Pelajaran Sekolah Sabat 13 Juli 2024

TEMA SEMESTER: HIKMAT ILAHI

Pelajaran 2, Sabat 13 Juli 2024

Ilmu Pengetahuan Dia Yang Mahakuasa

“Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” 1 Korintus 2:9.

“Dari gemuruh guntur yang dalam dan gemuruh samudra tua yang tak henti-hentinya, hingga nyanyian gembira yang membuat hutan bersuara dengan melodi, puluhan ribu suara semesta alam ini memuji-Nya. Di bumi, laut, dan langit, dengan corak dan warnanya yang menakjubkan, yang bervariasi dalam kontras yang indah atau berpadu dalam harmoni, kita melihat kemuliaan-Nya. Bukit-bukit yang kokoh menceritakan tentang kuasa-Nya. Pohon-pohon yang melambaikan panji-panji hijaunya di bawah sinar matahari dan bunga-bunga dalam keindahannya yang lembut, menunjuk kepada Sang Pencipta. Hijaunya kehidupan yang menyelimuti bumi yang cokelat menceritakan tentang kepedulian Allah terhadap makhluk-makhluk-Nya yang paling kecil sekalipun. Palung-palung laut dan kedalaman bumi menyingkapkan harta kekayaan-Nya. Dia yang menempatkan mutiara di lautan dan batu kecubung dan krisolit di antara bebatuan adalah pencinta keindahan. Matahari yang terbit di langit adalah perwakilan dari Dia yang adalah kehidupan dan terang dari semua yang telah Dia ciptakan. Segala kecerahan dan keindahan yang menghiasi bumi dan menerangi surga sedang berbicara tentang Allah.”Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 54.

MINGGU                                                                                                                                          

1. Dalam Perjanjian Lama, bagaimana pernyataan hikmat surgawi dijelaskan?

Bilangan 24:16. tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.

“Dari Allah, yang adalah sumber segala hikmat, keluarlah semua pengetahuan yang berharga bagi manusia, yakni segala hal yang dapat dipahami atau diingat oleh pikiran manusia. Buah dari pohon yang melambangkan kebaikan dan kejahatan itu tidak boleh dipetik dengan gegabah karena buah itu telah disodorkan oleh sesosok pribadi yang dulunya adalah malaikat yang cemerlang dalam kemuliaan. Ia telah berkata bahwa jika manusia memakannya, mereka akan tahu tentang yang baik dan yang jahat; tetapi perkataannya ini adalah bertentangan dengan perintah yang telah disampaikan sebelumnya. Pengetahuan yang benar tidak datang dari orang-orang kafir atau orang-orang jahat. Firman Allah adalah terang dan kebenaran. Terang yang benar bersinar dari Yesus Kristus, yang ‘menerangi setiap orang yang datang ke dunia.’ Yohanes 1:9. Dari Roh Kudus keluarlah pengetahuan ilahi. Ia tahu apa yang dibutuhkan manusia untuk meningkatkan kedamaian, kebahagiaan, dan ketenangan di dunia ini, dan untuk menjaminkan perhentian yang kekal di dalam kerajaan Allah.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 360.

SENIN

2. Pada siapakah segenap harta hikmat surgawi itu tersimpan?

Kolose 2:2, 3. supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, 3sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

“Ajaran Kristus tidak disampaikan kepada para pendengar-Nya melalui pertunjukkan lahiriah semata, tetapi melalui perkataan dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari-Nya, melalui roh yang dinyatakan-Nya. Dalam kehidupan yang lebih tinggi yang Ia jalani saat Ia mengerjakan pekerjaan Allah, Ia memberikan kepada manusia sebuah contoh tentang pelaksanaan pendidikan tinggi yang sejati. Jadi dalam kehidupan para pengikut-Nya, ketika roh yang tergesa-gesa dikalahkan, ketika hati menjadi luluh kepada kelemah-lembutan bagi orang lain, ketika kehidupan dibaktikan untuk mengerjakan pekerjaan Kristus, maka buah dari pendidikan yang lebih tinggi itu pun terlihatlah.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 399.

