TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 13, Sabat 28 Maret 2026
KETENTUAN MENGENAI BAIT SUCI
“Inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu: seluruh daerah yang di puncak gunung itu adalah maha kudus. Sungguh, inilah ketentuan mengenai Bait Suci itu.” Yehezkiel 43:12.
“Dengan firman Allah di tangannya, setiap manusia,… dapat memiliki teman seperti yang ia pilih…. Ia dapat tinggal di dunia ini dalam suasana surga,… semakin mendekati ambang dunia kekal, sampai pintu gerbangnya terbuka, dan ia dapat masuk ke sana. Dia tidak akan merasa asing dengan siapapun. Suara yang akan menyambutnya adalah suara orang-orang kudus, yang, meski tiada terlihat, adalah sahabat-sahabatnya di bumi—suara-suara yang di bumi ini ia telah pelajari untuk kenali dan kasihi. Barangsiapa yang telah hidup dalam persekutuan dengan surga melalui firman Allah, akan merasa nyaman dalam persekutuan surga yang sesungguhnya.” —Education, hlm. 127.
| MINGGU |
1. Tugas apakah yang diterima Yehezkiel?
Yehezkiel 43:10, 11 Maka engkau, hai anak manusia, terangkanlah kepada kaum Israel tentang Bait Suci ini, agar mereka menjadi malu melihat kesalahan-kesalahan mereka, juga bagaimana Bait Suci itu kelihatan dan rancangannya. 11Dan kalau mereka merasa malu melihat segala sesuatu yang dilakukan mereka, gambarlah Bait Suci itu, bagian-bagiannya, pintu-pintu keluar dan pintu-pintu masuknya dan seluruh bagannya; beritahukanlah kepada mereka segala peraturannya dan hukumnya dan tuliskanlah itu di hadapan mereka, agar mereka melakukan dengan setia segala hukumnya dan peraturannya.
Matius 6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
“Tabiat yang kita tunjukkan sekarang adalah menentukan takdir masa depan kita. Kebahagiaan surga akan ditemukan dengan menyesuaikan diri dengan kehendak Allah, dan jika manusia menjadi anggota keluarga kerajaan di surga, itu karena surga telah dimulai bersama mereka di bumi…. Orang-orang yang benar akan membawa setiap karunia, dan setiap kemampuan yang berharga dan kudus, ke istana di atas, dan menukar bumi dengan surga.” —Sons and Daughters of God, hlm. 361.
| SENIN |
2. Prinsip-prinsip penting apa sajakah yang menjadi bagian dari Injil dahulu dan masih ada hingga saat ini?
Yehezkiel 44:23, 24, 30 Mereka harus mengajar umat-Ku tentang perbedaan antara yang kudus dengan yang tidak kudus dan memberitahukan kepada mereka perbedaan antara yang najis dengan yang tahir. 24Di dalam sesuatu perkara mereka harus bertindak sebagai hakim dan mereka harus menghakiminya menurut peraturan-peraturan-Ku; mereka harus berpegang pada hukum-hukum-Ku dan ketetapan-ketetapan-Ku pada hari-hari raya-Ku dan menguduskan hari-hari Sabat-Ku…. 30Dan yang terbaik dari buah sulung apapun dan segala persembahan khusus dari apapun, dari segala persembahan khususmu adalah bagian imam-imam; juga yang terbaik dari tepung jelaimu harus kamu berikan kepada imam supaya rumah-rumahmu mendapat berkat.
“Satu-satunya pengharapan mereka adalah melakukan perintah-perintah hukum Allah. Inilah Injil yang telah bergema sampai di sepanjang zaman kita.” —This Day with God, hlm. 28.
| SELASA |
3. Hukum apa lagi yang berlaku khusus untuk hal tiap transaksi atau urusan sehari-hari?
Yehezkiel 45:10, 11 Neraca yang betul, efa yang betul dan bat yang betullah patut ada padamu. 11Sepatutnyalah efa dan bat mempunyai ukuran yang sama yang ditera, sehingga satu bat isinya sepersepuluh homer, dan satu efa ialah sepersepuluh homer juga; jadi menurut homerlah ukuran-ukuran itu ditera.
“Kristus telah mengajari kita untuk berdoa, ‘Datanglah Kerajaan-Mu. jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.’ (Matius 6:10). Ini yang membuka jalan bagi kita menuju ketinggian yang harus kita capai melalui kemajuan yang mantap dan terus-menerus. Sebagai anggota jemaat Kristus, kita harus melakukan kehendak-Nya sejak semasih di bumi ini. Jika semua orang mau berbuat kepada orang lain sebagaimana yang mereka kehendaki untuk orang lain perbuat kepada mereka, maka demikianlah kita akan melihat tanda-tanda dunia yang bertobat. Atas prinsip inilah orang Kristen harus membangun. Kita harus menaiki tangga yang puncaknya mencapai surga.” —Reflecting Christ, hlm. 204.
| RABU |
4 . Ibadah keagamaan apakah yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan meresap dalam kehidupan umat Allah?
