Renungan Petang 3 Maret 2025

PEKABARAN PENGHIBURAN KEKAL YANG DAPAT DIANDALKAN

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.” 2 Korintus 1:3-4.

“Banyak pekabaran penghiburan yang disampaikan kepada jemaat oleh para nabi zaman dahulu. “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku,” (Yesaya 40:1), adalah amanat dari Allah kepada Yesaya; dan bersama amanat itu diberikan penglihatan-penglihatan yang luar biasa yang telah menjadi pengharapan dan sukacita orang-orang percaya selama berabad-abad setelahnya. Meskipun diremehkan manusia, dianiaya, dan ditinggalkan, anak-anak Allah di setiap zaman tetap ditopang oleh janji-janji-Nya yang pasti. Dengan iman mereka telah menantikan saat ketika Ia akan menggenapi jaminan kepada jemaat-Nya, “Aku akan membuat engkau menjadi kebanggaan yang abadi, menjadi kegirangan turun-temurun.”(Yesaya 60:15).” —PK, 722.

“Maka janganlah kita berkabung dan bersedih karena dalam hidup ini kita tidak bebas dari kekecewaan dan kesengsaraan. Jika dalam pemeliharaan Allah kita dipanggil untuk menanggung pencobaan, maka marilah kita menerima salib, dan meminum cawan yang pahit, mengingat bahwa tangan Bapa-lah yang memegangnya di bibir kita. Marilah kita percaya kepada-Nya dalam kegelapan maupun di siang hari. Tidak maukah kita percaya bahwa Ia akan memberikan kepada kita segala sesuatu yang baik bagi kita? “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?” (Roma 8:32). Bahkan pun ketika tengah berada di malam penderitaan, bagaimana mungkin kita menolak untuk mengangkat hati dan suara dalam pujian syukur, ketika kita mengingat pada kasih yang telah dinyatakan kepada kita melalui salib di Kalvari?” —5T:316.

“Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.” Yesaya 49:13.

Blessed be God, even the Father of our Lord Jesus Christ, the Father of mercies, and the God of all comfort; who comforteth us in all our tribulation, that we may be able to comfort them which are in any trouble, by the comfort wherewith we ourselves are comforted of God.” 2 Corinthians 1:3, 4.

“Many were the messages of comfort given the church by the prophets of old. “Comfort ye, comfort ye My people,” was Isaiah’s commission from God; and with the commission were given wonderful visions that have been the believers’ hope and joy through all the centuries that have followed. Despised of men, persecuted, forsaken, God’s children in every age have nevertheless been sustained by His sure promises. By faith they have looked forward to the time when He will fulfill to His church the assurance, “I will make thee an eternal excellence, a joy of many generations.”—Prophets and Kings, 722.

“Then let us not mourn and grieve because in this life we are not free from disappointments and afflictions. If in the providence of God we are called upon to endure trials, let us accept the cross, and drink the bitter cup, remembering that it is a Father’s hand that holds it to our lips. Let us trust Him in the darkness as well as in the day. Can we not believe that He will give us everything that is for our good? “He that spared not His own Son, but delivered Him up for us all, how shall He not with Him also freely give us all things?” Even in the night of affliction, how can we refuse to lift heart and voice in grateful praise, when we remember the love to us expressed by the cross of Calvary?” —Testimonies for the Church 5:316.

“Sing, O heavens; and be joyful, O earth; and break forth into singing, O mountains: for the Lord hath comforted His people, and will have mercy upon His afflicted.” Isaiah 49:13. RRe 111.

***