Pelajaran Sekolah Sabat 21 Maret 2026

TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)

Pelajaran 12, Sabat 21 Maret 2026

TANDA YANG KEKAL

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” Kejadian 2:1-3.

“Hanya perintah keempat dari kesepuluh perintah hukum itu yang memuat meterai dari Pemberi Hukum Agung itu, yang adalah Pencipta langit dan bumi. Mereka yang menaati perintah ini mengambil nama-Nya, dan semua berkat yang menyertainya menjadi milik mereka.” —Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 350.

MINGGU

1 . Tanda istimewa apakah yang diberikan Allah kepada umat-Nya ketika Ia membawa mereka keluar dari Mesir?

Yehezkiel 20:10-12 Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir dan menuntun mereka ke padang gurun. 11Di sana Aku memberikan kepada mereka ketetapan-ketetapan-Ku dan memberitahukan peraturan-peraturan-Ku, dan manusia yang melakukannya, akan hidup. 12Hari-hari Sabat-Ku juga Kuberikan kepada mereka menjadi peringatan di antara Aku dan mereka, supaya mereka mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.

Keluaran 31:12, 13, 15-17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 13“Katakanlah kepada orang Israel, demikian: Akan tetapi hari-hari Sabat-Ku harus kamu pelihara, sebab itulah peringatan antara Aku dan kamu, turun-temurun, sehingga kamu mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang menguduskan kamu…. 15Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 16Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal. 17Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan (tanda) untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.”

“Ketika Allah membebaskan umat-Nya Israel dari Mesir dan mempercayakan hukum-Nya kepada mereka, Ia mengajarkan kepada mereka bahwa dengan memelihara hari Sabat mereka dibedakan dari penyembah berhala. Inilah yang membedakan antara mereka yang mengakui kedaulatan Allah dengan mereka yang menolak untuk menerima Dia sebagai Pencipta dan Raja mereka. ‘Ini adalah tanda antara Aku dan anak-anak Israel untuk selama-lamanya,’ firman Tuhan. ‘Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.’ Keluaran 31:17, 16.” —Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 349.

SENIN

2. Apakah hasilnya?

Yehezkiel 20:13 Tetapi kaum Israel memberontak terhadap Aku di padang gurun; mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan mereka menolak peraturan-peraturan-Ku, yang, kalau manusia melakukannya, ia akan hidup. Mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku dengan sangat. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka di padang gurun hendak membinasakan mereka.

Keluaran 16:4, 23, 24 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak…. 23Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.” 24Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.

“Melalui sebuah mukjizat, Tuhan melestarikan hukum Sabat selama empat puluh tahun pengembaraan di padang gurun.” —Manuscript 77, 1899.

SELASA

3 . Apakah yang dilakukan orang-orang bahkan semasih di padang gurun?

Yehezkiel 20:18-21 Maka Aku berkata kepada anak-anak mereka di padang gurun: Janganlah kamu hidup menurut ketetapan-ketetapan ayahmu dan janganlah berpegang pada peraturan-peraturan mereka dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala mereka. 19Akulah TUHAN, Allahmu: Hiduplah menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan lakukanlah peraturan-peraturan-Ku dengan setia, 20kuduskanlah hari-hari Sabat-Ku, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu. 21Tetapi anak-anak mereka memberontak terhadap Aku, mereka tidak hidup menurut ketetapan-ketetapan-Ku dan tidak melakukan peraturan-peraturan-Ku dengan setia, sedang manusia yang melakukannya, akan hidup; mereka juga melanggar kekudusan hari-hari Sabat-Ku. Maka Aku bermaksud mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di padang gurun.

Bilangan 15:32-36 Ketika orang Israel ada di padang gurun, didapati merekalah seorang yang mengumpulkan kayu api pada hari Sabat. 33Lalu orang-orang yang mendapati dia sedang mengumpulkan kayu api itu, menghadapkan dia kepada Musa dan Harun dan segenap umat itu. 34Orang itu dimasukkan dalam tahanan, oleh karena belum ditentukan apa yang harus dilakukan kepadanya. 35Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Orang itu pastilah dihukum mati; segenap umat Israel harus melontari dia dengan batu di luar tempat perkemahan.” 36Lalu segenap umat menggiring dia ke luar tempat perkemahan, kemudian dia dilontari dengan batu, sehingga ia mati, seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa.

“Pada hari Jumat, selesaikanlah persiapan untuk Sabat. Pastikan semua pakaian sudah siap dan semua masakan sudah selesai. Semirlah sepatu dan mandilah. Ini dapat dilakukan. Jika engkau mau menjadikannya sebagai suatu peraturan, maka engkau akan dapat melakukannya. Sabat tidak boleh digunakan untuk memperbaiki pakaian, memasak makanan, mencari kesenangan atau kepelesiran duniawi, atau pekerjaan duniawi lainnya. Sebelum matahari terbenam, singkirkanlah semua pekerjaan duniawi dan singkirkan semua dokumen duniawi. Para orang tua, jelaskanlah perbuatanmu dalam ini dan tujuannya, kepada anak-anakmu, dan ajarlah mereka untuk ikut serta dalam persiapanmu untuk dapat memelihara Sabat sesuai dengan perintah-Nya.” —Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 355.

RABU

4. Apakah yang terjadi setelah Israel memasuki tanah perjanjian?

Yehezkiel 20:30-32 Oleh sebab itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Apakah kamu menajiskan dirimu juga dengan cara hidup nenek moyangmu dan berzinah dengan mengikuti dewa-dewanya yang menjijikkan? 31Dalam membawa persembahan-persembahanmu, yaitu mempersembahkan anak-anakmu sebagai korban dalam api, kamu menajiskan dirimu dengan segala berhala-berhalamu sampai hari ini, apakah Aku masih mau kamu minta petunjuk dari pada-Ku, hai kaum Israel? Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak mau lagi kamu minta petunjuk dari pada-Ku. 32Dan apa yang timbul dalam hatimu sama sekali tidak akan terjadi, yaitu yang kamu katakan: Kami ingin seperti bangsa-bangsa lain, seperti segala kaum di negeri-negeri untuk berbakti kepada pohon dan batu.

