Pelajaran Sekolah Sabat 11 Mei 2024

TEMA SEMESTER: KISAH PARA RASUL
Pelajaran 19, Sabat 11 Mei 2024

Efesus

“Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.” Kisah 19:1.

“Efesus, kota yang merupakan ibukota (Asia Kecil) ini, adalah pusat komersial yang besar. Pelabuhannya penuh sesak dengan pelayaran, dan jalan-jalannya dipenuhi orang-orang dari berbagai negara. Seperti Korintus, kota ini menyajikan ladang yang menjanjikan bagi upaya misionaris.”The Acts of the Apostles, hal. 281.

MINGGU

1. Pertanyaan apakah yang Paulus ajukan kepada orang-orang yang ditemuinya sekembalinya ke Efesus? Apakah jawaban mereka, dan pengalaman mendalam apakah yang mereka dapatkan?

Kisah 19:1-7. Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid. 2Katanya kepada mereka: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus.” 3Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” 4Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” 5Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 6Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. 7Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.

“Kemudian sang rasul memaparkan kepada mereka kebenaran-kebenaran besar yang menjadi dasar dan landasan pengharapan umat Kristen. Dia menceritakan kepada mereka tentang kehidupan Kristus semasa di bumi ini dan bagaimana kematian-Nya yang kejam dan dihinakan. Dia menceritakan kepada mereka bagaimana Tuhan yang empunya kehidupan itu telah mendobrak penghalang gerbang maut dan bangkit dengan kemenangan atas kematian. Dia mengulangi amanat yang diberikan Juruselamat kepada murid-murid-Nya: ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, ajarlah semua bangsa menjadi murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.’ Matius 28:18, 19 (KJV). Ia juga memberi tahu mereka tentang janji Kristus untuk mengutus Penghibur, yang mana melalui kuasanya akan menghasilkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat ajaib yang dahsyat, dan dia menggambarkan betapa mulianya janji ini telah digenapi pada Hari Pentakosta.

“Dengan menjunjung tinggi semangat kerendahan hati dan sifat mudah diajar, orang-orang ini memperoleh pengalaman yang memungkinkan mereka untuk bekerja sebagai pekerja ke ladang-ladang yang siap panen. Teladan mereka memberikan kepada umat Kristen suatu pelajaran yang sangat berharga. Ada banyak orang yang hanya mencapai sedikit kemajuan dalam kehidupan ilahi, karena mereka terlalu tinggi hati untuk mau menjadi seorang pelajar. Mereka puas dengan pengetahuan yang sebenarnya masih dangkal tentang firman Tuhan. Mereka tidak mau mengubah keyakinan atau cara hidup mereka dan karenanya, mereka pun tidak mau melakukan upaya untuk memperoleh terang yang lebih besar lagi.” –The Acts of the Apostles, hal. 282, 283.

PENYEMBAHAN BERHALA (KEMUSYRIKAN)
SENIN

2. Apakah motif di balik upaya anak-anak dari seorang imam Yahudi yang bernama Skewa ketika mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan setan? Selain mereka, bagaimana dengan Simon? Apakah yang ingin dia beli dengan sejumlah uang, seperti hal nya yang diinginkan anak-anak imam itu?

Kisah 19:14-16; 8:9-11, 18, 19. Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa. 15Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” 16Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka…. 8:9Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 10Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: “Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.” 11Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya…. 18Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 19serta berkata: “Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus.”