Yehezkiel 46:13-15 Tiap hari ia harus mengolah domba yang berumur satu tahun dan yang tiada bercela sebagai korban bakaran bagi TUHAN; setiap pagi ia harus melakukan itu. 14Di samping itu setiap pagi ia harus mempersembahkan korban sajian seperenam efa tepung dengan minyak sepertiga hin untuk mencampur tepung yang terbaik itu; itulah korban sajian bagi TUHAN, dan ketetapan itu tetap selama-lamanya. 15Demikianlah mereka harus mempersembahkan domba dan korban sajian dan minyak setiap pagi sebagai korban bakaran yang tetap.
“Kuduskanlah dirimu kepada Tuhan di pagi hari; jadikan ini pekerjaan pertamamu. Biarlah doamu berbunyi, ‘Terimalah aku, ya Tuhan, sepenuhnya milik-Mu. Aku meletakkan segala rencanaku di kaki-Mu. Gunakanlah aku hari ini dalam pelayanan-Mu. Tinggallah bersamaku, dan biarlah semua pekerjaanku dilakukan di dalam Engkau.’ Ini adalah tugas hidup kita sehari-hari. Setiap pagi kuduskanlah dirimu kepada Tuhan untuk hari itu. Serahkanlah segala rencanamu kepada-Nya, untuk dilaksanakan atau ditinggalkan sesuai kehendak-Nya. Dengan demikian, hari demi hari engkau dapat menyerahkan hidupmu ke tangan Tuhan, dan dengan demikian hidupmu akan semakin dibentuk menyerupai kehidupan Kristus.” —Steps to Christ, hlm. 70.
| KAMIS |
5 . Gambaran indah tentang surga apakah yang disampaikan oleh nabi tersebut?
Yehezkiel 47:7, 12 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana…. 12Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.
Wahyu 22:1-4 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. 2Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. 3Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, 4dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.
“‘Barangsiapa menang,’ kata Kristus, ‘dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.’ Wahyu 2:7. Pemberian pohon kehidupan di Eden lalu bersifat bersyarat, dan akhirnya ditarik kembali. Tetapi karunia kehidupan di masa depan bersifat mutlak dan kekal.” —Education, hlm. 302.
| JUMAT |
6. Seberapa pentingkah bagian terakhir dari kitab Yehezkiel ini?
Yehezkiel 43:6, 7 Lalu aku mendengar Dia berfirman kepadaku dari dalam Bait Suci itu–orang yang mengukur Bait Suci itu berdiri di sampingku– 7dan Ia berfirman kepadaku: “Hai anak manusia, inilah tempat takhta-Ku dan inilah tempat tapak kaki-Ku; di sinilah Aku akan diam di tengah-tengah orang Israel untuk selama-lamanya dan kaum Israel tidak lagi akan menajiskan nama-Ku yang kudus, baik mereka maupun raja-raja mereka, dengan persundalan mereka atau dengan mayat raja-raja mereka yang sudah mati.”
Matius 24:27 Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
“Segera mata kami pun tertuju ke arah timur, karena sebuah awan hitam kecil telah muncul, kira-kira setengah ukuran telapak tangan manusia, yang kami semua tahu adalah tanda kedatangan Anak Manusia. Kami semua dalam keheningan khidmat menatap awan itu saat ia mendekat dan menjadi lebih terang, lebih mulia, dan semakin mulia, hingga menjadi awan putih yang besar. Bagian bawahnya tampak seperti api; pelangi berada di atas awan itu, sementara di sekelilingnya ada sepuluh ribu malaikat, menyanyikan lagu yang sangat merdu; dan di atasnya duduklah Anak Manusia.” —Counsels for the Church, hlm. 33.
| SABAT |
7. Harapan tertinggi apakah yang memotivasi semua orang yang mengasihi Tuhan?
Yehezkiel 43:4, 5 Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur. 5 Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN.
Yesaya 25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!”
Wahyu 21:3 Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
“Tuhan akan segera datang, dan kita harus bersiap untuk menyambut-Nya dalam damai. Marilah kita bertekad untuk melakukan segala yang kita mampu untuk memberikan terang kepada orang-orang di sekitar kita. Kita tidak boleh bersedih, tetapi bergembira, dan kita harus selalu mengingat Tuhan Yesus. Ia akan segera datang, dan kita harus siap dan menantikan kedatangan-Nya. Oh, betapa mulianya melihat Dia dan disambut sebagai orang-orang yang ditebus-Nya! Kita memang telah lama menanti-nantikan-Nya, tetapi harapan kita tidak akan pudar. Jika kita dapat melihat Sang Raja dalam keindahan-Nya, maka kita akan diberkati selamanya. Saya merasa seolah-olah saya harus berseru dengan lantang: ‘Pulang ke rumah!’ Kita semakin mendekati waktu ketika Kristus akan datang dengan kuasa dan kemuliaan yang besar untuk membawa orang-orang yang ditebus-Nya ke rumah kekal mereka.” —Testimonies for the Church, vol. 8, hlm. 253.
| UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Kita telah lama menantikan kedatangan kembali Juruselamat kita. Namun demikian, janji itu pasti. Segera kita akan berada di rumah yang dijanjikan. Di sana Yesus akan menuntun kita ke tepi aliran kehidupan yang mengalir dari takhta Allah dan akan menjelaskan kepada kita cobaan-cobaan berat yang telah Ia lalui di bumi ini untuk menyempurnakan karakter kita. Di sana kita akan melihat dengan pandangan yang jernih keindahan Eden yang telah dipulihkan.” —God’s Amazing Grace, hlm. 354.
***