Yesaya 56:2 Berbahagialah orang yang melakukannya, dan anak manusia yang berpegang kepadanya: yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang menahan diri dari setiap perbuatan jahat.

“Tidak ada satu pun hal yang di mata Surga dianggap sebagai pelanggaran terhadap Sabat suci yang boleh dibiarkan tidak diselesaikan, yakni tidak terucapkan atau tidak dilakukan, untuk malah diucapkan atau dilakukan pada hari Sabat. Tuhan tidak hanya menghendaki agar kita menahan diri dari pekerjaan fisik pada hari Sabat, tetapi juga agar pikiran kita didisiplinkan untuk hanya merenung-renungkan tema-tema yang suci. Perintah hukum keempat ini pada dasarnya dapat dilanggar hanya dengan membicarakan hal-hal duniawi atau terlibat dalam percakapan yang sia-sia dan sepele. Membicarakan apa pun atau segala sesuatu yang sembarang terlintas dalam pikiran berarti mengucapkan kata-kata kita sendiri. Setiap penyimpangan dari kebenaran membawa kita ke dalam perbudakan dan penghukuman.” —Testimonies for the Church, vol. 2, hlm. 702.

KAMIS

5. Apakah yang Allah firmankan akan terjadi selanjutnya?

Yehezkiel 20:34-38 Aku akan membawa kamu keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari negeri-negeri, di mana kamu berserak dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan amarah yang tercurah. 35dan Aku akan membawa kamu ke padang gurun bangsa-bangsa dan di sana Aku akan berperkara dengan kamu berhadapan muka. 36Seperti Aku berperkara dengan nenek moyangmu di padang gurun tanah Mesir, begitulah Aku akan berperkara dengan kamu, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 37Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu. 38Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Ibrani 10:16 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka.

“Hukum Allah adalah ungkapan dari hakikat-Nya sendiri; itu adalah perwujudan dari prinsip kasih yang agung, dan karenanya merupakan dasar pemerintahan-Nya di surga dan di bumi. Jika hati kita diperbarui dalam rupa Allah, jika kasih ilahi ditanamkan dalam jiwa, bukankah hukum Allah tentu akan dilaksanakan dalam kehidupan? Ketika prinsip kasih ditanamkan dalam hati, ketika manusia diperbarui menurut gambar Dia yang menciptakannya, maka janji perjanjian baru digenapi, ‘Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka, dan menuliskannya di dalam akal budi (pikiran) mereka.’ (Ibrani 10:16).” —Steps to Christ, hlm. 60.

JUMAT

6. Tanda apakah yang masih Allah pelihara bagi umat-Nya?

 Wahyu 7:4; 14:12 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel…. 14:12Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus.

“Bagi kita, sebagaimana halnya bagi Israel, hari Sabat telah diberikan ‘sebagai perjanjian kekal.’ (Keluaran 31:16). Bagi barangsiapa yang menghormati hari kudus-Nya, hari Sabat adalah tanda bahwa Allah mengakui mereka sebagai umat pilihan-Nya. Itu adalah janji bahwa Dia akan menggenapi perjanjian-Nya kepada mereka. Setiap jiwa yang menerima tanda pemerintahan Allah ini berarti menempatkan dirinya di bawah perjanjian ilahi yang kekal. Ia berarti sedang mengikatkan dirinya pada rantai emas ketaatan, yang mana setiap mata rantainya adalah mengandung janji.” —Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 350.

SABAT

7. Apakah yang akan tetap kekal selama-lamanya?

Yehezkiel 20:40 Sebab di atas gunung-Ku yang kudus, di atas gunung Israel yang tinggi, demikianlah firman Tuhan ALLAH, di sana di tanah itu segenap kaum Israel dalam keseluruhannya akan beribadah kepada-Ku. Di sana Aku akan berkenan kepadamu dan di sana Aku akan menuntut dari kamu persembahan-persembahan khususmu dan sajian-sajianmu yang terpilih, segala yang kamu kuduskan.

Yesaya 66:22, 23 Sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, demikianlah keturunanmu dan namamu akan tinggal tetap. 23Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN.

“Ketika akan ada ‘pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu (sejak dunia dijadikan)’ (Kisah 3:21), Sabat penciptaan, hari di mana Yesus beristirahat di dalam kubur Yusuf, akan tetap menjadi hari perhentian dan sukacita. Langit dan bumi akan bersatu dalam pujian, karena ‘Sabat berganti Sabat’ (Yesaya 66:23) bangsa-bangsa yang diselamatkan akan sujud dalam penyembahan yang penuh sukacita kepada Allah dan Anak Domba.” —The Desire of Ages, hlm. 769.

 UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN

Syarat untuk memperoleh hidup kekal sekarang ini adalah sama seperti sebelumnya—sama seperti di Firdaus sebelum kejatuhan orang tua pertama kita—yakni ketaatan yang sempurna kepada hukum Allah, yang adalah kebenaran yang sempurna. Jika hidup kekal diberikan dengan syarat apa pun yang kurang dari ini, maka kebahagiaan seluruh alam semesta akan terancam. Jalan akan terbuka bagi dosa, dengan segala kesengsaraan dan penderitaannya, untuk malah menjadi kekal.” —Steps to Christ, hlm. 62.

***