“Namun Dia yang menjadi sasaran semua roh jahat dan yang telah memberikan kuasa kepada hamba-hamba-Nya untuk mengendalikan mereka, akan mendatangkan aib dan kekalahan yang lebih besar lagi kepada barangsiapa yang menghina dan mencemarkan nama-Nya yang kudus. Ilmu sihir dilarang oleh hukum Musa, karena ancamannya adalah kematian, namun dari waktu ke waktu ilmu sihir itu justru diam-diam dipraktekkan oleh orang-orang Yahudi yang murtad. Pada waktu Paulus berkunjung ke Efesus, ada ‘beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling’ di kota itu, yang melihat keajaiban yang dilakukan oleh Paulus, ‘mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat.’ Suatu usaha dilakukan oleh ‘tujuh orang anak laki-laki dari salah seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.’ Menemukan seorang laki-laki yang kerasukan setan, mereka lalu berkata kepadanya, ‘Aku menyumpahi kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.’ Tapi roh jahat menjawab dan berkata, ‘Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu? Dan orang yang dirasuki roh jahat itu menerkam mereka dan mengalahkan mereka serta menguasai mereka, sehingga mereka lari keluar rumah itu dalam keadaan telanjang dan terluka.’ (Kisah 19:13-16).

“Demikianlah bukti yang jelas diberikan mengenai kesucian nama Kristus, dan bahaya yang mereka timbulkan jika mereka memanggilnya tanpa iman pada keilahian misi Juruselamat. ‘Ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.’ (Kisah 19:17).” –The Acts of the Apostles, hal. 287, 288.

SELASA                                                               

3. Apakah yang membuat orang-orang percaya lainnya tergerak ketika mereka menyaksikan apa yang terjadi pada anak-anaknya Skewa?

Kisah 19:17, 18. Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus. 18Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.

“Bukti nyata yang sebelumnya tertutup kini terungkap. Dalam menerima agama Kristen, sebagian pemeluknya masih belum sepenuhnya meninggalkan takhyul-takhyulnya. Sampai batas tertentu mereka bahkan masih melanjutkan praktik-praktik sihir. Sekarang, setelah diyakinkan akan kesalahan mereka, ‘banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuatan seperti itu.’ (Kisah 19:18).” –The Acts of the Apostles, hal. 288.

RABU                                                                  

4. Keputusan apakah yang kemudian diambil oleh beberapa orang? Mengapa mereka melakukan ini?

Kisah 19:19, 20. Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.

“Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa (bertumbuh dengan pesat dan menang).’ (Kisah 19:19, 20).

“Dengan membakar buku-buku sihir mereka, orang percaya yang bertobat di Efesus itu menunjukkan bahwa hal-hal yang tadinya mereka sukai kini mereka benci. Melalui sihirlah mereka telah menyinggung Tuhan dan membahayakan jiwa mereka; dan mereka menunjukkan kemarahan yang demikian dalam menentang ilmu sihir. Demikianlah mereka memberikan bukti pertobatan sejati….

“Dengan menyimpan kitab-kitab ini para murid akan membuka diri terhadap godaan; dengan menjualnya mereka akan menempatkan godaan di jalan orang lain. Mereka telah bertekad meninggalkan kerajaan kegelapan, dan untuk menghancurkan kekuasaannya mereka tidak ragu-ragu melakukan pengorbanan apa pun. Dengan demikian kebenaran menang atas prasangka manusia dan atas kecintaan mereka terhadap uang.” –The Acts of the Apostles, hal. 288.

KEGEMPARAN KARENA DEWI DIANA

KAMIS

5. Apakah yang dihasilkan oleh para pemuja Diana, “dewi Efesus”?

Kisah 19:23-27. Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan. 24Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis (Diana) dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. 25Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perusahaan itu dan berkata: “Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! 26Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. 27Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis (dewi Diana), dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis (dewi Diana) sendiri, adalah Artemis (dewi Diana) yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.”

“Demetrius, seorang pembuat kuil perak, memanggil para pekerja di perusahaannya, berkata: ‘Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan ini! Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis (dewi Diana), dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis (dewi Diana) sendiri, adalah Artemis (dewi Diana) yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya.’ (Kisah 19:25-27).” –The Acts of the Apostles, hal. 292.

JUMAT

6. Ingin menemukan rasul Paulus dan menyerangnya, tetapi tidak menemukannya, siapakah yang disandera oleh Demetrius dan para pengikutnya?

