TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 8, Sabat 21 Februari 2026
Bacalah Laporan Misionaris dari DAERAH KERAJAAN ESWATINI
POKOK ANGGUR
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.” Yohanes 15:1, 2.
“Adakah hubungan yang lebih dekat yang dapat kita bayangkan lagi yang melebihi yang tersirat di sini? Serat-serat pada ranting adalah identik dengan serat-serat pada pokok anggur. Komunikasi kehidupan, kekuatan, dan nutrisi dari batang ke cabang dan ranting tidak boleh terhalang dan harus berlangsung terus menerus. Akar pun mengirimkan nutrisinya melalui ranting-ranting ini.” —Selected Messages, buku 1, hlm. 334.
1. Bagaimana kemakmuran Israel digambarkan?
Yehezkiel 19:10, 11 Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur, yang tertanam dekat air, berbuah dan bercabang karena air yang berlimpah-limpah. 11 Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat yang menjadi tongkat kerajaan; ia menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang rapat, dan menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak.
“Kristuslah yang telah membawa Israel sebagai pokok anggur yang baik keluar dari Mesir. Mazmur 80:9. Tangan-Nya sendiri telah mengusir bangsa-bangsa kafir di hadapannya. Ia telah menanamnya ‘di bukit yang sangat subur.’ Pemeliharaan-Nya telah melindunginya. Para hamba-Nya telah diutus untuk memeliharanya.” —The Great Controversy, hlm. 19.
2. Apakah yang terjadi padanya?
Yehezkiel 19:12-14 Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan dan dilemparkan ke bumi; angin timur membuatnya layu kering, buahnya disentakkan, cabang yang kuat menjadi layu kering; dan api menghabiskannya. 13Dan sekarang ia tertanam di padang gurun, di tanah yang kering dan haus akan air. 14Maka keluarlah api dari cabangnya yang memakan habis ranting dan buahnya, sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat dan tiada tongkat kerajaan.” Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan.
“‘Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu,’ seru-Nya, ‘yang belum Kuperbuat kepadanya?’ Yesaya 5:1-4. Meskipun ketika Ia berharap kebun itu akan menghasilkan anggur, yang dihasilkan adalah anggur liar, namun dengan harapan yang tetap akan keberkahan, Ia datang sendiri ke kebun anggur-Nya, untuk menyelamatkannya dari kehancuran. Ia menggali lobang tempat memeras anggur-Nya; Ia memangkas dan memeliharanya. Ia tak kenal lelah dalam upaya-Nya untuk menyelamatkan pohon anggur yang ditanam-Nya sendiri ini.” —The Great Controversy, hlm. 19.
3. Namun, tanaman anggur manakah yang tumbuh subur?
Yehezkiel 17:5, 6 Ia mengambil sebuah dari taruk-taruk tanah itu dan menanamnya di ladang yang sudah sedia ditaburi; ia menempatkannya dekat air yang berlimpah-limpah seperti pohon gandarusa 6sehingga ia tumbuh dan menjadi pohon anggur yang rimbun, yang tumbuhnya rendah dan cabang-cabangnya melengkung menuju burung itu dan akar-akarnya tetap di bawahnya. Demikianlah ia menjadi pohon anggur dan mengeluarkan tunas-tunas dan memancarkan taruk-taruk.
Yeremia 24:4-7 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya, 5″Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Sama seperti buah ara yang baik ini, demikianlah Aku akan memperhatikan untuk kebaikannya orang-orang Yehuda yang Kubawa dari tempat ini ke dalam pembuangan, ke negeri orang-orang Kasdim. 6Maka Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kebaikan mereka, dan Aku akan membawa mereka kembali ke negeri ini. Aku akan membangun mereka, bukan meruntuhkannya; Aku akan menanam, bukan mencabutnya. 7Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.
“Waktu semakin dekat ketika Yerusalem akan dihancurkan sepenuhnya dan penduduk negeri itu akan dibawa sebagai tawanan ke Babel, untuk mempelajari Pelajaran yang sebelumnya mereka tolak untuk pelajari dalam keadaan yang lebih menguntungkan.” —Prophets and Kings, hlm. 405.
