TEMA SEMESTER: PARA NABI BERBICARA (BAGIAN 2 – “YEHEZKIEL & DANIEL”)
Pelajaran 14, Sabat 4 April 2026
DANIEL—
“ALLAH ADALAH HAKIM-KU”
“Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya (mengerti)–).” Matius 24:15.
“Ketika, pada awal pemerintahan Yoyakim, Nebukadnezar untuk pertama kalinya mengepung dan merebut Yerusalem, dan membawa Daniel dan para sahabatnya, bersama dengan orang-orang lain yang dipilih secara khusus untuk melayani di istana Babel, iman para tawanan Ibrani pun diuji sampai pada batas maksimalnya. Namun, mereka yang telah belajar menaruh kepercayaan pada janji-janji Allah, mendapati bahwa janji-janji itu adalah mencukupi dalam setiap pengalaman yang harus mereka lalui selama tinggal di negeri asing. Alkitab pun terbukti menjadi penuntun dan penopang bagi mereka.” —Prophets and Kings, hlm. 428.
| MINGGU |
1. Menurut kitab Daniel, apakah yang terjadi pada tahun 606-605 SM?
Daniel 1:1-3 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 2Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 3Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan.
2 Tawarikh 36:5-7 Yoyakim berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allahnya. 6 Nebukadnezar, raja Babel, maju melawan dia, membelenggunya dengan rantai tembaga untuk membawanya ke Babel. 7Juga beberapa perkakas rumah TUHAN dibawa Nebukadnezar ke Babel dan ditempatkan di istananya di Babel.
“Daniel menempatkan dirinya dalam hubungan yang benar dengan Allah dan dengan keadaan serta kesempatan lahiriahnya. Ia ditawan ke Babel, dan bersama tawanan lainnya, ia telah ditempatkan di bawah pelatihan, untuk dipersiapkan menduduki tempat tertentu (bekerja) di istana raja.” —Christ Triumphant, hlm. 174.
| SENIN |
2 . Siapa sajakah pemuda yang dibawa ke istana Babel? Bagaimana tujuan Nebukadnezar terhadap mereka harus dilaksanakan?
Daniel 1:4, 6, 7 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim…. 6Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 7Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.
“Di antara orang-orang yang tetap setia kepada Allah, terdapatlah Daniel dan ketiga temannya—yang adalah suatu contoh yang luar biasa tentang apa yang dapat dicapai oleh orang-orang yang bersatu dengan Allah yang bijaksana dan berkuasa…. Melihat adanya suatu kemampuan luar biasa yang menjanjikan dalam diri para pemuda ini, maka Nebukadnezar memutuskan bahwa mereka harus dilatih untuk mengisi posisi-posisi penting di kerajaannya…. Raja tidak memaksa para pemuda Ibrani ini untuk meninggalkan iman mereka demi penyembahan berhala, tetapi ia berharap untuk dapat mewujudkannya secara bertahap. Dengan memberi mereka nama-nama yang bermakna penyembahan berhala, dengan membawa mereka setiap hari ke dalam pergaulan yang erat dengan kebiasaan penyembahan berhala, dan di bawah pengaruh ritual-ritual penyembahan kafir yang menggoda, ia berharap untuk dapat membujuk mereka untuk meninggalkan agama bangsa mereka dan bersatu dengan penyembahan orang Babel.” —Prophets and Kings, hlm. 480, 481.
| SELASA |
3 . Dilema apakah yang mereka hadapi, dan apakah yang mereka selesaikan?
Daniel 1:5, 8, 9 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja… 8Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 9Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu.
“Dan sekarang, ketika Daniel dan teman-temannya diuji, mereka sepenuhnya memihak kebenaran dan keadilan. Mereka tidak bertindak sembarangan, tetapi dengan bijak. Mereka memutuskan bahwa karena daging tidak termasuk dalam makanan mereka di masa lalu, maka daging tidak boleh masuk ke dalam makanan mereka di masa depan, dan karena anggur telah dilarang bagi semua orang yang akan terlibat dalam pelayanan kepada Allah, mereka memutuskan bahwa mereka tidak akan meminumnya. Nasib anak-anak Harun telah diperlihatkan kepada mereka, dan mereka tahu bahwa penggunaan anggur akan membingungkan indra mereka, bahwa pemuasan nafsu akan mengaburkan kemampuan mereka untuk membedakan. Rincian ini dicatat dalam sejarah anak-anak Israel sebagai peringatan bagi setiap pemuda untuk menghindari semua kebiasaan, praktik, dan pemuasan yang dengan cara apa pun akan menghina Allah.
“Daniel dan para sahabatnya tidak tahu apa akibat dari keputusan mereka; mereka tidak tahu apakah itu bahkan akan mempertaruhkan nyawa mereka; tetapi mereka bertekad untuk tetap menempuh jalan lurus pengendalian diri yang ketat bahkan ketika berada di istana Babel yang penuh kemaksiatan.” —The Youth’s Instructor, 18 Agustus 1898.
| RABU |
4. Apakah yang mereka usulkan kepada Melzar?
Daniel 1:10-14 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.” 11Kemudian berkatalah Daniel kepada (Melzar) penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 12“Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur (biji-bijian, kacang-kacangan) untuk dimakan dan air untuk diminum; 13sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.” 14Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.
