menarik dan tiada tertahankan yang bekerja untuk keselamatan jiwa-jiwa.” —The Desire of Ages, hlm. 347.

2. Siapakah yang telah berkhotbah bahwa dunia ketika itu akan dibinasakan oleh air bah?

Kejadian 6:9-13 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. 10 Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet. 11Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. 12Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi. 13 Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan mereka bersama-sama dengan bumi.

Matius 24:37-39 Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. 38Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, 39dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

“Saat Nuh menyampaikan pekabaran peringatannya kepada dunia, perbuatannya menjadi bukti ketulusannya. Dengan demikian imannya disempurnakan dan dibuktikan. Ia memberi dunia contoh tentang percaya pada apa yang difirmankan Allah. Segala sesuatu yang dimilikinya, ia investasikan dalam pembangunan bahtera. Saat ia mulai membangun perahu besar itu di daratan, banyak orang datang dari segala arah untuk melihat pemandangan yang aneh itu dan untuk mendengar kata-kata yang sungguh-sungguh dan penuh semangat dari pengkhotbah yang luar biasa itu. Setiap pukulan yang mengenai bahtera menjadi saksi bagi orang-orang.” —Patriarchs and Prophets, hlm. 95.

3. Siapakah yang menunjukkan iman yang teguh di tengah penderitaan yang dahsyat?

Ayub 1:1; 19:25-27 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan…. 19:25Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. 26 Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, 27yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu.

“Kisah Ayub telah menunjukkan bahwa penderitaan adalah ditimbulkan oleh Setan, dan diatasi oleh Allah untuk tujuan belas kasihan.” —Welfare Ministry, hlm. 21.

4. Siapakah yang menonjol karena kesetiaan mereka yang besar kepada Allah?

Daniel 1:17, 20, 21 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi…. 20Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 21Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

“Daniel adalah hamba yang setia kepada Yang Mahatinggi. Hidupnya yang panjang dipenuhi dengan perbuatan mulia dalam melayani Tuhannya. Kemurnian tabiatnya dan kesetiaannya yang teguh adalah setara dengan kerendahan hatinya dan pertobatannya di hadapan Allah. Kami ulangi, kehidupan Daniel adalah ilustrasi yang diilhami tentang pengudusan sejati.” —Counsels for the Church, hlm. 54.

5. Apakah hal yang paling penting bagi semua orang, baik di masa lalu maupun masa sekarang? Mengapa?

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

“Sekarang kita perlu mengetahui apa yang penting untuk pekerjaan kita di sini. Jadi, apakah yang penting untuk pekerjaan kita sekarang? Jika ada di antara kalian yang diminta untuk memberikan pendapat tentang suatu hal dan kalian tidak tahu bagaimana menjawabnya, jangan malu untuk mengatakan bahwa kalian tidak tahu, tetapi kalian harus tahu apa yang harus kita lakukan untuk diselamatkan. Ketika seseorang datang kepada Kristus dan bertanya apa yang harus ia lakukan untuk diselamatkan, Yesus berkata kepadanya bahwa ia harus mengasihi Allah dengan segenap hatinya dan dengan segenap kekuatannya, serta dengan segenap akal budinya, dan dengan segenap jiwanya dan harus mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri. Dan inilah poin-poin yang harus kita ingat—untuk mengasihi Allah dengan sepenuh hati dan sesama kita seperti diri kita sendiri. Dengan demikian, terdapatlah pekerjaan besar di hadapan kita.” —Manuscript 81, 1886.

6. Apa kesamaan dari ketiga pria (orang benar) di atas?

2 Petrus 3:6, 7 dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. 7Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.

Matius 24:15-21 “Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya– 16maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. 17Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, 18dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. 19Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. 20Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. 21Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

Yakobus 5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

“Tidak seorang pun akan diangkat ke sorga tanpa adanya usaha yang gigih dan tekun dari dirinya sendiri. Semua orang harus terlibat dalam peperangan ini untuk diri mereka sendiri; tidak ada orang lain yang dapat berperang untuk kita. Secara pribadi, masing-masing kita bertanggung jawab atas hasil perjuangan ini; meskipun Nuh, Ayub, dan Daniel berada di tanah itu, mereka tidak dapat menyelamatkan satupun anak laki-laki atau perempuan dengan kebenaran mereka.” —The Ministry of Healing, hlm. 453.

7. Bagaimana keadaan mereka serupa dengan apa yang dialami umat Kristen di saat sekarang ini?

Wahyu 14:12; 2:10 bagian akhir Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus…. 2:10Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

“Sementara engkau memegang teguh panji kebenaran, dan memberitakan hukum Allah, hendaklah setiap jiwa mengingat bahwa iman kepada Yesus adalah terhubung dengan perintah-perintah Hukum Allah. Malaikat ketiga digambarkan sedang terbang di tengah-tengah langit, dan berseru dengan suara yang nyaring, ‘Yang penting disini ialah ketekunan orang-orang kudus yang menaati perintah-perintah Allah dan iman kepada Yesus.’ Wahyu 14:12. Pekabaran-pekabaran malaikat pertama, kedua, dan ketiga semuanya saling terkait. Bukti-bukti kebenaran yang kekal dan abadi dari pekabaran-pekabaran yang agung ini, yang sangat berarti bagi kita, yang telah membangkitkan penentangan yang begitu hebat dari dunia agama, tidaklah dapat dipadamkan. Setan terus-menerus sedang berusaha untuk menebarkan bayangan nerakanya di sekitar pekabaran-pekabaran ini, sehingga umat Allah yang tersisa tidak dapat dengan jelas memahami maknanya, waktu, dan tempatnya; tetapi pekabaran-pekabaran ini adalah pekabaran yang hidup, dan akan mengerahkan segenap kuasanya atas pengalaman keagamaan kita selagi waktunya masih ada.” —Selected Messages, buku 2, hlm. 117.

***

Leave a comment