Renungan Pagi 12 Desember 2024

Ayat Bacaan 1 PETRUS 1

Tali Penarik Kasih—Karena Allah itu kudus, maka Ia pun menghendaki umat-Nya untuk menjadi kudus, murni, dan tak bernoda; karena tanpa kekudusan tidak seorang pun dapat melihat Allah. Barangsiapa yang menyembah-Nya dengan tulus dan benar akan diterima oleh-Nya. Jika saja semua anggota jemaat akan menyingkirkan semua penyembahan diri sendiri, dan mau menerima dalam hati mereka kasih bagi Allah dan bagi satu sama lain yang memenuhi hati Kristus, maka Bapa surgawi kita akan senantiasa menyatakan kuasa-Nya melalui mereka. Biarlah umat-Nya ditarik bersama dengan tali kasih ilahi. Maka dunia akan mengenali kuasa Allah yang melakukan mukjizat, dan akan mengakui bahwa Ia adalah Kekuatan dan Penolong bagi umat-Nya yang menaati perintah-perintah-Nya. (MS 125, 1907). 7BC 939.12.
Penciptaan Iman—Di bawah ilham Roh, rasul Petrus menggambarkan orang-orang Kristen sebagai mereka yang telah menyucikan jiwa mereka oleh menaati kebenaran. Sesuai dengan iman dan kasih yang kita bawa ke dalam pekerjaan kita, maka kuasa akan dibawa ke dalamnya. Tidak seorang pun dapat menciptakan iman. Roh-lah yang bekerja pada pikiran dan menerangi pikiran manusia, menciptakan iman kepada Allah. Dalam Kitab Suci iman dinyatakan sebagai karunia Allah, yang berkuasa untuk keselamatan, yang menerangi hati orang yang mencari kebenaran seperti mencari harta karun yang terpendam. Roh Allah lah yang menanamkan kebenaran di dalam hati. Injil disebut sebagai kuasa Allah untuk keselamatan karena hanya Allah saja yang dapat menjadikan kebenaran sebagai kuasa yang menguduskan jiwa. Hanya Dia yang dapat menjadikan salib Kristus itu menang. (MS 56, 1899). 7BC 940.3.
Mensterilkan Jiwa dari Dosa—Allah menyucikan hati manusia sama seperti kita mensterilkan ruangan, dengan mengalirkan udara segar ke dalamnya. Kita tidak melakukannya dengan menutup pintu dan jendela, dan memasukkan beberapa zat pemurni; tetapi kita membuka lebar pintu dan jendela, dan membiarkan udara pemurnian surga mengalir masuk… Jendela dorongan hati, dan perasaan, harus dibuka ke arah surga, dan debu keegoisan dan keduniawian harus dikeluarkan. Kasih karunia Allah harus mengalir melalui ruang-ruang pikiran, imajinasi harus memiliki tema-tema surgawi untuk direnungkan, dan setiap unsur alamiahnya harus disucikan dan dibaharui oleh Roh Allah. (MS 3, 1892). 7BC 940.4

1 PETRUS 1

Salam

1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus, kepada orang-orang pendatang, yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, 2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

Pengharapan, iman dan kasih

3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, 4 untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu. 5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. 6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya. 8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu. 10 Keselamatan itulah yang diselidiki dan diteliti oleh nabi-nabi, yang telah bernubuat tentang kasih karunia yang diuntukkan bagimu. 11 Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu. 12 Kepada mereka telah dinyatakan, bahwa mereka bukan melayani diri mereka sendiri, tetapi melayani kamu dengan segala sesuatu yang telah diberitakan sekarang kepada kamu dengan perantaraan mereka, yang oleh Roh Kudus, yang diutus dari sorga, menyampaikan berita Injil kepada kamu, yaitu hal-hal yang ingin diketahui oleh malaikat-malaikat.

Kekudusan dan kasih persaudaraan

13 Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, 15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus. 17 Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. 18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, 19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. 20 Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. 21 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah. 22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. 23 Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 24 Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 25 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu.

The Drawing Cords of Love—As Jehovah is holy, He requires His people to be holy, pure, undefiled; for without holiness no man shall see the Lord. Those who worship Him in sincerity and truth will be accepted by Him. If church members will put away all self-worship, and will receive in their hearts the love for God and for one another that filled Christ’s heart, our heavenly Father will constantly manifest His power through them. Let His people be drawn together with the cords of divine love. Then the world will recognize the miracle-working power of God, and will acknowledge that He is the Strength and the Helper of His commandment-keeping people. (Manuscript 125, 1907). 7BC 939.12
The Creation of Faith—Under the inspiration of the Spirit, the apostle Peter represents Christians as those who have purified their souls in obeying the truth. Just in accordance with the faith and love we bring into our work will be the power brought into it. No man can create faith. The Spirit operating upon and enlightening the human mind, creates faith in God. In the Scriptures faith is stated to be the gift of God, powerful unto salvation, enlightening the hearts of those who search for truth as for hidden treasure. The Spirit of God impresses the truth on the heart. The gospel is called the power of God unto salvation because God alone can make the truth a power which sanctifies the soul. He alone can render the cross of Christ triumphant. (Manuscript 56, 1899). 7BC 940.3
Airing the Soul of Sin—The Lord purifies the heart very much as we air a room. We do not close the doors and windows, and throw in some purifying substance; but we open the doors and throw wide the windows, and let heaven’s purifying atmosphere flow in… The windows of impulse, of feeling, must be opened up toward heaven, and the dust of selfishness and earthliness must be expelled. The grace of God must sweep through the chambers of the mind, the imagination must have heavenly themes for contemplation, and every element of the nature must be purified and vitalized by the Spirit of God. (Manuscript 3, 1892). 7BC 940.4