4. Perubahan apakah yang terjadi?
Yehezkiel 17:7-10, 15 Dalam pada itu ada juga burung rajawali besar yang lain dengan sayapnya yang besar dan bulu yang lebat. Dan sungguh, pohon anggur ini mengarahkan akar-akarnya ke burung itu dan cabang-cabangnya dijulurkannya kepadanya, supaya burung itu mengairi dia lebih baik dari bedeng di mana ia ditanam. 8Namun ia ditanam di ladang yang baik, dekat air yang berlimpah-limpah, supaya ia bercabang-cabang dan berbuah dan supaya menjadi pohon anggur yang bagus. 9Katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah itu akan berhasil? Apakah orang tidak akan mencabut akar-akarnya dan menyentakkan buahnya, sehingga semua ulamnya yang baru menjadi kering? Tidak usah tangan yang kuat dan banyak orang untuk mencabut dia dengan akar-akarnya. 10Lihat, ia memang ditanam, tetapi apakah ia akan memberi hasil? Apakah ia tidak akan layu kering kalau ditimpa angin timur? Ia akan layu kering di bedeng tempat tumbuhnya itu…. 15Tetapi orang itu memberontak kepadanya dengan menyuruh utusannya ke Mesir, supaya ia diberi kuda dan tentara yang besar. Apakah ia akan berhasil? Apakah orang yang berbuat demikian dapat luput? Apakah orang yang mengingkari perjanjian dapat luput?
“Masa-masa perubahan itu, yang penuh dengan bahaya bagi bangsa Israel, ditandai dengan banyak pekabaran dari Surga melalui Yeremia. Demikianlah Allah memberi anak-anak Yehuda kesempatan yang cukup untuk membebaskan diri dari persekutuan yang mengikat dengan Mesir, dan untuk menghindari perselisihan dengan penguasa Babel. Ketika bahaya yang mengancam semakin mendekat, Dia mengajar umat itu melalui serangkaian perumpamaan yang disampaikan dalam ilustrasi, dengan harapan dapat membangkitkan kesadaran mereka akan kewajiban mereka kepada Allah, dan juga untuk mendorong mereka menjaga hubungan baik dengan pemerintah Babel.” —Prophets and Kings, hlm. 423.
5. Bagaimanakah Allah menggambarkan kayu pohon anggur?
Yehezkiel 15:1-5 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 2″Hai anak manusia, apakah kelebihan kayu anggur dari semua kayu yang buahnya seperti anggur yang tumbuh di antara kayu-kayu di hutan? 3Apakah orang mengambil kayunya untuk membuat sesuatu dari padanya ataukah membuat gantungan dari padanya untuk menggantungkan segala macam perkakas padanya? 4Sungguh, kayu itu dilemparkan ke dalam api untuk dibakar; kedua ujungnya habis dimakan api dan tengah-tengahnya sedang menyala, bergunakah lagi itu untuk membuat sesuatu? 5Lihat, sedangkan waktu ia masih utuh, tidak dipakai untuk sesuatu, apalagi sesudah dimakan api dan terbakar; apakah masih dapat lagi dipakai untuk sesuatu?
Mazmur 8:5, 6; 103:14 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? 6Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat…. 103:14Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
“Untuk setiap jenis godaan ada obatnya. Kita tidak dibiarkan sendirian melawan diri sendiri dan sifat berdosa kita dengan kekuatan kita yang terbatas. Yesus adalah penolong yang perkasa, penopang yang tak pernah gagal…. Pikiran harus dikendalikan, dan tidak dibiarkan mengembara. Pikiran harus dilatih untuk merenungkan Kitab Suci, dan tema-tema yang mulia dan luhur. Bagian-bagian Kitab Suci, bahkan seluruh bab, dapat dihafal, untuk diulang ketika Setan datang dengan godaannya…. Ketika Setan ingin menuntun pikiran untuk merenungkan hal-hal duniawi dan sensual, ia paling efektif dilawan dengan ‘ada tertulis.’” —Review and Herald, April 8, 1884.
6. Apakah yang dilambangkan oleh deskripsi tersebut?
Yehezkiel 15:6 Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Seperti kayu anggur di antara kayu-kayu di hutan, yang Kulemparkan ke dalam api untuk dibakar, begitulah Aku lakukan terhadap penduduk Yerusalem.
Matius 13:30 Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.
