Ayat Bacaan AMSAL 19, 20
Tidak semua yang mengaku nama-Nya dan memakai lencana-Nya adalah milik Kristus. Banyak yang telah mengajar dalam nama-Ku, kata Yesus, pada akhirnya malah akan ditemukan bersalah…
Ada orang-orang yang merasa percaya bahwa diri mereka benar, padahal mereka salah. Sementara mengaku Kristus sebagai Tuhan mereka, dan mengaku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dalam nama-Nya, mereka sesungguhnya adalah para pelaku kejahatan…
Pengakuan sebagai murid saja tidak ada nilainya. Iman kepada Kristus yang menyelamatkan jiwa bukanlah seperti yang digambarkan oleh banyak orang…
Kepatuhan adalah ujian sebagai murid. Ketaatan terhadap perintah-perintahlah yang membuktikan ketulusan pengakuan kasih kita. Ketika ajaran yang kita terima membunuh dosa di dalam hati, menyucikan jiwa dari kekotoran, dan menghasilkan buah bagi kekudusan, maka kita dapat mengetahui bahwa itu adalah kebenaran Allah. Ketika kebajikan, kebaikan, kelembutan hati, dan simpati, terlihat nyata dalam hidup kita; ketika sukacita melakukan hal yang benar ada di dalam hati kita; ketika kita meninggikan Kristus, dan bukan diri kita sendiri, maka kita dapat mengetahui bahwa iman kita berada dalam tatanan yang benar. (MB 145, 146).
AMSAL 19
1 Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal. 2 Tanpa pengetahuan kerajinanpun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. 3 Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN. 4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya. 5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar. 6 Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi. 7 Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi. 8 Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan. 9 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa. 10 Kemewahan tidak layak bagi orang bebal, apalagi bagi seorang budak memerintah pembesar. 11 Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran. 12 Kemarahan raja adalah seperti raung singa muda, tetapi kebaikannya seperti embun yang turun ke atas rumput. 13 Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang isteri adalah seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik. 14 Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN. 15 Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan orang yang lamban akan menderita lapar. 16 Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya, tetapi siapa menghina firman, akan mati. 17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu. 18 Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya. 19 Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya. 20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. 21 Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana. 22 Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong. 23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka. 24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut. 25 Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf. 26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya, memburukkan dan memalukan diri. 27 Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan, kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan. 28 Saksi yang tidak berguna mencemoohkan hukum dan mulut orang fasik menelan dusta. 29 Hukuman bagi si pencemooh tersedia dan pukulan bagi punggung orang bebal.
AMSAL 20
1 Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya. 2 Kegentaran yang datang dari raja adalah seperti raung singa muda, siapa membangkitkan marahnya membahayakan dirinya. 3 Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. 4 Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa. 5 Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya. 6 Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya? 7 Orang benar yang bersih kelakuannya–berbahagialah keturunannya. 8 Raja yang bersemayam di atas kursi pengadilan dapat mengetahui segala yang jahat dengan matanya. 9 Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?” 10 Dua macam batu timbangan, dua macam takaran, kedua-duanya adalah kekejian bagi TUHAN. 11 Anak-anakpun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya, apakah bersih dan jujur kelakuannya. 12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN. 13 Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin, bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang. 14 “Tidak baik! Tidak baik!”, kata si pembeli, tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya. 15 Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan. 16 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain, dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing. 17 Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil. 18 Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat. 19 Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut. 20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap. 21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati. 22 Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau. 23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik. 24 Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya? 25 Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir mengatakan “Kudus”, dan baru menimbang-nimbang sesudah bernazar. 26 Raja yang bijak dapat mengenal orang-orang fasik, dan menggilas mereka berulang-ulang. 27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. 28 Kasih dan setia melindungi raja, dan dengan kasih ia menopang takhtanya. 29 Hiasan orang muda ialah kekuatannya, dan keindahan orang tua ialah uban. 30 Bilur-bilur yang berdarah membersihkan kejahatan, dan pukulan membersihkan lubuk hati.