Ayat Bacaan YEREMIA 11
Cabang-Cabang yang Tidak Berbuah Dipatahkan—[Yeremia 11:16] Cabang-cabang yang seharusnya menghasilkan buah tanpa henti, mereka dipatahkan karena ketidaktaatannya yang keras kepala. Jalan yang salah dari orang-orang Yerusalem mendatangkan akibatnya yang pasti atas mereka dan atas orang-orang yang mereka pengaruhi. Mereka meninggalkan teladan orang-orang kudus yang memperoleh inspirasi dari Yesus Kristus, Pemimpin mereka yang tidak kelihatan. Sehingga mereka tidak mungkin dapat membentuk tabiat yang dapat dikenan Allah.
Orang-orang itu tidak memenuhi janji mereka, dan karena itu mereka tidak menerima berkat-berkat yang Allah rindu berikan kepada mereka. Dengan mengikuti dorongan hati mereka sendiri, mereka mengejar jalan yang kemudian mendiskualifikasi mereka untuk diakui sebagai harta kesayangan Allah.
Jika saja mereka menerapkan nasihat ini selama berabad-abad setelahnya, betapa berbedanya sejarah Israel! Ketaatan pada hukum itulah yang memberi Israel kekuatan selama pemerintahan Daud dan tahun-tahun awal pemerintahan Salomo. Melalui iman kepada firman yang hidup, bangsa itu mengalami reformasi pada zaman Elia dan Yosia. Dalam upaya Yeremia untuk melakukan reformasi, ia mengacu pada Kitab Suci yang sama, yang adalah warisan terkaya Israel. Ia menemui orang-orang dengan permohonan, “Dengarlah perkataan (firman) perjanjian ini.” Yeremia 11:2.
Tidak ada alasan bagi jiwa mana pun untuk menjauh dari kebenaran dan keadilan. [Yeremia 11:6-8, 14, 15.] (Letter 34, 1899, 4BC 1155.5, 18LtMs, Ms 64, 1903, par. 12, RR 166.3, 2TC 232.1, 14LtMs, Lt 34, 1899, par. 28).
YEREMIA 11
Perjanjian Allah diingkari
1 Firman yang datang kepada Yeremia dari TUHAN, bunyinya: 2 “Dengarlah perkataan-perkataan perjanjian ini dan sampaikanlah itu kepada orang Yehuda dan kepada penduduk Yerusalem! 3 Katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Terkutuklah orang yang tidak mendengarkan perkataan-perkataan perjanjian ini, 4 yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu pada waktu mereka Kubawa keluar dari tanah Mesir, dari dapur peleburan besi, dengan berfirman: Dengarkanlah suara-Ku dan lakukanlah segala apa yang Kuperintahkan kepadamu, maka kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, 5 sehingga Aku dapat menepati sumpah yang telah Kuikrarkan kepada nenek moyangmu untuk memberikan kepada mereka tanah yang berlimpah-limpah susu dan madunya, seperti halnya pada waktu ini.” Lalu jawabku: “Begitulah hendaknya, ya TUHAN!” 6 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Serukanlah segala perkataan ini di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem dengan mengatakan: Dengarkanlah perkataan-perkataan perjanjian ini dan lakukanlah itu! 7 Sebab Aku sungguh-sungguh memperingatkan nenek moyangmu, pada waktu Aku menuntun mereka keluar dari tanah Mesir; sampai kepada waktu ini Aku memperingatkan mereka terus-menerus: Dengarkanlah suara-Ku! 8 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan ataupun memperhatikannya, melainkan mereka masing-masing mengikuti kedegilan hatinya yang jahat; maka Aku telah mendatangkan ke atas mereka segala perkataan perjanjian ini, yang telah Kuperintahkan dipegang, tetapi mereka tidak memegangnya.” 9 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Telah terdapat persepakatan jahat di antara orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. 10 Mereka sudah jatuh kembali kepada kesalahan nenek moyang mereka yang dahulu telah menolak mendengarkan firman-Ku. Mereka mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya. Kaum Israel dan kaum Yehuda telah mengingkari perjanjian-Ku yang telah Kuikat dengan nenek moyang mereka. 