“Perumpamaan tentang gandum dan lalang menunjukkan misteri kekuatan ilahi dan setan yang sedang berhadapan dalam pertentangan langsung, dalam konflik yang menentukan. Konflik ini berlanjut hingga akhir sejarah bumi ini. Benih yang tidak dapat binasa adalah Firman Allah yang hidup, yang bekerja dalam pengudusan pribadi para penerimanya, mengangkat mereka dengan membawa mereka ke dalam keikut-sertaan dalam sifat ilahi.” —Christ Triumphant, hlm. 236.
7. Apakah inti utama dari iman dan keberhasilan?
Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
“Hubungan antara ranting dan pokok anggur, kata-Nya, melambangkan hubungan yang harus engkau pertahankan dengan-Ku. Tunas dicangkokkan ke dalam pokok anggur yang hidup, dan serat demi serat, urat demi urat, bertumbuhlah ia menjadi batang pokok anggur. Kehidupan pokok anggur menjadi kehidupan ranting. Demikian pula jiwa yang mati dalam pelanggaran dan dosa menerima hidup melalui hubungan dengan Kristus.Persatuan itu terbentuk melalui iman kepada-Nya sebagai Juruselamat pribadi. Orang berdosa menyatukan kelemahannya dengan kekuatan Kristus, kekosongannya dengan kepenuhan Kristus, kerapuhannya dengan kekuatan Kristus yang kekal. Kemudian ia pun memiliki pikiran Kristus. Kemanusiaan Kristus telah menyentuh kemanusiaan kita, dan kemanusiaan kita telah menyentuh keilahian-Nya. Demikianlah melalui perantaraan Roh Kudus, manusia menjadi bagian dari kodrat ilahi. Ia diterima di dalam Yang Terkasih. Persatuan dengan Kristus ini, setelah terbentuk, harus-lah dipelihara.” —The Desire of Ages, hlm. 675.
UNTUK PELAJARAN TAMBAHAN
“Pena ilham-Nya, yang setia pada tugasnya, menceritakan kepada kita tentang dosa-dosa yang menimpa Nuh, Lot, Musa, Abraham, Daud, dan Salomo, dan bahwa bahkan semangat roh Elia yang kuat pun goyah di bawah pencobaan yang dahsyat. Ketidaktaatan Yunus dan penyembahan berhala Israel juga dicatat dengan setia. Penyangkalan Petrus terhadap Kristus, perselisihan tajam antara Paulus dan Barnabas, kegagalan dan kelemahan para nabi dan rasul, semuanya diungkapkan oleh Roh Kudus, yang menyingkapkan tabir dari hati manusia. Di hadapan kita terbentang kehidupan orang-orang percaya, dengan segala kesalahan dan kebodohan mereka. Jika mereka tanpa kelemahan, mereka akan lebih dari manusia, dan sifat berdosa kita akan putus asa untuk mencapai titik keunggulan seperti itu. Tetapi melihat dimana mereka berjuang dan jatuh, dimana mereka mendapatkan kembali semangat dan menang melalui kasih karunia Allah, kita didorong, dan dipimpin untuk mengatasi rintangan yang diletakkan oleh sifat manusia yang merosot di jalan kita.” -Testimonies for the Church, vol. 4, hlm. 12.
***
LAPORAN MISIONARIS DARI DAERAH KERAJAAN ESWATINI
Untuk dibacakan pada Sabat 21 Februari 2026
Salam persaudaraan dari Kerajaan Eswatini yang kecil dan indah, Swiss-nya Afrika.
“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.” Keluaran 25:8.
Kerajaan Eswatini, yang juga dikenal dengan nama resminya sebelumnya, Kerajaan Swaziland, adalah negara yang terkurung daratan di Afrika Selatan. Negara ini berbatasan dengan Mozambik di timur laut dan Afrika Selatan di utara, barat, selatan, dan tenggara. Dengan panjang tidak lebih dari 200 kilometer (120 mil) dari utara ke selatan dan 130 kilometer (81 mil) dari timur ke barat, Eswatini adalah salah satu negara terkecil di Afrika; meskipun demikian, iklim dan topografinya beragam, mulai dari dataran tinggi pegunungan yang sejuk hingga padang rumput rendah yang panas dan kering.
