Pelajaran Sekolah Sabat 9 Maret 2024

TEMA SEMESTER: KISAH PARA RASUL

Pelajaran 10, Sabat 9 Maret 2024

Tidak Ada Hal Yang Kebetulan

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28.

“Betapa berhati-hati Tuhan dalam bekerja untuk mengalahkan prasangka terhadap orang-orang bukan Yahudi yang telah tertanam kuat dalam pikiran Petrus oleh sebab keseharian Yahudinya! Melalui penglihatan tentang kain bersegi empat dan isinya itu Dia berusaha untuk mengalihkan pikiran rasul dari prasangka ini dan mengajarkan padanya kebenaran yang penting bahwa di dalam surga tidak ada membeda-bedakan orang; baik orang Yahudi maupun bukan Yahudi adalah sama-sama mulia pada pemandangan Tuhan; bahwa melalui Kristus orang kafir boleh mengambil bagian dari berkat-berkat dan hak-hak Injil.” –The Acts of the Apostles, hal. 136.

PERWIRA DI KAISAREA

MINGGU

1. Apakah yang dicatat tentang seorang perwira di Kaisarea? Bagaimana Tuhan menunjukkan bahwa Dia mengenalnya?

Kisah 10:1, 2. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. 2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

“Kornelius adalah seorang perwira Roma. Ia seorang yang kaya raya, keturunan bangsawan, dan memiliki kedudukan yang dapat dipercaya dan dihormati. Seorang penyembah berhala oleh kelahiran, keseharian dan pendidikan, melalui hubungan dengan orang Yahudi ia mendapat pengetahuan akan Allah, dan ia menyembah Dia dengan benar, menunjukkan kesungguhan imannya oleh belas kasihan kepada orang miskin. Ia dikenal akan kemurahan hatinya, serta kehidupannya yang benar menjadikan namanya baik di antara orang-orang Yahudi maupun bukan Yahudi. Pengaruhnya menjadi berkat kepada semua orang dengan siapa ia berhubungan.

“Percaya kepada Allah sebagai Khalik surga dan dunia, Kornelius menyembah Dia, mengakui kekuasaan-Nya, dan mencari nasihat-Nya dalam segala urusan kehidupan. Ia setia kepada Allah baik dalam kehidupan di rumah tangganya dan dalam tugas-tugasnya yang resmi. Ia telah mendirikan mezbah Allah dalam rumah tangganya, karena ia tidak berani berusaha menjalankan rencana-rencananya atau memikul tanggung jawab tanpa pertolongan Allah.

“Meskipun Komelius percaya nubuatan-nubuatan dan menunggu akan kedatangan Mesias, ia tidak mempunyai pengetahuan akan Injil yang dinyatakan dalam kehidupan dan kematian Kristus. Ia bukan seorang anggota jemaat Yahudi dan akan dipandang oleh rabi-rabi sebagai orang kafir dan najis. Tetapi Penjaga Yang Suci yang sama yang pernah berkata tentang Abraham, ‘Aku mengenalnya,’ (Kejadian 18:19 KJV), adalah mengenal Komelius juga, dan mengirim suatu pekabaran langsung dari surga kepadanya.” –The Acts of the Apostles, hal. 132, 133.

SENIN

2. Dengan cara bagaimanakah Kornelius dipanggil? Petunjuk khusus apakah yang diberikan kepadanya?                             

Kisah 10:3-6. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: “Kornelius!” 4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau. 5 Dan sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang yang bernama Simon dan yang disebut Petrus. 6 Ia menumpang di rumah seorang penyamak kulit yang bernama Simon, yang tinggal di tepi laut.”

“Ketegasan dari petunjuk ini, dengan disebutkannya pekerjaan orang dengan siapa Petrus sedang tinggal, menunjukkan bahwa Surga mengenal baik akan sejarah dan pekerjaan manusia dalam setiap tempat kehidupan. Allah mengetahui akan pengalaman dan pekerjaan pekerja yang hina, demikian juga dengan raja di atas takhtanya.” –The Acts of the Apostles, hal. 133.