11 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mendatangkan ke atas mereka malapetaka yang tidak dapat mereka hindari, dan apabila mereka berseru-seru kepada-Ku, maka Aku tidak akan mendengarkan mereka. 12 Dan biarpun kota-kota Yehuda dan penduduk Yerusalem pergi berseru-seru kepada para allah yang mereka sembah dengan korban bakaran, tetapi allah itu sama sekali tidak dapat menolong mereka pada waktu mereka ditimpa malapetaka. 13 Sebab seperti banyaknya kotamu demikian banyaknya para allahmu, hai Yehuda, dan seperti banyaknya jalan di Yerusalem demikian banyaknya mezbah yang kamu dirikan untuk membakar korban kepada Baal. 14 Adapun engkau, janganlah engkau berdoa untuk bangsa ini dan janganlah naikkan permohonan dan doa untuk mereka, sebab Aku tidak akan mendengarkan pada waktu mereka berseru kepada-Ku karena malapetaka mereka. 15 Apakah lagi urusan kekasih-Ku di dalam rumah-Ku, bukankah ia sudah melaksanakan rancangan-rancangan yang jahat? Dapatkah nazar-nazar dan daging yang suci melewatkan malapetaka dari padamu, sehingga kemudian engkau dapat beria-ria? 16 Pohon zaitun yang rimbun, elok dipandang mata, pernah TUHAN menamai engkau. Tetapi dengan bunyi keributan yang hebat Ia menyalakan api pada daun-daunnya, sehingga ranting-rantingnya terbakar. 17 TUHAN semesta alam, yang telah membuat engkau tumbuh, telah menentukan malapetaka atasmu karena kejahatan yang telah dilakukan oleh kaum Israel dan kaum Yehuda untuk menimbulkan sakit hati-Ku dengan membakar korban kepada Baal.”
Nyawa Yeremia terancam di Anatot
18 TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku. 19 Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: “Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!” 20 Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 21 Sebab itu beginilah firman TUHAN tentang orang-orang Anatot yang ingin mencabut nyawaku dengan mengatakan: “Janganlah bernubuat demi nama TUHAN, supaya jangan engkau mati oleh tangan kami!” — 22 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam: “Sesungguhnya, Aku akan menghukum mereka: pemuda-pemuda mereka akan mati oleh pedang, anak-anak mereka yang laki-laki dan perempuan akan habis mati kelaparan; 23 tidak ada yang tinggal hidup di antara mereka, sebab Aku akan mendatangkan malapetaka kepada orang-orang Anatot pada tahun hukuman mereka.”
Fruitless Branches Broken Off—[Jeremiah 11:16 quoted.] Where her branches should have yielded fruit without stint, they were broken off because of her stubborn disobedience. The wrong course of the people of Jerusalem brought its sure result upon them and upon those whom they influenced. They departed from the example of the holy men who caught their inspiration from Jesus Christ, their invisible Leader. They could not possibly form characters that God could approve.
The people did not fulfil their promise, and they therefore did not receive the blessings God wished to bestow on them. By following their own impulses, they pursued a course that disqualified them for being recognized as God’s peculiar treasure.
If they had put this counsel into practice through the centuries that followed, how different Israel’s history would have been! It was regard for the law that gave Israel strength during the reign of David and the earlier years of Solomon’s rule. Through faith in the living word, the nation experienced reformation in the days of Elijah and Josiah. In Jeremiah’s efforts toward reform, he appealed to these same Scriptures, Israel’s richest heritage. He met the people with the plea, “Hear the words of this covenant.” Jeremiah 11:2.
There is no excuse for any soul to walk away from truth and righteousness. [Jeremiah 11:6-8, 14, 15.] (Letter 34, 1899, 4BC 1155.5, 18LtMs, Ms 64, 1903, par. 12, RR 166.3, 2TC 232.1, 14LtMs, Lt 34, 1899, par. 28).