Populasinya adalah 1.242.822 (pada tahun 2024), terutama etnis Swazi. Ada juga imigran dari negara-negara Afrika lainnya dan Asia. Sembilan puluh persen penduduknya beragama Kristen, dengan 20 persen diantaranya beragama Katolik. Dua persen penduduknya beragama Islam, dan sisanya menganut agama lain. Bahasa yang umum digunakan adalah Swazi (Siswati dalam bentuk aslinya). Kerajaan Swazi didirikan pada pertengahan abad ke-18 di bawah kepemimpinan Ngwane III. Negara dan suku Swazi mengambil nama dari Mswati II, raja abad ke-19 yang di bawah pemerintahannya negara ini diperluas dan disatukan; batas-batasnya ditetapkan pada tahun 1881 di tengah Perebutan Afrika. Setelah Perang Boer Kedua, Kerajaan, dengan nama Swaziland, merupakan wilayah komisi tinggi Inggris dari tahun 1903 hingga memperoleh kembali kemerdekaannya pada tanggal 6 September 1968. Oleh karena itu, bahasa Inggris adalah bahasa resmi. Pada April 2018, nama resmi diubah dari Kerajaan Swaziland menjadi Kerajaan Eswatini, mencerminkan nama yang umum digunakan dalam bahasa Swazi.
Pekabaran Advent dikatakan telah mencapai negara itu sekitar tahun 1924. Namun, pekabaran Pembaharuan datang pada awal tahun 1960-an, ketika Eswatini menjadi bagian dari Konferensi Uni Transvaal, yang terdiri dari Afrika Selatan, Zimbabwe (saat itu Rhodesia), Zambia, dan Tanzania. Para misionaris pertama yang bekerja di Eswatini yakni Pendeta Sigmund Gutknecht, Simon Schmidt, dan lainnya. Pekerjaan itu berkembang; dan pada tahun 1994 Eswatini diorganisir sebagai Daerah di bawah Uni Afrika Selatan, hingga menjadi ladang misi di bawah GC sekitar tahun 2006. Keanggotaan saat ini di Eswatini adalah 150 anggota, sebagian besar adalah kaum muda. Ada gereja di masing-masing dari empat wilayah yang ada, tetapi Manzini memiliki anggota terbanyak.
Dengan sumber daya yang terbatas, para anggota membangun sebuah gedung gereja di Manzini. Namun, ada kebutuhan untuk membangun Kantor Pusat, termasuk rumah misi untuk pendeta, kantor Daerah, ruangan untuk beberapa proyek usaha kecil, dan pusat kesehatan mini. Tantangan terbesar adalah sebagian besar jemaat adalah pemuda pengangguran; sangat sedikit anggota yang bekerja. Pendapatan yang sedikit hampir tidak cukup untuk mendukung para pekerja dan kegiatan misionaris. Meskipun kecil, Daerah ini telah mandiri. Oleh karena itu, kami memohon kepada umat Tuhan di seluruh dunia untuk membantu kami mewujudkan impian kami membangun Kantor Pusat Daerah untuk menjadi terang bagi pekerjaan di Eswatini dan dunia melalui orang-orang yang datang dan mengunjungi Kerajaan kecil ini.
“Kebutuhan akan rumah pertemuan tempat berkumpulnya jemaat yang baru terbentuk telah tergambar jelas di hadapan saya. Saya melihat para pekerja membangun rumah-rumah ibadah yang sederhana. Mereka yang baru menerima iman membantu dengan tangan yang rela, dan mereka yang memiliki kemampuan membantu dengan kemampuan mereka. Di ruang basement (bawah tanah) gereja, di atas tanah, sebuah ruang sekolah disiapkan untuk anak-anak, dan seorang guru dikirim ke sana untuk mengajar.
“Jumlah murid di sekolah itu tidak banyak, tetapi itu adalah permulaan yang membahagiakan. Saya mendengar nyanyian anak-anak dan orang tua: ‘Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.’ ‘Haleluya! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.’ Mazmur 127:1; 146:1, 2.” —Gospel Workers, hlm. 435.
Semoga Tuhan memberkati pemberianmu dengan limpah sehingga melalui pengorbananmu kita dapat menyebarkan Injil selagi pintu masih terbuka dan mempercepat hari sukacita kedatangan Tuhan dan Juruselamat kita untuk membawa kita pulang. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” Filipi 4:7.
—Pimpinan Daerah Kerajaan Eswatini