Pelajaran Sekolah Sabat 28 Februari 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 9, Sabat 28 Februari 2026

Persembahan Sekolah Sabat Istimewa untuk DAERAH KERAJAAN ESWATINI

Kiranya Tuhan melipatgandakan pemberianmu yang murah hati!

ANGGUR LIAR

… Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Yesaya 5:4 bagian akhir.

“Dengan penuh kasih sayang Ia memelihara dan menyayangi kebun anggur itu, agar menghasilkan buah-buah kebenaran. Firman-Nya adalah: ‘Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya?’ (Yesaya 5:4, bagian awal). Namun, pokok anggur yang ditanam Allah ini malah condong ke bumi dan melilitkan sulurnya pada penyangga manusia. Cabang-cabangnya menjalar jauh dan luas, tetapi menghasilkan buah dari pokok anggur yang merosot mutunya.” —Testimonies for the Church, vol. 5, hlm. 240.

MINGGU
1 . Pepatah apakah yang dulu dan sekarang tidak dapat diterima oleh Tuhan?

Yehezkiel 18:1-4 Maka datanglah firman TUHAN kepadaku, 2“Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah (anggur yang asam) dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? 3Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel. 4Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.

Ulangan 24:16 Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri.

“Banyak orang yang mengajarkan bahwa hukum Allah tidak mengikat manusia, berpendapat bahwa mustahil bagi manusia untuk menaati perintah-perintah hukum-Nya. Tetapi jika ini memang benar, mengapa Adam harus menanggung hukuman atas pelanggarannya? Dosa orang tua pertama kita mendatangkan rasa bersalah dan kesedihan atas dunia, dan seandainya bukan karena kebaikan dan belas kasihan Allah, maka akan menjerumuskan umat manusia ke dalam keputusasaan yang tak ada harapan. Janganlah ada yang menipu diri sendiri. ‘Upah dosa adalah maut’ Roma 6:23. Hukum Allah tidak dapat dilanggar tanpa hukuman yang diakibatkannya, sama seperti ketika hukuman dijatuhkan kepada bapa umat manusia dahulu.” —Patriarchs and Prophets, hlm. 61.

SENIN
2. Bagaimanakah Tuhan menjelaskan kepada umat-Nya prinsip pertanggungjawaban pribadi dan keselamatan?

 Yehezkiel 18:20 Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.

“Memang tidak dapat dihindari bahwa anak-anak akan menderita akibat kesalahan orang tua, tetapi mereka tidak dihukum karena kesalahan orang tua, kecuali jika mereka turut serta dalam dosa-dosa tersebut. Namun, biasanya anak-anak cenderung mengikuti jejak orang tua mereka. Melalui warisan dan teladan, anak-anak biasanya menjadi turut serta dalam dosa orang tua mereka. Kecenderungan yang salah, nafsu yang menyimpang, dan moral yang merosot, serta penyakit fisik dan kemerosotan moral, diwariskan dari ayah kepada anak laki-laki, hingga generasi ketiga dan keempat. Kebenaran yang ngeri ini seharusnya memiliki kekuatan yang dahsyat untuk mencegah manusia mengikuti jalan dosa.” —Patriarchs and Prophets, hlm. 306.

SELASA

3. Penjelasan apakah yang diberikan mengenai hal ini, berdasarkan pada tiga generasi?

 Yehezkiel 18:5, 10, 14 Kalau seseorang adalah orang benar dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, … 10Tetapi kalau ia melahirkan seorang anak yang menjadi perampok, dan yang suka menumpahkan darah atau melakukan salah satu dari hal-hal itu, … 14Sesungguhnya, kalau ia melahirkan seorang anak dan anak ini melihat segala dosa yang dilakukan ayahnya, tetapi menginsafi hal itu, sehingga tidak melakukan seperti itu, …

“Banyak orang menderita akibat pelanggaran orang tua mereka. Mereka tidak dapat disalahkan atas dosa orang tua mereka; tetapi tetap menjadi kewajiban mereka untuk memastikan di mana orang tua mereka melanggar hukum kehidupan mereka, yang telah mewariskan warisan yang begitu menyedihkan kepada keturunan mereka; dan di mana kebiasaan orang tua mereka salah, mereka harus mengubah jalan hidup mereka, dan menempatkan diri mereka pada kebiasaan yang benar….” —Counsels on Health, hlm. 37.

RABU
4. Penjelasan lebih lanjut apakah yang diberikan?

 Yehezkiel 18:21-24 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 22Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. 23Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? 24Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik–apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.