Kisah 19:28, 29. Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” 29Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus.

“Laporan pidato (dari Demetrius) ini dengan cepat beredar. ’Seluruh kota menjadi kacau.’ Pencarian dilakukan untuk menemukan Paulus, namun sang rasul tidak ditemukan. Saudara-saudaranya, yang menerima pemberitahuan akan adanya bahaya, telah bergegas mengasingkannya dari tempat itu. Malaikat Tuhan telah diutus untuk menjaga rasul itu; waktunya untuk mati sebagai martir belum tiba. Karena tidak dapat menemukan sasaran kemarahan mereka, gerombolan itu lalu menangkap ’Gayus dan Aristarkhus, orang-orang Makedonia, teman seperjalanan Paulus’, dan bersama-sama ’mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian itu’. (Kisah 19:29).

“Tempat persembunyian Paulus tidak jauh, dan dia segera mengetahui bahaya yang dihadapi saudara-saudaranya yang terkasih. Melupakan keselamatannya sendiri, dia ingin segera pergi ke gedung kesenian itu untuk berbicara kepada para perusuh. Namun ’para murid tidak mengizinkannya’. (Kisah 19:30, 31). Gayus dan Aristarkhus bukanlah mangsa yang dicari orang; tidak akan ada kerugian serius bagi mereka yang ditangkap itu. Namun jika wajah sang rasul yang pucat dan lesu terlihat, hal itu akan langsung membangkitkan nafsu terburuk dari kerumunan orang banyak itu dan tidak akan ada sedikit pun kemungkinan bagi manusia untuk menyelamatkan nyawanya.” –The Acts of the Apostles, hal. 293.

SABAT

7. Bagaimana akhirnya kerusuhan itu bisa berakhir?

Kisah 19:33-41. Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: “Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” 35Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: “Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? 36Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak. 37Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. 38Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. 39Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. 40Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini.” 41 (19-40b)Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.

“Keputusan dari panitera kota itu dan orang-orang lain yang memegang jabatan terhormat di kota itu telah menempatkan Paulus di hadapan orang banyak sebagai orang yang tidak bersalah atas tindakan yang melanggar hukum. Ini adalah satu lagi kemenangan Kekristenan atas kesalahan dan takhayul. Tuhan telah mengangkat seorang hakim agung untuk membuktikan kebenaran yang dibawa rasul-Nya dan menahan keributan massa. Hati Paulus dipenuhi dengan rasa syukur kepada Tuhan karena hidupnya telah terpelihara dan bahwa Kekristenan tidak dirusak oleh keributan di Efesus.

“ ‘Setelah reda keributan itu, Paulus memanggil murid-murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia.’ (Kisah 20:1).” –The Acts of the Apostles, hal. 295.

Untuk Direnungkan  

“Ada anggapan bahwa takhayul kafir telah hilang sebelum peradaban abad ke-20. Namun firman Tuhan dan kesaksian nyata dari fakta-fakta menyatakan bahwa ilmu sihir masih tetap dipraktikkan pada zaman ini sama seperti pada zaman para ahli sihir zaman dulu. Sistem sihir kuno, pada kenyataannya, sama dengan apa yang sekarang dikenal sebagai spiritisme modern. Setan mendapatkan jalan masuk ke dalam ribuan pikiran orang-orang, dengan menampilkan dirinya dalam kedok teman-teman yang telah meninggal. Kitab Suci menyatakan bahwa ’orang mati tidak tahu apa-apa’. Pengkhotbah 9:5. Pikiran mereka, kasih mereka, kebencian mereka, telah musnah. Orang mati tidak dapat mengadakan persekutuan dengan orang yang masih hidup. Namun sebagaimana dengan cara kelicikannya sejak mulanya, Setan masih menggunakan alat ini untuk menguasai pikiran.”The Acts of the Apostles, hal. 289.

Leave a comment