TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 11, Sabat 14 Maret 2026
LEMBAH DUNIA
Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–.” Efesus 2:4-5.
“‘Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.’ ‘Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia.’ Titus 2:11; 1 Timotius 2:3-6. Roh Allah diberikan secara cuma-cuma untuk memungkinkan setiap orang memperoleh sarana keselamatan. Demikianlah Kristus, yang adalah ‘terang yang sesungguhnya,’ ‘yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.’ Yohanes 1:9. Manusia gagal memperoleh keselamatan karena penolakan mereka sendiri yang secara sengaja terhadap karunia kehidupan.” —The Great Controversy, hlm. 261.
| MINGGU |
1. Apakah yang ditunjukkan kepada nabi Yehezkiel?
Yehezkiel 37:1-3 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang, 2Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering. 3Lalu Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?” Aku menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!”
Efesus 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
“Oleh dosa kita telah terputus dari hidup Allah. Jiwa kita telah lumpuh. Dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak lebih mampu menjalani hidup kudus daripada orang lumpuh yang tidak mampu berjalan. Banyak yang menyadari ketidakberdayaan mereka; mereka merindukan kehidupan rohani yang akan membawa mereka selaras dengan Allah, dan sedang berusaha untuk mendapatkannya. Tetapi sia-sia. Dalam keputusasaan mereka berseru, ‘Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?’ Roma 7:24. Biarlah orang-orang yang putus asa dan yang sedang berjuang mau menengadah, memandang ke atas. Sang Juruselamat membungkuk di atas penebusan darah-Nya, sedang berkata dengan kelemahlembutan dan belas kasihan yang tak terkatakan, ‘Maukah engkau disembuhkan?’ (Yohanes 5:6). Ia pun memerintahkanmu untuk bangkit dalam kesehatan dan kedamaian. Jangan menunggu untuk merasa bahwa engkau telah disembuhkan. Percayalah pada firman Juruselamat. Letakkanlah kehendakmu di pihak Kristus. Berkehendaklah untuk melayani Dia, dan dengan bertindak berdasarkan firman-Nya maka engkau akan menerima kekuatan. Apa pun perbuatan jahatnya, bahkan nafsu yang menguasai oleh karena kebiasaan pemuasannya yang telah berkepanjangan yang mengikat jiwa dan raga, Kristus mampu dan ingin membebaskannya. Dia akan memberikan hidup kepada jiwa…” —Lift Him Up, hlm. 87.
| SENIN |
2. Apakah perintah pertama yang diberikan Allah kepadanya?
Yehezkiel 37:4, 7, 8 Lalu firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN! … 7Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. 8Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
Roma 10:17, 18 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 18Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”
“Jiwa, yang mati dalam pelanggaran dan dosa, harus mengalami proses serupa agar dapat diperdamaikan dengan Allah dan menjadi bagian dari kehidupan dan sukacita Kristus…. Orang berdosa mengambil bagian dalam kodrat ilahi ketika terhubung dengan Kristus. Manusia yang terbatas dipersatukan dengan Allah yang tak terbatas. Ketika dipersatukan demikian, firman Kristus pun tinggal di dalam kita, dan kita tidak digerakkan oleh perasaan yang tidak menentu, melainkan oleh prinsip yang hidup dan kekal. Firman Kristus harus direnung-renungkan, dihargai, dan diabadikan dalam hati.” —Testimonies for the Church, vol. 4, hlm. 354.
| SELASA |
3. Apakah perintah-Nya yang kedua?
Yehezkiel 37:9, 10 Maka firman-Nya kepadaku: “Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia, dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin, dan berembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali.” 10Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.
1 Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
“Orang yang paling mengasihi Kristus akan melakukan kebaikan yang paling besar. Tidak ada batasan bagi kebermanfaatan seseorang yang, dengan mengesampingkan diri sendiri, mau memberi ruang bagi karya Roh Kudus di dalam hatinya, dan mau menjalani hidup yang sepenuhnya dikuduskan kepada Allah. Jika manusia mau menanggung disiplin yang diperlukan, tanpa mengeluh atau putus asa di tengah jalan, maka Allah akan mengajari mereka, jam demi jam, dan hari demi hari. Ia rindu untuk menyatakan kasih karunia-Nya.” —The Desire of Ages, hlm. 250.
| RABU |
4. Perintah ketiga apakah yang diberikan kepada nabi?
Yehezkiel 37:11-14 Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang. 12Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. 13Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. 14Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.”
Roma 6:4, 5 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. 5Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.
“Sungguh rohani tabiat karya Allah dalam hati manusia yang menerimanya sehingga menjadikan setiap orang yang demikian ini menjadi ciptaan baru tanpa menghancurkan atau melemahkan kemampuan apa pun yang telah Allah berikan sebelumnya kepada manusia. Itu justru memurnikan setiap sifat yang sesuai untuk dapat dihubungkan dengan kodrat ilahi. Apa yang lahir dari Roh adalah Roh, dan ketika manusia dilahirkan dari pada-Nya, maka kedamaian surgawi akan memenuhi jiwa.” —Manuscript 1, 1897.
| KAMIS |
5. Apakah yang akan menjadi hasilnya?
Yehezkiel 37:21, 22 katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. 22Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan.
