BERGANTUNG SEPENUHNYA PADA KEKUATAN ALLAH
“Supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” 1 Korintus 2:5.
“Inilah pelajaran yang perlu dipelajari banyak orang di zaman kita.” 13LtMs, Ms 114, 1898, par. 22.
“Semua orang harus menyadari ketergantungan penuh mereka kepada Allah…” 7T 94.1.
“Kuasa kekuatan Allah!—Inilah yang akan menanggung ujian pencobaan, menaklukkan pertentangan, meluluhlantakkan sekedar penalaran ilmiah dunia, dan membawa pria dan wanita kepada rasa penghargaan akan kebenaran yang telah membuat kita tetap berada di tempat kita berada, yakni di atas fondasi yang kokoh.” 21LtMs, Lt 40, 1906, par. 7.
“Barangsiapa yang gagal menyadari ketergantungan mereka yang terus-menerus kepada Allah akan dikalahkan oleh pencobaan. Kita sekarang mungkin mengira bahwa kaki kita berdiri kokoh, dan bahwa kita tidak akan pernah goyah. Kita mungkin berkata dengan yakin, “Saya tahu kepada siapa saya percaya; tidak ada yang dapat menggoyahkan iman saya kepada Allah dan firman-Nya.” Tetapi Setan berencana untuk mengambil keuntungan dari sifat-sifat tabiat yang kita terus biarkan secara turun-temurun dan yang terus kita lakukan, dan untuk membutakan mata kita terhadap kebutuhan pribadi dan cacat kita sendiri. Hanya dengan menyadari kelemahan kita sendiri dan dengan memandang dengan teguh kepada Yesus saja, kita dapat berjalan dengan aman.” MYP 101.3.
“That your faith should not stand in the wisdom of men, but in the power of God.” 1 Corinthians 2:5.
“This is the lesson that many need to learn in our day.” 13LtMs, Ms 114, 1898, par. 22.
“All should realize their entire dependence upon God…” 7T 94.1.
“The power of God!—It is this that will bear the test of trial, breaking down opposition, melting away scientific reasoning, and bringing men and women to an appreciation of the truth that has kept us where we are, on a solid foundation.” 21LtMs, Lt 40, 1906, par. 7.
“Those who fail to realize their constant dependence upon God will be overcome by temptation. We may now suppose that our feet stand secure, and that we shall never be moved. We may say with confidence, “I know in whom I have believed; nothing can shake my faith in God and in His word.” But Satan is planning to take advantage of our hereditary and cultivated traits of character, and to blind our eyes to our own necessities and defects. Only through realizing our own weakness and looking steadfastly unto Jesus can we walk securely.” MYP 101.3.***