“Saat kitab catatan dibuka dalam penghakiman, kehidupan semua orang yang telah percaya kepada Yesus diperiksa kembali di hadapan Allah. Dimulai dari mereka yang pertama kali hidup di bumi, Pembela kita kemudian menyajikan kasus setiap generasi berikutnya, dan diakhiri dengan orang-orang yang masih hidup. Setiap nama disebutkan, setiap kasus diselidiki dengan saksama. Ada nama-nama yang diterima, ada nama-nama yang ditolak. Jika ada yang masih memiliki dosa dalam kitab catatan itu, yang tidak dipertobatkan dan tidak diampuni, maka nama mereka akan dihapus dari kitab kehidupan, dan catatan perbuatan baik mereka akan dihapus dari kitab kenang-kenangan Allah. Allah telah menyatakan kepada Musa: ‘Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.’ Keluaran 32:33. Dan nabi Yehezkiel berkata: ‘Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan (berbuat jahat),… Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi.’ Yehezkiel 18:24.” —Christ in His Sanctuary, hlm. 119.

KAMIS
5 . Bagaimana Tuhan menangani masalah keadilan dalam hubungan-Nya dengan umat-Nya?

 Yehezkiel 18:25-29 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? 26Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. 27Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. 28Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 29Tetapi kaum Israel berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, hai kaum Israel, ataukah tindakanmu yang tidak tepat?

“Semua orang yang benar-benar bertobat dari dosa, dan dengan iman mengakui darah Kristus sebagai korban penebusan mereka, berarti namanya telah diampuni dalam kitab surga; karena mereka telah menjadi bagian dari kebenaran Kristus, dan tabiat mereka ditemukan selaras dengan hukum Allah, dosa-dosa mereka akan dihapuskan, dan mereka sendiri akan dianggap layak untuk hidup kekal. Allah telah menyatakan, melalui nabi Yesaya: ‘Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.’ Yesaya 43:25.” —Christ in His Sanctuary, hlm. 119.

JUMAT
6. Undangan apakah yang Allah berikan?

Yehezkiel 18:30-32 Oleh karena itu Aku akan menghukum kamu masing-masing menurut tindakannya, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. 31Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? 32Sebab Aku tidak berkenan kepada kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!

“Jika engkau telah terasing dan gagal menjadi orang Kristen yang berpegang pada Alkitab, bertobatlah; karena tabiat yang engkau miliki selama masa percobaan akan menjadi tabiat yang akan engkau miliki pada kedatangan Kristus. Jika engkau ingin menjadi orang kudus di surga, maka engkau harus terlebih dahulu menjadi orang kudus di bumi. Sifat-sifat tabiat yang engkau biasakan ataupun sukai dalam hidup tidak akan diubah oleh kematian atau oleh kebangkitan. Engkau akan dibangkitkan dari kubur dengan watak yang sama yang engkau tunjukkan di rumah dan di masyarakat. Yesus tidak mengubahkan tabiat pada kedatangan-Nya. Pekerjaan perubahan ini harus dilakukan sekarang. Kehidupan kita sehari-hari menentukan takdir kita.” —The Adventist Home, hlm. 16.

SABAT
7 . Seberapa besarkah kasih sayang Allah untuk mengampuni?

Mazmur 86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.

1 Yohanes 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

“‘Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakan-Nya Anak-Nya yang tunggal.’ (Yohanes 3:16). Ia memberikan-Nya bukan hanya untuk hidup di antara manusia, menanggung dosa-dosa mereka, dan mati sebagai kurban mereka. Ia memberikan-Nya kepada umat manusia yang jatuh. Kristus harus mengidentifikasi diri-Nya dengan kepentingan dan kebutuhan umat manusia. Dia yang satu dengan Allah telah mengikat diri-Nya dengan anak-anak manusia dengan ikatan yang tidak akan pernah putus. Yesus ‘tidak malu menyebut mereka saudara’ (Ibrani 2:11); Ia adalah Kurban kita, Pembela kita, Saudara kita, yang menanggung wujud manusia kita di hadapan takhta Bapa, dan sepanjang zaman menjadi satu dengan umat manusia yang telah ditebus-Nya—Anak Manusia. Dan semua ini agar manusia dapat diangkat dari kehancuran dan kehinaan dosa sehingga ia dapat mencerminkan kasih Allah dan berbagi sukacita kekudusan.” —Steps to Christ, hlm. 14.

UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Kasih seperti itu adalah tiada bandingnya. Anak-anak Raja Surgawi! Betapa janji yang berharga! Sebagai tema untuk perenungan yang paling mendalam! Kasih Allah yang tiada taranya bagi dunia yang tidak mengasihi-Nya! Pikiran ini memiliki kekuatan yang menaklukkan jiwa dan membawa pikiran ke dalam tawanan kehendak Allah. Semakin kita mempelajari tabiat ilahi dalam terang salib, maka semakin kita melihat belas kasihan, kelemahlembutan, dan pengampunan yang bercampur dengan keadilan dan kesetaraan, dan semakin jelas kita melihat bukti-bukti yang tak terhitung jumlahnya tentang kasih yang tak terbatas dan rasa iba yang lembut yang melampaui simpati seorang ibu yang merindukan anaknya yang nakal.”—Steps to Christ, hlm. 15.

***