“Perwira itu melihat sifat-sifat baik yang ada dalam diri Daniel. Ia melihat bahwa Daniel berusaha untuk bersikap baik dan suka membantu, bahwa kata-katanya adalah sopan dan santun, dan sikapnya memiliki keanggunan kerendahan hati dan kelemah-lembutan yang terpuji. Perilaku baik pemuda itulah yang membuatnya mendapatkan kemurahan hati dan kasih sayang dari sang pangeran.” —The Youth’s Instructor, 12 November 1907.
“Dalam mengambil langkah ini, Daniel tidak bertindak gegabah. Ia tahu bahwa pada saat ia dipanggil menghadap raja, manfaat hidup sehat akan tampak jelas. Sebab akan diikuti oleh akibat. Daniel berkata kepada Melzar, yang telah diberi tanggung jawab atas dirinya dan para sahabatnya: ‘Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur (biji-bijian, kacang-kacangan) untuk dimakan dan air untuk diminum.’ Daniel tahu bahwa sepuluh hari akan cukup waktu untuk membuktikan manfaat dari hidup berpantang…. Setelah melakukan ini, Daniel dan para sahabatnya melakukan lebih banyak lagi. Mereka tidak memilih sebagai sahabat orang-orang yang merupakan agen penguasa kegelapan. Mereka tidak pergi dengan banyak orang untuk melakukan kejahatan. Mereka menjadikan Melzar sebagai sahabat mereka, dan tidak ada perselisihan antara dia dan mereka. Mereka pergi kepadanya untuk meminta nasihat, dan pada saat yang sama mencerahkannya dengan kebijaksanaan perilaku mereka.” —The Youth’s Instructor, 6 September 1900.
| KAMIS |
5. Apakah hasilnya?
Daniel 1:15-20 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 16Kemudian penjenang itu (Melzar) selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur (biji-bijian, kacang-kacangan) kepada mereka. 17Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 18Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 19Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 20Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.
“Ketika keempat pemuda Ibrani itu menerima pendidikan untuk istana raja di Babel, mereka tidak merasa bahwa berkat Allah dapat menggantikan usaha keras yang dikehendaki dari mereka. Mereka tekun belajar; karena mereka menyadari bahwa melalui kasih karunia Allah, nasib mereka tinggal bergantung pada kehendak dan perbuatan mereka sendiri. Mereka harus mengerahkan segenap kemampuan mereka untuk pekerjaan itu; dan dengan kerja keras dan teliti, mereka harus memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan mereka untuk belajar dan bekerja.
“Sementara para pemuda ini berupaya mencapai keselamatan mereka, Allah pun bekerja di dalam mereka untuk ‘baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.’ (Filipi 2:13). Di sinilah terungkap syarat-syarat kesuksesan. Untuk menjadikan kasih karunia Allah sebagai milik kita, maka kita harus melakukan bagian kita. Allah tidak bermaksud untuk melakukan bagi kita baik kehendak maupun perbuatan yang menjadi bagian kita. Kasih karunia-Nya diberikan untuk bekerja di dalam kita untuk berkehendak dan melakukan bagian kita, tetapi tidak pernah sebagai pengganti usaha kita. Jiwa kita harus dibangkitkan untuk bekerja sama. Roh Kudus bekerja di dalam kita, agar kita dapat mencapai keselamatan kita sendiri. Inilah Pelajaran praktis yang Roh Kudus berusaha ajarkan kepada kita.” —The Youth’s Instructor, 20 Agustus 1903.
| JUMAT |
6. Apakah hubungan yang ada antara tubuh dan pikiran?
Roma 12:1, 2 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
“Seperti halnya Daniel, seiring dengan perkembangan tabiat rohani, kemampuan intelektual pun akan meningkat secara seimbang.” —Review and Herald, 22 Maret 1898.
| SABAT |
7. Apakah tujuan Allah bagi anak-anak-Nya?
1 Korintus 6:19, 20 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? 20Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
“Daniel dan ketiga temannya memiliki pekerjaan khusus yang harus dilakukan. Meskipun sangat dihormati dalam pekerjaan ini, mereka sama sekali tidak menjadi sombong. Mereka adalah para cendekiawan, terampil dalam pengetahuan dunia maupun rohani; tetapi mereka telah mempelajari ilmu pengetahuan tanpa menjadi rusak. Mereka seimbang karena mereka telah menyerahkan diri kepada kendali Roh Kudus. Para pemuda ini memberikan kepada Allah segala kemuliaan dari karunia kehidupan sehari-hari, hal ilmiah, dan kerohanian mereka. Pembelajaran mereka tidak datang secara kebetulan; mereka memperoleh pengetahuan dengan menggunakan kemampuan mereka dengan setia; dan Allah pun memberi mereka keterampilan dan pengertian.” —Letter 57, 1896.
| UNTUK PEMBELAJARAN TAMBAHAN |
“Ilmu pengetahuan sejati dan agama Alkitab berada dalam keselarasan sempurna…. Orang-orang besar Babel… ingin mencampurkan agama kafir mereka dengan agama Ibrani. Seandainya Daniel dan rekan-rekannya menyetujui kompromi semacam itu, di mata orang Babel, mereka akan dianggap sebagai negarawan yang sempurna, layak dipercayakan dengan urusan kerajaan. Tetapi keempat orang Ibrani itu tidak membuat kesepakatan seperti itu. Mereka setia kepada Allah, dan Allah menopang serta menghormati mereka. Pelajaran ini untuk kita: ‘Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.’ (Matius 6:33).” —Letter 57, 1896.
***