1 Korintus 1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
“Di bawah bimbingan Kristus, para murid telah dituntun untuk merasakan kebutuhan mereka akan Roh. Di bawah pengajaran Roh, mereka menerima pengajaran terakhir, dan menerapkannya dalam karya hidup mereka. Mereka tidak lagi bodoh dan tidak beradab. Mereka tidak lagi merupakan kumpulan unit-unit independen atau unsur-unsur yang tidak selaras dan saling bertentangan. Harapan mereka tidak lagi tertuju pada kebesaran duniawi. Mereka menjadi ‘sehati,’ ‘sehati dan sejiwa.’ Kisah 2:46; 4:32. Kristus memenuhi pikiran mereka; kemajuan kerajaan-Nya adalah tujuan mereka. Dalam pikiran dan tabiat mereka telah menjadi seperti Guru mereka, dan orang-orang ‘mengenal mereka sebagai pengikut Yesus.’ Kisah 4:13.” —The Acts of the Apostles, hlm. 45.
| JUMAT |
6. Apa lagi yang akan terjadi?
Yehezkiel 37:23, 24 Mereka tidak lagi menajiskan dirinya dengan berhala-berhalanya atau dewa-dewa mereka yang menjijikkan atau dengan semua pelanggaran mereka. Tetapi Aku akan melepaskan mereka dari segala penyelewengan mereka, dengan mana mereka berbuat dosa, dan mentahirkan mereka, sehingga mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahnya. 24Maka hamba-Ku Daud akan menjadi rajanya, dan mereka semuanya akan mempunyai satu gembala. Mereka akan hidup menurut peraturan-peraturan-Ku dan melakukan ketetapan-ketetapan-Ku dengan setia.
Mazmur 23:1-3 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 2Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang. 3Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
“Sebagaimana melalui Yesus kita memasuki tempat perhentian, maka surga itu sesungguhnya dimulai di sini. Bilamana kita menanggapi undangan-Nya, “Marilah kepada-Ku, belajarlah pada-Ku,” dan dengan demikian kita memulai hidup kekal. Surga adalah pendekatan tanpa henti kepada Allah melalui Kristus. Semakin lama kita berada di surga kebahagiaan itu, maka semakin banyak kemuliaan yang akan terbukakan bagi kita; dan semakin kita mengenal Allah, semakin besar juga kebahagiaan kita. Saat kita berjalan bersama Yesus dalam hidup ini, kita dapat dipenuhi dengan kasih-Nya, dan dipuaskan dengan hadirat-Nya. Semua yang dapat ditanggung oleh kodrat manusia, memang dapat kita terima di sini. Tetapi apa artinya semua ini bila dibandingkan dengan kehidupan kekal? Di sana ‘mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.’ (Wahyu 7:15-17)” —The Desire of Ages, hlm. 331.
| SABAT |
7. Seberapa mulianyakah akhir yang demikian itu?
Yehezkiel 37:25-28 Mereka akan tinggal di tanah yang Kuberikan kepada hamba-Ku Yakub, di mana nenek moyang mereka tinggal, ya, mereka, anak-anak mereka maupun cucu cicit mereka akan tinggal di sana untuk selama-lamanya dan hamba-Ku Daud menjadi raja mereka untuk selama-lamanya. 26Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka, dan itu akan menjadi perjanjian yang kekal dengan mereka. Aku akan memberkati mereka dan membuat mereka banyak dan memberikan tempat kudus-Ku di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya. 27Tempat kediaman-Kupun akan ada pada mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 28Maka bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, menguduskan Israel, pada waktu tempat kudus-Ku berada di tengah-tengah mereka untuk selama-lamanya.
Wahyu 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
“Pelangi yang membentang di langit dengan lengkungan cahayanya adalah tanda dari ‘perjanjian yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup.’ Kejadian 9:16. Dan pelangi yang mengelilingi takhta yang di atas juga merupakan tanda bagi anak-anak Allah akan perjanjian damai-Nya. Sebagaimana pelangi di awan dihasilkan dari gabungan sinar matahari dan hujan, demikian pula pelangi di atas takhta Allah melambangkan gabungan dari belas kasihan dan keadilan-Nya. Kepada jiwa yang berdosa tetapi bertobat, Allah berkata, Hiduplah engkau; ‘tebusan telah Kuperoleh.’ (Ayub 33:24).” —Education, hlm. 115.
| UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Yesus harus ada dalam seluruh pekerjaan kita untuk mengubahkan tabiat kita. Kita harus menerima kebenaran sebagaimana adanya di dalam Yesus, dan akan menjadi betapa baiknya kita dengan satu sama lain, betapa sopannya kita, karena inilah karya Guru kita. Kita akan melihat cetakan berharga Yesus pada tabiat kita; dan ketika kita mempelajari Pelajaran berharga yang Dia berikan kepada kita, maka kita pun akan menjadi serupa seperti Yesus. ‘Marilah kepada-Ku,’ firman-Nya, ‘semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.’ [Matius 11:28, 29.].” —Manuscript 9, 1886.
***