SELASA                                                                

3. Penglihatan apakah yang Petrus alami ketika dia sedang menunggu makanannya untuk disajikan? Apakah tujuan dari penglihatan ini?

Kisah 10:9-13. Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa. 10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi. 11 Tampak olehnya langit terbuka dan turunlah suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. 12 Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: “Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!”

“Malaikat itu, setelah berbicara dengan Kornelius, pergi kepada Petrus, di Yope. Pada waktu itu, Petrus sedang berdoa di rumah tempat dia menginap dan kita membaca bahwa ia ‘merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa Ilahi.’ Bukan hanya untuk makanan badani saja Petrus lapar. Sebagaimana dari atas rumah ia memandang kota Yope dan negeri-negeri sekitarnya, ia lapar untuk keselamatan orang-orang senegerinya. Ia mempunyai keinginan untuk menunjukkan kepada mereka dari Kitab Suci nubuatan mengenai penderitaan dan kematian Kristus.

“Dalam khayal Petrus melihat ‘langit terbuka dan turunlah suatu benda yang berbentuk kain lebar yang tergantung pada keempat sudutnya, yang diturunkan ke tanah. Di dalamnya terdapat pelbagai binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata, ‘Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!’ Tetapi Petrus menjawab, ‘Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir.’ Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya, ‘Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram.’ Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.’” –The Acts of the Apostles, hal. 135.

INJIL DIBERITAKAN SECARA AKTIF KEPADA ORANG-ORANG BUKAN YAHUDI

RABU

4. Dengan memberikan penglihatan kepada Petrus, apakah yang Tuhan ingin ajarkan kepada semua orang Kristen? Apakah yang setiap orang perlu pahami mengenai maksud-maksud-Nya dan hukum-Nya yang kudus?

Kisah 10:34, 35. Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. 35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

“Khayal itu membawa Petrus kepada teguran dan nasihat. Hal itu menyatakan kepadanya maksud Allah agar oleh kematian-Nya orang-orang kafir atau dari golongan bukan Yahudi juga boleh dijadikan sewaris dengan orang-orang Yahudi kepada berkat keselamatan. Sampai saat itu tak ada seorangpun dari murid-murid yang telah mengkhotbahkan Injil kepada orang-orang kafir. Pada pikiran mereka, bagian tengah dari dinding pemisah, yang sebenarnya telah dirobohkan oleh kematian Kristus, masih ada, dan pekerjaan mereka terbatas kepada orang-orang Yahudi saja, karena mereka telah memandang kepada orang-orang kafir sebagai orang-prang yang telah dikecualikan dari berkat Injil. Sekarang Tuhan tengah berusaha untuk mengajar Petrus taraf yang luas dari rencana Ilahi.” –The Acts of the Apostles, hal. 135.

KAMIS

5. Persamaan apakah yang terdapat antara pencurahan Roh Kudus bagi murid-murid di ruang atas, dengan apa yang terjadi di rumah Kornelius?

Kisah 2:4; 10:44, 46. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya… 10:44Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu… 46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.

“Tiba-tiba percakapan itu diselingi oleh turunnya Roh Kudus. ‘Ketika Petrus sedang berkata demikian, turun Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah.’

“‘Dan ketika aku mulai berbicara,’ katanya menceritakan pengalaman-nya, ‘turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia (Tuhan)?’” –The Acts of the Apostles, hal. 139, 141.

JUMAT

6. Tentang apakah Petrus harus meyakinkan orang-orang yang menemaninya ketika mengunjungi orang-orang bukan Yahudi di Kaisarea? Ketika mereka kembali ke Yerusalem, pertanyaan apa sajakah yang diajukan oleh orang-orang yang bersunat kepada Petrus?

Kisah 10:47; 11:3. “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” … 11:3Kata mereka: “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.”