SELASA

3. Mengapa tidak ada satupun manusia yang dapat mencapai tingginya tingkat kebijaksanaan Tuhan?

Yesaya 40:12-14. Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca? 13 Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat? 14 Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

“Manusia adalah makhluk fana yang terbatas; tidak ada terang dalam hikmatnya. Akal budinya sekiranya tidak dibantu tidak akan dapat menjelaskan apa pun dalam hal-hal yang mendalam tentang Allah, ia juga tidak akan dapat memahami pelajaran rohani yang telah Allah tempatkan di dunia alam semesta yang tampak ini. Namun, akal budi adalah karunia Allah, dan Roh-Nya akan membantu barangsiapa yang mau rela untuk diajar.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 423.

RABU

4. Siapa yang menjaga simetri kebijaksanaan dan kekuasaan?

Ayub 12:13. Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.

“Pengetahuan adalah kekuatan, tetapi itu adalah kekuatan untuk kebaikan hanya jika disatukan dengan kesalehan sejati. Pengetahuan harus dihidupi oleh Roh Allah agar dapat melayani tujuan yang paling mulia. Semakin dekat hubungan kita dengan Allah, maka semakin sempurna kita dapat memahami nilai-nilai ilmu pengetahuan sejati; karena sifat-sifat Allah, sebagaimana yang terlihat dalam karya-karya ciptaan-Nya, dapat dihargai dengan baik oleh orang yang memiliki pengetahuan tentang Pencipta segala sesuatu, Pencipta segala kebenaran.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 38.

KAMIS

5. Mengapa hanya Allah saja satu-satunya yang dapat menilai perbuatan dengan tepat?

1 Samuel 2:3. Janganlah kamu selalu berkata sombong, janganlah caci maki keluar dari mulutmu. Karena TUHAN itu Allah yang mahatahu, dan oleh Dia perbuatan-perbuatan diuji.

“Allah telah memberi tahu kita tentang apa yang harus kita lakukan dalam pekerjaan hidup kita dan bagaimana kita dapat membentuk tabiat untuk kehidupan kekal di masa depan. Jika kita memperhatikan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan, maka kita akan menjadi pelaku Firman. Firman-Nya bukan sekedar perizinan, bukan sekedar saran, melainkan keputusan dari Hakim yang tidak dapat salah. Itu adalah petuah-petuah ilahi, hukum yang sangat khusus dan jelas, yang akan menghakimi kita di akhir zaman. Tidak ada seorang pun yang dapat dimaafkan karena bertindak seolah-olah dia bebas untuk membatalkan keputusan Allah, mengabaikan arahan dan perintah-Nya, meninjaunya, mengkritiknya, membolak-balikkannya, sesuai yang dia anggap tepat.” –Letter 24, 1890.

JUMAT

6. Dengan apakah metode pengajaran ilahi diperbandingkan?

Ulangan 32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

“Hanya di bawah bimbingan Dia Yang Maha Tahu, dalam mempelajari karya-karya-Nya, kita akan dimampukan memikirkan pemikiran-pemikiran yang sesuai dengan-Nya.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 530.

SABAT

7. Apakah yang diajarkan firman Allah?     

2 Petrus 3:18. Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

 “Ingatlah bahwa dalam hiduupmu, agama bukan hanya sekedar satu pengaruh di antara pengaruh-pengaruh lainnya; agama harus menjadi pengaruh yang mendominasi segala pengaruh lainnya. Bersikaplah sangat bertarak. Tolaklah setiap godaan. Jangan mengalah pada musuh yang licik. Jangan dengarkan saran-saran yang ia masukkan ke dalam mulut-mulut sesamamu pria dan wanita. Ada kemenangan yang harus engkau raih. Ada tabiat yang mulia yang harus engkau peroleh.” –Counsels to Parents, Teachers, and Students, hal. 489.

Untuk direnungkan

Kecuali pengaruh ilahi diakui dan dihormati, hikmat manusia akan lebih ditinggikan daripada hikmat ilahi, dan pekerjaan itu pasti akan terombang-ambing ke arah yang salah. Hasil yang baik sudah pasti ketika Allah ditinggikan sebagai Penasihat ilahi.” –Letter 136, 1900.

Leave a comment