Ayat Bacaan YOHANES 21
Betapa banyak orang sekarang ini yang … tertarik dengan urusan orang lain, dan mengurusi kewajiban orang-orang, sementara mereka terancam mengabaikan kewajiban mereka sendiri. Tugas kita adalah memandang Kristus dan mengikuti-Nya. Kita memang mungkin saja akan melihat adanya kesalahan dalam kehidupan orang lain, dan cacat dalam tabiat mereka. Kemanusiaan memang dikelilingi oleh kelemahan. Namun di dalam Kristus kita akan menemukan kesempurnaan. Dengan memandang Dia, kita akan diubahkan…
Kristus adalah menara kekuatan kita, dan Setan tidak dapat memiliki kuasa atas jiwa yang berjalan bersama Allah dalam kerendahan hati. Janjinya adalah, “Biarlah mereka mencari perlindungan kepada-Ku dan mencari damai dengan Aku, ya mencari damai dengan Aku.” (Yesaya 27:5). Di dalam Kristus ada pertolongan yang sempurna dan lengkap bagi setiap jiwa yang tergoda. Bahaya mengintai setiap jalan, tetapi seluruh alam semesta surga berjaga-jaga agar tidak seorang pun dapat tergoda melebihi apa yang sanggup ditanggungnya. Beberapa orang memiliki sifat tabiat yang kuat, yang perlu terus-menerus ditekan. Jika tetap berada di bawah kendali Roh Allah, sifat-sifat ini akan menjadi berkat; tetapi jika tidak, sifat-sifat ini akan terbukti menjadi kutukan. Jika kita bersandar pada hikmat kita sendiri, hikmat kita akan terbukti sebagai kebodohan. Namun jika kita mau menyerahkan pelayanan diri kita tanpa pamrih kepada pekerjaan itu, dan tidak pernah menyimpang sedikit pun dari prinsip, maka Allah akan mengulurkan tangan-Nya yang kekal kepada kita, dan akan terbukti sebagai penolong yang perkasa. Jika kita mau memandang Yesus sebagai Pribadi yang dapat kita andalkan, maka Dia tidak akan pernah mengecewakan kita dalam keadaan darurat apa pun. DA 816.3, YI 22 Desember 1898, par. 10.
YOHANES 21
Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias
1Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. 2Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. 3 Kata Simon Petrus kepada mereka: ”Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: ”Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 4Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. 5Kata Yesus kepada mereka: ”Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: ”Tidak ada.” 6 Maka kata Yesus kepada mereka: ”Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. 7Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: ”Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. 8Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. 9Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. 10Kata Yesus kepada mereka: ”Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” 11Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. 12Kata Yesus kepada mereka: ”Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: ”Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. 13Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu. 14Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Gembalakanlah domba-domba-Ku
15Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 16Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: ”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku.” 17Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: ”Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: ”Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: ”Gembalakanlah domba-domba-Ku. 18Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki.” 19Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: ”Ikutlah Aku.”
Murid yang dikasihi Yesus
20 Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: ”Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” 21Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: ”Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” 22Jawab Yesus: ”Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” 23Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: ”Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.”
Kata penutup
24Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini dan yang telah menuliskannya dan kita tahu, bahwa kesaksiannya itu benar.25Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu
How many today are … interested in the affairs of others, and anxious to know their duty, while they are in danger of neglecting their own. It is our work to look to Christ and follow Him. We shall see mistakes in the lives of others, and defects in their character. Humanity is encompassed with infirmity. But in Christ we shall find perfection. Beholding Him, we shall become transformed…
Christ is our tower of strength, and Satan can have no power over the soul who walks with God in humility of mind. The promise is, “Let him take hold of my strength, that he may make peace with me; and he shall make peace with me.” In Christ there is perfect and complete help for every tempted soul. Dangers beset every path, but the whole universe of heaven is standing on guard that none may be tempted above that which he is able to bear. Some have strong traits of character, that will need to be constantly repressed. If kept under the control of the Spirit of God, these traits will be a blessing; but if not, they will prove a curse. If we lean to our own wisdom, our wisdom will prove to be foolishness. But if we will give ourselves unselfishly to the work, never swerving in the least from principle, the Lord will throw about us the everlasting arms, and will prove a mighty helper. If we will look to Jesus as the One in whom we may trust, he will never fail us in any emergency. DA 816.3, YI December 22, 1898, par. 10.