“Ketika saudara-saudara di Yudea mendengar bahwa Petrus telah pergi ke rumah orang-orang kafir dan berkhotbah kepada mereka yang berkumpul disana, mereka pun terkejut dan merasa tersinggung. Mereka khawatir bahwa jalan semacam itu, yang menurut mereka kelihatan gegabah itu, akan mempunyai akibat yang bertentangan dengan ajarannya sendiri. Ketika mereka kemudian bertemu Petrus, mereka pun mengecam dia dengan kecaman yang keras, mengatakan, ‘Engkau telah ke rumah orang-orang yang tiada bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.’

“Petrus menjelaskan segala yang terjadi kepada mereka, la menceritakan pengalamannya mengenai khayal yang ia terima dan bahwa bagaimana hal itu menasihati dia untuk tidak lagi membeda-bedakan hukum tentang bersunat dan tidak bersunat, juga tidak lagi memandang kepada orang-orang kafir sebagai yang najis. la menceritakan kepada mereka tentang perintah yang telah diberikan kepadanya untuk pergi kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (yang mereka anggap orang kafir), tentang kedatangan jurukabar-jurukabar, tentang perjalanannya ke Kaisarea, dan tentang pertemuannya dengan Komelius. Ia menceritakan kembali isi percakapannya dengan perwira itu, Dimana ia telah menceritakan kepadanya tentang penglihatan yang diberikan kepadanya yang mana oleh penglihatan itu ia telah dituntun untuk mengirimnya kepada Petrus.” –The Acts of the Apostles, hal. 141.

SABAT

7. Apakah murid-murid di Yerusalem pada akhirnya menerima sikap Petrus terhadap orang-orang bukan Yahudi yang percaya di Kaisarea?

Kisah 11:18. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

“Petrus menjelaskan segala yang terjadi kepada mereka, la menceritakan pengalamannya mengenai khayal yang ia terima dan bahwa bagaimana hal itu menasihati dia untuk tidak lagi membeda-bedakan hukum tentang bersunat dan tidak bersunat, juga tidak lagi memandang kepada orang-orang kafir sebagai yang najis. la menceritakan kepada mereka tentang perintah yang telah diberikan kepadanya untuk pergi kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (yang mereka anggap orang kafir), tentang kedatangan jurukabar-jurukabar, tentang perjalanannya ke Kaisarea, dan tentang pertemuannya dengan Komelius. Ia menceritakan kembali isi percakapannya dengan perwira itu, Dimana ia telah menceritakan kepadanya tentang penglihatan yang diberikan kepadanya yang mana oleh penglihatan itu ia telah dituntun untuk mengirimnya kepada Petrus.

“Setelah mendengar laporan ini, saudara-saudaranya pun terdiam. Meyakini bahwa jalan Petrus adalah kegenapan yang langsung dari rencana Allah, dan bahwa prasangka dan sifat eksklusifisme mereka adalah benar-benar berlawanan sepenuhnya dengan roh Injil, mereka memuliakan Allah, dengan menyatakan ‘Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.’” –The Acts of the Apostles, hal. 141, 142.

Untuk Direnungkan
“Pada dewasa ini Allah sedang mencari jiwa-jiwa di antara orang-orang yang berkedudukan tinggi maupun yang rendah. Ada banyak yang seperti Komelius, orang yang Tuhan inginkan untuk terlibat pada pekerjaan-Nya di dunia ini. Simpati mereka adalah dengan umat Tuhan, tetapi ikatan yang menghubungkan mereka dengan dunia menahan mereka dengan kuatnya. Hal itu memerlukan keberanian akhlak bagi mereka untuk mengalihkan ke-dudukan mereka bagi Kristus. Usaha yang khusus harus diadakan untuk jiwa-jiwa ini, yang berada dalam bahaya yang begitu besar, oleh sebab tanggung jawab-tanggung jawab dan pergaulan-pergaulan mereka.” The Acts of the Apostles, hal. 139.

Leave a comment